
Foto oleh Jakub Żerdzicki di Unsplash
Biaya pembuatan software custom di Indonesia pada 2026 sangat bergantung pada jenis sistemnya. Dari angka yang dipublikasikan beberapa penyedia, alat bantu internal sederhana dimulai sekitar Rp15 sampai Rp80 juta, aplikasi bisnis dengan beberapa modul berada di ratusan juta rupiah, sedangkan ERP dan platform enterprise bisa menembus Rp1 miliar sampai beberapa miliar. Tidak ada tarif tunggal, karena yang dibayar adalah ruang lingkup: berapa modul, berapa integrasi, berapa pengguna, dan seberapa ketat kebutuhan keamanannya.
Artikel ini merangkum rentang biaya custom software development per jenis proyek, lengkap dengan biaya di luar pengembangan (server, pemeliharaan, lisensi), tarif developer, cara menghitung estimasi sendiri, dan hal yang harus tercantum dalam penawaran sebelum Anda membandingkan vendor.
Gambaran menyeluruh proyek custom, dari proses sampai tata kelola, ada di panduan lengkap custom software development.
Keterbukaan: artikel ini ditulis oleh Sekawan Media, yang juga menyediakan jasa pembuatan aplikasi custom. Angka dalam tabel bukan tarif Sekawan Media, melainkan rangkuman dari halaman publik enam penyedia dan penerbit lain yang kami baca pada 18 Oktober 2026 (daftar sumber ada di bagian akhir). Penyedia jasa menulis angka ini untuk menarik calon klien, jadi anggaplah sebagai patokan awal, bukan penawaran. Harga final selalu ditentukan oleh ruang lingkup tertulis.
Rentang Biaya Pembuatan Software Custom per Jenis Proyek
Tabel berikut menggabungkan rentang yang dipublikasikan sumber kami. Kolom kanan adalah biaya pengembangan saja, belum termasuk server, lisensi pihak ketiga, dan pemeliharaan setelah peluncuran.
| Jenis proyek | Contoh | Rentang biaya pengembangan |
|---|---|---|
| Alat bantu internal | Dashboard monitoring, absensi dasar, approval, database internal | Rp15 juta sampai Rp80 juta |
| Aplikasi web multi-peran atau MVP | Portal pelanggan, booking, SaaS tahap awal | Rp60 juta sampai Rp200 juta |
| Aplikasi bisnis menengah | CRM, POS, inventory, HRIS | Rp40 juta sampai Rp400 juta (bawah untuk satu divisi, atas untuk multi-modul) |
| Aplikasi mobile (per platform) | Aplikasi Android atau iOS yang terhubung ke sistem pusat | Rp40 juta sampai Rp200 juta, belum termasuk backend yang kompleks |
| Marketplace atau e-commerce kustom | Toko online dengan alur khusus, marketplace multi-penjual | Rp40 juta sampai Rp250 juta (e-commerce), Rp100 juta sampai Rp1 miliar atau lebih (marketplace) |
| ERP atau sistem multi-modul | Keuangan, stok, pembelian, penjualan, SDM dalam satu sistem | Rp150 juta sampai Rp2 miliar atau lebih |
| Platform SaaS | Aplikasi multi-tenant yang dijual ke banyak pelanggan | Rp200 juta sampai miliaran rupiah |
| Sistem enterprise | Multi-perusahaan, lalu lintas tinggi, banyak integrasi, kepatuhan ketat | Rp800 juta sampai di atas Rp5 miliar |
Rentangnya lebar karena sumber memakai definisi yang berbeda. Satu penyedia menyebut ERP mulai Rp150 juta, penyedia lain mulai Rp350 juta, dan penyedia yang melayani klien enterprise menyebut Rp300 juta sampai Rp500 juta untuk aplikasi internal tiga sampai lima modul dengan integrasi minimal. Karena itu, jangan hanya mencocokkan jenis sistem Anda dengan satu baris. Cocokkan juga jumlah modul, jumlah integrasi, dan tingkat keamanannya.
Lama pengerjaan yang dipublikasikan
Satu sumber memasangkan biaya dengan durasi: sistem sederhana 1 sampai 2 bulan, MVP web 2 sampai 4 bulan, aplikasi bisnis menengah 3 sampai 6 bulan, ERP multi-modul 5 sampai 12 bulan, dan platform enterprise 6 sampai 12 bulan atau lebih. Penyedia lain yang menjual paket tetap menulis prototype 3 sampai 5 minggu, MVP 2 sampai 4 bulan, dan aplikasi penuh 4 sampai 8 bulan. Durasi dan biaya bergerak searah, sebab sebagian besar biaya adalah jam kerja tim.
Mengapa Rentang Harganya Begitu Lebar?
Dua software dengan tampilan yang mirip bisa berharga sepuluh kali lipat berbeda. Faktor yang paling sering menentukan:
- Jumlah modul dan aturan bisnis: satu alur persetujuan berbeda jauh dengan sepuluh modul yang saling bergantung. Aplikasi yang tampak sederhana bisa mahal bila aturan bisnisnya rumit.
- Integrasi: menyambungkan sistem ke akuntansi, payment gateway, API pemerintah, atau mesin di lapangan sering memakan waktu lebih lama daripada membuat fiturnya sendiri.
- Platform: web saja, web ditambah mobile, atau Android dan iOS native menambah pekerjaan desain, pengembangan, dan pengujian.
- Skala dan keamanan: aplikasi untuk 20 karyawan berbeda dengan aplikasi yang diakses ribuan pengguna bersamaan, begitu juga sistem yang menyimpan data sensitif dan perlu jejak audit.
- Cakupan pekerjaan: penawaran yang sudah memuat UI/UX, pengujian (QA), deployment, dokumentasi, dan dukungan tidak bisa dibandingkan langsung dengan penawaran lebih murah yang hanya menghitung penulisan kode.
Biaya di Luar Pengembangan yang Sering Terlupa
Biaya pengembangan hanyalah pembayaran pertama. Setelah sistem berjalan, ada biaya berulang yang harus masuk perhitungan sejak awal:
| Komponen | Perkiraan yang dipublikasikan | Catatan |
|---|---|---|
| Server dan penyimpanan | Rp3 juta sampai Rp60 juta per tahun | Bergantung pada jumlah pengguna dan kebutuhan cadangan data. Untuk sistem enterprise, penyedia lain menyebut Rp2 juta sampai Rp20 juta per bulan. |
| Pemeliharaan dan perbaikan | 15 sampai 20 persen dari biaya pembangunan per tahun | Patokan internal salah satu penyedia, termasuk pembaruan keamanan. |
| Paket pemeliharaan bulanan | Rp2 juta sampai Rp5 juta per bulan | Contoh harga paket dari satu penyedia: Rp2 juta untuk perbaikan bug dan keamanan, Rp5 juta bila ada iterasi fitur berkala. |
| Perubahan dan tambahan fitur | Dianggarkan per permintaan | Sepakati tarif harian sejak awal agar tidak ada kejutan. |
| Layanan pihak ketiga | Bervariasi | SMS atau email massal, payment gateway, peta, dan lisensi komponen. |
Sebagai gambaran, sistem seharga Rp200 juta dengan pemeliharaan 15 sampai 20 persen berarti sekitar Rp30 juta sampai Rp40 juta per tahun di luar server. Angka ini sebaiknya dimasukkan dalam perbandingan vendor, sebab biaya pemeliharaan yang terlalu murah sering berarti dukungan yang tipis.
Tarif Developer dan Cara Menghitung Estimasi
Di balik setiap penawaran ada tarif tenaga kerja. Dua sumber kami menulis angka berikut: developer pengalaman 3 sampai 7 tahun di proyek enterprise berkisar Rp750 ribu sampai Rp1,5 juta per man-day, dan developer mid sampai senior secara umum Rp150 ribu sampai Rp500 ribu per jam atau Rp15 juta sampai Rp35 juta per bulan per orang. Spesialis seperti engineer data atau keamanan dapat lebih tinggi.
Dengan angka itu Anda bisa memeriksa kewajaran penawaran. Rumus kasarnya:
- Estimasi per man-day: jumlah man-day dikali tarif. Contoh: 200 man-day dikali Rp750 ribu sampai Rp1,5 juta menghasilkan Rp150 juta sampai Rp300 juta.
- Estimasi per tim dan bulan: anggota tim dikali bulan dikali tarif bulanan. Contoh: tim 3 orang selama 3 bulan dikali Rp15 juta sampai Rp35 juta menghasilkan Rp135 juta sampai Rp315 juta.
Kedua contoh di atas hanyalah hitungan ilustrasi dari tarif yang dipublikasikan, bukan penawaran. Pastikan juga peran project manager, desainer, dan penguji sudah termasuk atau dihitung terpisah, karena tarif developer saja belum mencakup semuanya.
Model Penetapan Harga: Fixed Price, Time and Material, Tim Khusus
- Harga tetap (fixed price): cocok bila kebutuhan sudah jelas dan tertulis. Anggaran mudah dikendalikan, tetapi perubahan lingkup biasanya dihitung sebagai tambahan.
- Time and material: Anda membayar jam kerja yang terpakai. Fleksibel untuk kebutuhan yang masih berkembang, dengan konsekuensi total biaya baru pasti setelah proyek selesai, sehingga perlu batas anggaran dan laporan progres rutin.
- Tim khusus (dedicated team): tim bekerja berkelanjutan untuk satu produk. Cocok untuk SaaS atau sistem yang terus berevolusi dengan peta jalan jangka panjang.
Banyak proyek memakai kombinasi: tahap discovery dan prototype dengan harga tetap, lalu pengembangan lanjutan dengan model lain setelah ruang lingkup jelas.
Custom Software atau Software Langganan: Mana yang Lebih Murah?
Software langganan terlihat murah di awal, tetapi biayanya berjalan selamanya dan naik sesuai jumlah pengguna. Software custom mahal di awal, lalu hanya menambah biaya pemeliharaan dan server. Perbandingan yang adil memakai biaya total selama beberapa tahun. Berikut contoh hipotetis dengan angka yang kami buat sendiri, bukan data klien:
- Software langganan: 40 pengguna dikali Rp300 ribu per bulan sama dengan Rp12 juta per bulan atau Rp144 juta per tahun. Selama lima tahun: Rp720 juta.
- Software custom: pengembangan Rp150 juta, pemeliharaan 20 persen (Rp30 juta per tahun), server Rp12 juta per tahun. Selama lima tahun: Rp150 juta ditambah Rp210 juta, yaitu Rp360 juta.
Dalam contoh ini custom software menjadi lebih murah setelah sekitar satu setengah tahun. Hasilnya berbalik bila langganan hanya Rp1 juta per bulan, karena itu hitung dengan angka Anda sendiri. Biaya langganan yang tidak tampak di awal juga perlu dimasukkan, misalnya biaya per tambahan pengguna, biaya integrasi, dan batasan penyesuaian. Pembahasan lengkapnya ada di perbandingan custom software dan software langganan, dan penanda kapan bisnis sebaiknya beralih ada di kapan bisnis membutuhkan aplikasi custom.
Butuh solusi digital untuk bisnis Anda?
Cara Menekan Biaya Tanpa Mengorbankan Kualitas
- Mulai dari MVP: rilis fitur inti dulu, lalu tambah modul berdasarkan pemakaian nyata. Ini mengurangi risiko membayar fitur yang tidak dipakai.
- Urutkan prioritas fitur: bedakan yang wajib dari yang bagus-bila-ada, dan tuliskan sebagai fase.
- Siapkan brief sebelum meminta penawaran: alur kerja saat ini, siapa penggunanya, sistem yang harus tersambung, dan contoh laporan yang dibutuhkan. Brief yang kabur membuat vendor menambah buffer risiko pada harga.
- Bayar discovery dengan serius: analisis kebutuhan di awal murah dibanding mengubah sistem yang sudah dibangun. Tahapannya dibahas di tahapan pembuatan aplikasi custom.
- Jangan memilih yang termurah: selisih besar biasanya berarti ruang lingkup berbeda, bukan efisiensi. Cek apa yang tidak dihitung.
Apa yang Harus Tercantum dalam Penawaran
Sebelum membandingkan angka dari dua atau tiga vendor, pastikan penawaran memuat hal yang sama:
- Daftar modul dan fitur per fase, dengan batas yang jelas tentang apa yang tidak termasuk.
- Apakah UI/UX, pengujian, deployment, pelatihan pengguna, dan dokumentasi teknis sudah dihitung.
- Jadwal per milestone beserta termin pembayarannya.
- Kepemilikan source code, database, dan akun cloud, serta siapa yang menanggung lisensi pihak ketiga.
- Masa garansi bug, waktu respons pemeliharaan, dan biaya setelah garansi berakhir.
- Perlakuan terhadap perubahan lingkup: siapa yang menyetujui, bagaimana dihitung, dan berapa tarif harian tambahan.
Untuk memilih vendornya, baca cara memilih software house, dan bila Anda mencari perbandingan penyedia, lihat rekomendasi vendor custom software development untuk perusahaan serta ulasan software house di Jakarta, Surabaya, dan Malang. Rincian faktor biaya untuk aplikasi pada umumnya ada di biaya pembuatan aplikasi.
Cara Sekawan Media Menyusun Estimasi
Sekawan Media tidak memasang daftar harga di situs, sebab biaya aplikasi custom bergantung pada ruang lingkupnya. Setelah konsultasi singkat tentang kebutuhan, klien menerima penawaran tertulis dengan ruang lingkup yang jelas. Ketentuan garansi, kepemilikan source code, dan dokumentasi teknis dicantumkan dalam penawaran tertulis tersebut. Layanan kami mencakup pembuatan aplikasi berbasis web dan aplikasi mobile. Seperti penyedia lain, silakan bandingkan penawaran kami dengan daftar periksa di atas.
Sumber Angka dalam Artikel Ini
Semua angka berasal dari halaman publik berikut yang kami baca pada 18 Oktober 2026. Rentang yang kami gabungkan memakai batas bawah dan batas atas dari sumber-sumber ini, dan angkanya dapat berubah.
| Sumber | Yang dipublikasikan |
|---|---|
| Codehero | Tabel estimasi 2026 per jenis proyek (Rp25 juta sampai di atas Rp1 miliar) beserta durasi |
| Mediatechindo | Rentang untuk ERP, CRM, mobile, marketplace, SaaS, HRIS, dan alat internal |
| Badr | Empat kategori sistem enterprise (Rp300 juta sampai di atas Rp3 miliar), tarif per man-day, biaya server |
| Embrace | Rentang web app, e-commerce, ERP, dan mobile per platform, serta tarif developer |
| Majapahit Teknologi | Lima kategori sistem, biaya berulang per tahun, pemeliharaan 15 sampai 20 persen |
| Etzal Group | Harga paket prototype dan MVP, serta paket pemeliharaan bulanan |
Kesimpulan
Gunakan tabel di atas untuk menaksir anggaran awal, lalu perjelas ruang lingkupnya sebelum meminta penawaran. Hitung biaya total beberapa tahun, termasuk pemeliharaan dan server, jangan hanya biaya pembuatan. Bandingkan penawaran dari dua atau tiga penyedia dengan brief yang sama, dan periksa apa saja yang termasuk atau tidak termasuk dalam harga. Bila Anda ingin menaksir kebutuhan sistem Anda, hubungi tim Sekawan Media untuk konsultasi awal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berapa biaya pembuatan software custom?
Berdasarkan angka yang dipublikasikan enam penyedia pada 2026, alat bantu internal sederhana berkisar Rp15 juta sampai Rp80 juta, aplikasi bisnis menengah Rp40 juta sampai Rp400 juta, ERP Rp150 juta sampai Rp2 miliar atau lebih, dan sistem enterprise mulai sekitar Rp800 juta sampai di atas Rp5 miliar. Harga pasti ditentukan oleh ruang lingkup tertulis.
Mengapa penawaran vendor bisa berbeda sangat jauh untuk kebutuhan yang sama?
Biasanya karena cakupan pekerjaan berbeda. Penawaran yang lebih mahal mungkin sudah memuat UI/UX, pengujian, deployment, dokumentasi, dan dukungan, sedangkan yang lebih murah hanya menghitung penulisan kode. Selisih juga muncul dari pengalaman tim, model kontrak, dan asumsi tentang perubahan lingkup.
Apakah ada biaya bulanan setelah software selesai?
Ada, meskipun bukan langganan lisensi. Anda menanggung server, pemeliharaan (salah satu penyedia memakai patokan 15 sampai 20 persen dari biaya pembangunan per tahun), dan biaya layanan pihak ketiga seperti payment gateway. Penyedia yang menjual paket pemeliharaan menulis angka mulai Rp2 juta per bulan.
Berapa lama pembuatan software custom?
Sistem sederhana 1 sampai 2 bulan, MVP 2 sampai 4 bulan, aplikasi bisnis menengah 3 sampai 6 bulan, dan ERP 5 sampai 12 bulan atau lebih menurut satu sumber. Kejelasan kebutuhan dan kecepatan keputusan di sisi Anda sangat memengaruhi durasi.
Lebih murah mana, software custom atau software langganan?
Tergantung jumlah pengguna dan jangka waktu. Langganan lebih murah di awal, sedangkan custom lebih murah bila dipakai bertahun-tahun oleh banyak pengguna dan Anda butuh penyesuaian. Hitung biaya total lima tahun untuk kedua pilihan, termasuk biaya per pengguna dan pemeliharaan, sebelum memutuskan.
Bagaimana cara menghitung estimasi biaya software custom sendiri?
Perkirakan jumlah man-day lalu kalikan dengan tarif developer (sumber kami menulis Rp750 ribu sampai Rp1,5 juta per man-day untuk proyek enterprise), atau kalikan jumlah anggota tim, jumlah bulan, dan tarif bulanan. Tambahkan server, lisensi pihak ketiga, dan pemeliharaan tahunan. Hasilnya hanya untuk menguji kewajaran penawaran.
Topik Populer
Punya kebutuhan aplikasi, website, atau sistem untuk bisnis Anda?
Sekawan Media menyediakan layanan pengembangan aplikasi, website, sistem informasi, hingga infrastruktur IT - dari pemetaan kebutuhan sampai implementasi. Ceritakan kebutuhan Anda, tim kami akan bantu mencarikan solusinya.