7 Aplikasi Bisnis Terbaik untuk Perusahaan, Ini Fungsi dan Dampaknya

Aplikasi bisnis terbaik bukan sekadar soal fitur lengkap, tetapi tentang bagaimana sistem tersebut mampu menyederhanakan proses operasional yang masih berjalan manual. Banyak bisnis masih mengandalkan pencatatan terpisah, rekap laporan yang memakan waktu, dan koordinasi yang tidak terintegrasi. Ketika beban kerja meningkat, sistem seperti ini justru memperlambat pertumbuhan. Produktivitas menurun, risiko human error meningkat, dan biaya operasional membengkak. Artikel ini akan membahas seberapa penting aplikasi bisnis untuk perusahaan Anda dan bagaimana cara pilih aplikasi yang tepat.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Aplikasi Bisnis?

Aplikasi bisnis tidak hanya dibutuhkan oleh brand besar, melainkan juga dibutuhkan oleh bisnis kecil. Berikut beberapa alasan yang penting diketahui.

  • Konsumen dapat menjangkau bisnis dengan mudah –  konsumen merekam setiap teks, gambar, atau ikon aplikasi khas brand. Hal ini memberikan peluang bagi bisnis untuk terus diingat oleh konsumen.  
  • Membangun direct marketing channel – informasi lebih mudah dibagikan kepada konsumen tanpa perantara, seperti melalui promosi, flyer, atau postingan khusus. Sementara konsumen hanya perlu menggerakkan ujung jari untuk mengaksesnya.
  • Memberikan loyalty program kepada pelanggan – aplikasi mendukung program loyalty seperti point rewards, membership tier, atau cashback yang dapat mendorong pelanggan mengunduh aplikasi dan bertransaksi.
  • Strategi branding bisnis – peluang bagi bisnis untuk meningkatkan brand awareness. Oleh karena itu, setiap detail kecil harus didesain secara baik.
  • Meningkatkan engagement – fitur seperti help desk, chat, atau notifikasi memungkinkan konsumen berinteraksi langsung dengan brand
  • Menunjukkan profesionalitas – aplikasi bisnis dapat menjadi wajah untuk menunjukkan profesionalitas dan menonjol di antara bisnis lainnya.
  • Merawat loyalitas pelanggan – memungkinkan brand membangun koneksi dengan pelanggan, sehingga mereka bisa menjadi pelanggan setia setiap produk atau layanan Anda.

7 Aplikasi Bisnis Terbaik untuk Perusahaan

1. Enterprise Resource Planning (ERP)

Enterprise Resource Planning (ERP)

ERP adalah sistem yang dapat mengintegrasikan dan mengelola semua aktivitas utama bisnis melalui sistem terpadu. Misalnya, mengelola stok barang, mencatat transaksi penjualan, mengurangi jumlah stok, hingga memperbarui laporan keuangan.

Fungsi utamaDampak bagi bisnis
Mengintegrasikan data antar departemenMengotomatisasi proses bisnisMelaporkan secara real-timeMendukung skalabilitasMengamankan dataMeningkatkan efisiensi operasionalMendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat.Mengurangi biaya operasionalMeningkatkan kolaborasi antar departemenMemberikan transparansi dan kontrol yang lebih baik

2. Customer Relationship Management (CRM)

Customer Relationship Management (CRM)

CRM merupakan sistem untuk mengelola semua interaksi perusahaan dan pelanggan. Misalnya, Shopee menggunakan CRM untuk mencatat seluruh riwayat pencarian dan belanja pengguna ketika menggunakan aplikasi. Berdasarkan riwayat atau catatan tersebut, sistem dapat merekomendasikan produk serupa secara otomatis.

Fungsi utamaDampak bagi bisnis
Mengelola data pelangganMelacak prospek (leads)Mengotomatisasi proses penjualan dan follow-upMengelompokkan dan menganalisis pelangganMembuat laporan dan analisis penjualanMeningkatkan retensi pelangganMeningkatkan penjualan dan konversiMempercepat proses pengambilan keputusanMeningkatkan efisiensi tim sales dan marketingMeningkatkan kepuasan pelanggan

3. Human Resource Information System (HRIS)

Human Resource Information System (HRIS)

CRM adalah sistem untuk mengelola tugas-tugas tim Human Resources (HR). Mulai dari mengelola data karyawan, memfasilitasi kegiatan penerimaan karyawan, menangani absensi dan kehadiran, hingga kalkulasi payroll dan penggajian.

Fungsi utamaDampak bagi bisnis
Mencatat absensi dan cutiMengelola data karyawanMenghitung Payroll secara otomatisMengelola rekrutmen dan onboardingMenyusun penilaian kinerjaMenyediakan laporan HRMengurangi pekerjaan administratifMemastikan administrasi terkelola dengan baikMemudahkan proses monitoringMeningkatkan layanan pelangganMeningkatkan produktivitas HR

4. Point of Sales (POS)

Point of Sales (POS)

POS adalah kombinasi hardware dan software yang mengotomatisasi proses transaksi penjualan, mengelola inventaris, dan menghasilkan laporan keuangan. Sistem ini banyak ditemui di kasir toko retail. 

Saat pelanggan hendak membayar, kasir memindai barcode, sistem menghitung diskon, mengurangi stok, dan mesin mencetak struk.

Fungsi utamaDampak bagi bisnis
Mengorganisir inventaris perusahaanMengelola karyawanMenjaga loyalitas pelangganMeningkatkan keamanan dataMeningkatkan fleksibilitas pembayaranMeminimalisir human errorMemudahkan proses pemesananMeningkatkan efisiensi operasional

5. Document Management System (DMS)

Document Management System (DMS)

Document Management System adalah platform untuk mengelola dokumen perusahaan secara digital. Misalnya, di perusahaan hukum dokumen seperti perjanjian, kontrak, dan berkas klien bersifat sensitif dan butuh pengelolaan ketat. 

Dalam konteks ini, DMS membantu membatasi akses berdasarkan peran, mendukung digitalisasi tanda tangan, dan memudahkan pencarian cepat melalui metadata atau kata kunci.

Fungsi umum Dampak bagi bisnis
Mengelola dokumen secara terpusatMendukung kolaborasi timMendukung transformasi digitalMengatur workflow persetujuanMenghemat waktu dan biayaMemberikan keamanan yang lebih baikMempercepat proses bisnisMeningkatkan kepatuhan regulasi

6. Project Management System (PMS)

Project Management System (PMS)

Project Management System merupakan sistem yang membantu manajer mengelola sumber daya manusia, sehingga pembagian tugas bisa dilakukan dengan jelas dan berjalan optimal.

Sebagai contoh, dalam perusahaan Digital Agency PMS biasa digunakan untuk membuat project terpisah per klien, membagi tugas per tim, menentukan deadline, hingga melacak progres pekerjaan melalui dashboard.

Fungsi utamaDampak bagi bisnis
Merencanakan dan menjadwalkan proyekMonitoring progress secara real-timeMedia kolaborasi dan komunikasi timMeningkat komunikasi antar tim, atasan dan manajemen.Memudahkan pelacakan proyek setiap tim.Mengoptimalkan anggaran perusahaan.

7. Business Intelligence (BI)

Business Intelligence (BI)

BI merupakan teknologi untuk mengumpulkan, mengelola, dan menganalisis data organisasi. Tujuannya adalah mendapatkan wawasan yang mampu mendukung strategi dan operasi bisnis.

Misalnya, sektor supply chain menggunakan BI untuk melacak kinerja produksi, memantau proses supply chain, dan melakukan pengendalian kualitas.

Fungsi utamaDampak bagi bisnis
Mengubah data kompleks menjadi laporan, grafik, dan dashboard interaktif.Menganalisis data historis.Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.Memproyeksikan kebutuhan masa depan.Mendukung transparansi melalui informasi pada dashboard.Mengoptimalkan bisnis agar dapat berjalan lebih efisien.Meningkatkan keuntungan melalui analisis perilaku pelanggan dan tren pasar.

Butuh solusi digital untuk bisnis Anda?

Hubungi Kami

Cara Memilih Aplikasi Bisnis yang Tepat

1. Tentukan Kebutuhan Spesifik Anda

Pemilihan aplikasi bisnis dapat dimulai dari mendefinisikan kebutuhan spesifik. Mengingat, setiap bisnis memiliki karakteristik unik, seperti aktivitas, ukuran bisnis, riwayat, dan lokasi berbeda-beda. 

Ketika pemilik bisnis mengetahui kebutuhannya, akan lebih mudah memetakan fitur aplikasi yang benar-benar dibutuhkan dan tidak.

2. Tetapkan Tujuan

Selain itu, pemilik bisnis juga harus menetapkan tujuan penggunaan aplikasi bisnis. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda mengaitkannya dengan fitur spesifik dan mengecek ketersediaannya pada setiap aplikasi. Misalnya, 

  • Meningkatkan efisiensi operasional > gunakan fitur Inventory Management & Automation.
  • Meningkatkan engagement pelanggan > gunakan fitur Push Notification & Loyalty Program Digital.
  • Memperkuat pengambilan keputusan > gunakan fitur Dashboard Analytic & Reporting.
  • Mempermudah transaksi > gunakan fitur Integrated Payment System.
  • Meningkatkan kolaborasi tim > gunakan fitur Task Management & Cloud Collaboration.

3. Lakukan Riset Menyeluruh

Selanjutnya, lakukan penelusuran terkait berbagai produk aplikasi bisnis. Tinjau situs web, ulasan, atau platform tanya jawab untuk benar-benar mengetahui kelebihan dan kekurangannya. 

Mintalah rekomendasi atau saran pada perusahaan lain dan diskusikan hal ini dengan tim aplikasi bisnis Anda. Jangan ragu untuk mencoba demo atau konsultasi dengan penyedia aplikasi, karena hal ini dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih baik.

4. Buat Daftar Pertimbangan dan Lakukan Peninjauan

Setelah memiliki beberapa pilihan aplikasi, buat daftar pertimbangan dan lakukan peninjauan. Mulai dari reputasi dan kredibilitas penyedia aplikasi, biaya yang ditawarkan, keamanan data, ketersediaan mekanisme data portability, integrasi perangkat lunak, dan nilai apa yang bisa diberikan oleh aplikasi tersebut.

5. Uji Aplikasi

Ketika sudah memutuskan untuk menggunakan aplikasi tertentu, luangkan waktu untuk mencobanya sebelum membeli melalui demo yang disediakan. Mengingat, sebagian besar aplikasi menawarkan masa uji coba tanpa biaya.

Anda dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk mengintegrasikan aplikasi ke dalam alur kerja. Dengan demikian, Anda dapat menentukan apakah aplikasi berguna dan kompatibel untuk bisnis.

6. Diskusikan dengan Tim

Tahap terakhir adalah mensosialisasikan aplikasi bisnis yang telah dibeli dan akan digunakan kepada tim. Mulai dari tujuan penggunaan aplikasi, manfaat, fitur utama, cara kerja, prosedur penggunaan standar (SOP), hingga keamanan dan privasi data.

Penutup

Saat ini, aplikasi bisnis terbaik bisa ditemukan dengan mudah. Namun untuk memastikan fitur-fiturnya dapat memenuhi kebutuhan, sistem yang dirancang sesuai alur kerja dan target pertumbuhan perusahaan dapat menjadi opsi paling tepat.

FAQ

Mengapa perusahaan membutuhkan aplikasi bisnis?

Aplikasi bisnis tidak hanya dibutuhkan brand besar, tetapi juga usaha berskala kecil dan menengah untuk merapikan operasional.

Apa itu ERP?

ERP adalah sistem yang mengintegrasikan dan mengelola seluruh aktivitas utama bisnis melalui satu platform terpadu.

Apa fungsi CRM bagi perusahaan?

CRM adalah sistem untuk mengelola seluruh interaksi antara perusahaan dan pelanggannya agar tidak ada peluang yang terlewat.

Apa itu HRIS?

HRIS adalah sistem untuk mengelola tugas-tugas tim Human Resources, mulai dari data karyawan hingga administrasi kepegawaian.

Apa fungsi Document Management System?

Document Management System adalah platform untuk mengelola dokumen perusahaan secara digital sehingga lebih mudah dicari dan diamankan.

Anda bisa membangun website profesional dan aplikasi kustom yang mendukung operasional lebih efisien, bisnis terkontrol real-time, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Bangun aplikasi bisnis Anda melalui layanan jasa pembuatan website Sekawan Media. Hubungi tim Sekawan Media dan konsultasikan kebutuhan bisnis Anda sekarang.

Punya kebutuhan aplikasi, website, atau sistem untuk bisnis Anda?

Sekawan Media menyediakan layanan pengembangan aplikasi, website, sistem informasi, hingga infrastruktur IT - dari pemetaan kebutuhan sampai implementasi. Ceritakan kebutuhan Anda, tim kami akan bantu mencarikan solusinya.

Hubungi Kami

Artikel Serupa

Digitalisasi Pajak Daerah
Jenis pajak daerah
custom software vs software langganan

Layanan Sekawan Media

Kami menyediakan layanan pengembangan aplikasi dan website untuk kebutuhan bisnis, mulai dari sistem custom hingga aplikasi skala enterprise.

Solusi Sekawan Media

Informasi Perusahaan

Ketahui lebih dalam tentang perusahaan kami beserta para personilnya untuk membangun kepercayaan sebelum memulai bisnis bersama kami.