Apa itu Auditor?
Auditor adalah profesional yang berwenang dalam peninjauan dan verifikasi dokumen keuangan dalam organisasi atau perusahaan. Peninjauan dilakukan sebagai langkah untuk memastikan bahwa catatan memiliki kelengkapan informasi, sesuai SOP, dan mematuhi undang-undang maupun aturan yang berlaku.
Tanpa melakukan audit secara tepat perusahaan berisiko menghadapi laporan audit mulai dari yang tidak dapat diandalkan, kegagalan mendeteksi kecurangan, rekomendasi perbaikan yang tidak efektif, hingga memicu risiko ketidakpatuhan terhadap regulasi.
Tugas Auditor
Secara umum, tugas auditor meliputi:
Memahami Sistem Akuntansi
Salah satu tugas auditor adalah memahami sistem akuntansi perusahaan. Seperti pencatatan pemasukan dan pengeluaran finansial. Auditor tidak hanya sekadar melakukan pengecekan, tetapi juga membandingkan dan mencocokkan bahwa semua pencatatan selaras.
Kesesuaiannya dengan sejumlah aturan yang berlaku juga tak luput menjadi perhatian. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, auditor dapat memastikan bahwa laporan keuangan disusun secara benar, akurat, dan sesuai dengan kebijakan.
Melakukan Perencanaan, Pengawasan, dan Pencatatan
Praktik audit memiliki serangkaian tahapan, mulai dari tahap perencanaan, pengecekan, pengawasan, dan pencatatan. Sebelum memulai audit, auditor merencanakan praktik auditnya. Seperti ruang lingkup, objek, hingga bukti-bukti yang dapat mendukung opini auditor.
Apabila rencana sudah matang, auditor dapat melaksanakan pengecekan atau penilaian. Selain mengecek dan menilai, auditor juga memantau timnya dalam melaksanakan audit serta memberikan arahan dan koreksi selama observasi langsung pada perusahaan yang diaudit.
Setelah proses audit selesai, auditor mendokumentasikan seluruh proses audit. Mulai dari perencanaan, temuan, kesimpulan, dan rekomendasi.
Dokumentasi inilah yang sering menjadi titik terberat, terutama ketika kertas kerja, bukti audit, dan catatan tindak lanjut masih tersebar di banyak berkas. Karena itu, sebagian besar tim audit di perusahaan besar kini menjalankan seluruh tahapan tersebut di dalam satu aplikasi audit internal agar setiap tahap terekam rapi dan mudah ditelusuri kembali saat penyusunan laporan.
Mengevaluasi dan Meninjau Pengendalian Internal
Pengendalian internal adalah sistem yang dibangun perusahaan untuk melindungi aset-asetnya. Dalam konteks ini, tugas auditor adalah menilai apakah sistem pengendalian internal yang diterapkan perusahaan berjalan efektif dan memadai. Misalnya, kebijakan, prosedur, atau cara kerja lainnya.
Memeriksa Ulang Laporan Keuangan
Pelaksanaan audit paling banyak dilakukan terhadap laporan keuangan organisasi atau perusahaan. Auditor bertugas untuk memeriksa ulang, memastikan kelengkapan dan kebenarannya untuk menghindari adanya transaksi fiktif yang dapat merugikan perusahaan.
Praktik ini menghasilkan kesimpulan yang diperkuat dengan bukti relevan dan sah. Di bagian akhir, auditor memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan keandalan laporan keuangan.
Menghasilkan Bukti Audit Terpercaya
Auditor tidak hanya bertugas mengecek, mencocokkan, membandingkan, ataupun menilai. Namun juga mengumpulkan bukti-bukti terpercaya yang dapat mendukung opininya. Bukti audit menjadi elemen kunci untuk menjamin kredibilitas hasil audit.
Agar keasliannya terjaga dan mudah ditelusuri saat laporan disusun, bukti tersebut sebaiknya tersimpan terpusat, misalnya melalui aplikasi audit internal yang digunakan perusahaan.
Jenis-Jenis Auditor

Internal
Internal auditor adalah auditor yang bekerja untuk organisasi atau perusahaan tertentu. Jadi, auditor internal meninjau dan menilai organisasi atau perusahaan tempatnya bekerja. Tugasnya seputar peninjauan dokumen keuangan internal untuk meningkatkan validitas data keuangan perusahaan.
Di banyak BUMN, BUMD, dan instansi pemerintah, auditor internal kini juga dituntut menerapkan pendekatan risk-based internal audit serta mendukung penyelenggaraan SPIP. Untuk menopang cakupan kerja seperti itu, unit audit umumnya dibekali platform khusus seperti Audithink, yang menyatukan penilaian risiko, program kerja audit, hingga pemantauan tindak lanjut dalam satu sistem.
Eksternal
Sebaliknya, auditor eksternal adalah auditor dari lembaga akuntansi atau Kantor Akuntan Publik (KAP). Dalam konteks ini, auditor ditugaskan oleh kantor untuk mengevaluasi perusahaan tertentu.
Objek auditnya bervariasi. Mulai dari sistem pengendalian internal, prosedur dan kebijakan perusahaan, dokumen transaksi, sistem informasi dan teknologi, manajemen risiko, hingga kinerja operasional.
Pemerintah
Jenis auditor pemerintah adalah seseorang dengan kemampuan audit yang dipekerjakan oleh perusahaan atau lembaga pemerintah. Dengan tugas mengawasi perputaran keuangan hingga praktik di instansi pemerintah.
Pajak
Auditor pajak merupakan auditor yang dipekerjakan untuk Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Jadi praktik auditnya hanya berada di lingkungan DJP. Tugasnya adalah mengaudit wajib pajak dan menilai tingkat kepatuhannya terhadap aturan di bidang perpajakan.
Forensik
Jenis audit terakhir yaitu audit forensik. Jenis audit ini berbeda dengan sebelumnya, karena auditor forensik adalah auditor yang memiliki spesialisasi di bidang kriminal keuangan.
Auditor forensik bertugas meninjau seluruh dokumen organisasi atau perusahaan untuk menyelidiki keberadaan tindak kriminal. Mulai dari fraud, penggelapan, korupsi, pencucian uang (money laundry), penggelapan pajak, hingga kejahatan siber keuangan.
Kode Etik Auditor
- Integritas: mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan potensi, kemampuan, kewibawaan, dan kejujuran.
- Kompetensi: keterampilan, pengetahuan, dan perilaku yang menunjang pelaksanaan tugas profesi audit.
- Objektivitas: sikap jujur tanpa pengaruh pendapat atau pertimbangan dari siapapun saat bertindak dan membuat keputusan.
- Akuntabel: mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan tindakannya kepada pihak yang berwenang atau terkait.
- Profesional: memiliki sikap sesuai dengan standar keahlian dan etika profesi auditor.
- Kerahasiaan: mampu menjaga dan melindungi seluruh informasi yang diperoleh selama menjalankan tugas audit.
Butuh solusi digital untuk bisnis Anda?
Gaji Auditor di Indonesia
Gaji auditor di Indonesia dapat berbeda-beda, tergantung pada perusahaan tempat bekerja, jenjang karir, hingga keahlian yang dimiliki. Lebih lanjut, berikut perkiraan gaji berdasarkan jenjang karir profesi auditor.
| Jenjang Karir | Perkiraan Gaji |
|---|---|
| Junior Auditor | Rp3.500.000 – Rp5.000.000 |
| Senior Auditor | Rp8.000.000 – Rp15.000.000 |
| Manager Audit | Rp15.250.000 – Rp18.250.000 |
| Partner Audit | ≥Rp18.250.000 |
Skill yang Dibutuhkan dalam Pekerjaan Auditor
- Komunikasi: auditor tidak hanya sekadar pandai bicara, tetapi juga harus mampu memberikan pemahaman yang lebih baik kepada auditee.
- Kritis: mampu menganalisis informasi secara mendalam dan mengidentifikasi potensi risiko.
- Wawasan bisnis yang luas: auditor harus mampu memahami konteks bisnis di balik angka-angka yang diteliti. Dengan demikian, auditor dapat memahami cara perusahaan menghasilkan pendapatan, alur operasional dan proses bisnis, dan lain sebagainya.
- Kecerdasan emosional: praktik audit tidak hanya membutuhkan ketelitian, tetapi juga ketenangan, kehati-hatian, dan tahu cara berempati dalam situasi-situasi tertentu. Auditor yang memiliki kecerdasan emosional dapat dikatakan telah terhindar dari bias dan risiko emosional.
- Skeptisme profesional: temuan dan bukti-bukti yang dikumpulkan auditor harus dapat diverifikasi dan dibuktikan secara objektif. Oleh karena itu, auditor harus menghindari keragu-raguan selama bertugas.
- Rasa ingin tahu: auditor harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi untuk menunjang penyelidikan dan identifikasi selama praktik audit.
- Kemampuan analisis: auditor harus memiliki kemampuan analisis yang kuat untuk menganalisis informasi kompleks, mengidentifikasi masalah, dan memberikan rekomendasi perbaikan.
Auditor modern dituntut terbiasa bekerja dengan audit management system, mulai dari menyusun program kerja berbasis template hingga memantau status tindak lanjut secara real-time.
Cara Menjadi Auditor
Memiliki Gelar Sarjana
Pertama-tama, gelar yang harus dimiliki auditor adalah gelar di bidang akuntansi. Untuk menambah pengetahuan dalam bidang akuntansi maupun profesi auditor, Anda juga bisa melengkapinya dengan pengalaman kerja magang di instansi-instansi terkait.
Menjadi Akuntan Publik Bersertifikat
Selanjutnya, Anda harus memiliki lisensi sebagai akuntan publik. Lisensi ini mengharuskan calon auditor lulus ujian kelayakan dan memiliki pengalaman kerja pada lembaga akuntan publik tempat Anda menerima lisensi.
Tahap ini tidak hanya membantu Anda mendapatkan sertifikat profesional, tetapi juga langkah untuk membuktikan kompetensi sebagai auditor.
Memiliki Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja auditor dimulai dari posisi junior. Untuk mengawali karir ini, Anda bisa bekerja sebagai auditor internal yang bertugas menilai risiko dan menganalisis keuangan. Tahap ini menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan keterampilan dan membangun jaringan profesional.
Menjadi Auditor Internal Bersertifikat
Setelah memiliki pengalaman sebagai auditor internal, kini Anda dapat melanjutkan untuk mendapatkan sertifikat. Selain pengalaman kerja, sertifikat ini juga harus dibuktikan melalui serangkaian ujian tertentu.
Mendapatkan Sertifikasi Lebih Lanjut
Anda juga bisa mendapatkan sertifikasi lebih lanjut untuk maju dalam jenjang karir lebih tinggi. Melalui sertifikat ini, seorang auditor dapat membuktikan kompetensi profesionalnya sesuai standar, kemampuannya menghadapi kasus khusus, hingga meningkatkan kepercayaan klien dan pemangku kepentingan.
Penutup
Auditor adalah profesi yang menuntut ketekunan dan keseriusan untuk menjalaninya. Jenjang karir yang panjang dan serangkaian ujian yang harus dijalani, tidak hanya menjadi jalan bagi Anda mendapatkan sertifikasi profesional. Namun juga menjadi jalan bagi pengalaman berharga yang membentuk kompetensi profesional.
Untuk menunjukkan profesionalisme, auditor juga harus cakap terhadap teknologi audit terkini. Dukungan sistem yang andal dapat membantu auditor bekerja secara efisien, sistematis, dan sesuai standar.
Salah satunya melalui fitur laporan audit terotomatisasi yang mudah disesuaikan dengan format yang dikehendaki. Jadwalkan demo Audithink sekarang untuk mengetahui bagaimana aplikasi tersebut mempermudah pelaksanaan audit di perusahaan Anda.
FAQ
Apa itu auditor?
Auditor adalah profesional yang berwenang melakukan peninjauan dan verifikasi terhadap dokumen keuangan sebuah organisasi.
Apa saja tugas auditor?
Tugasnya meliputi memahami sistem akuntansi perusahaan, melakukan perencanaan dan pengawasan audit, serta memeriksa ulang laporan keuangan.
Mengapa auditor perlu meninjau pengendalian internal?
Pengendalian internal adalah sistem yang dibangun perusahaan untuk melindungi asetnya, sehingga kualitasnya perlu dievaluasi.
Apa yang dimaksud bukti audit?
Bukti audit adalah data dan dokumen yang dikumpulkan auditor sebagai dasar kesimpulan atas hasil pemeriksaannya.
Skill apa yang wajib dikuasai auditor?
Auditor perlu menguasai pemahaman akuntansi, ketelitian dalam memeriksa dokumen, serta kemampuan analisis dan komunikasi yang baik.
Topik Populer
- Web Development74
- Back End Development50
- Full Stack Development43
- Kewirausahaan40
- Pengembangan Karir38
- Network Architecture28
- Online Marketing28
- Aplikasi Custom27
- Jaringan Komputer26
- Network Security25
- HRIS & Manajemen SDM24
- Manajemen Proyek24
- Front End Development22
- Network Infrastructure20
- Fleet Management19
- SEO19
Punya kebutuhan aplikasi, website, atau sistem untuk bisnis Anda?
Sekawan Media menyediakan layanan pengembangan aplikasi, website, sistem informasi, hingga infrastruktur IT - dari pemetaan kebutuhan sampai implementasi. Ceritakan kebutuhan Anda, tim kami akan bantu mencarikan solusinya.


