Blog, Digital Marketing

Apa Itu Retargeting dan Bagaimana Cara Kerjanya dalam Digital Marketing

Daftar Isi

Bagikan Artikel

Dalam lanskap digital marketing yang semakin kompetitif, mendatangkan pengunjung ke website adalah sesuatu, tetapi mengonversi mereka menjadi pelanggan adalah tantangan yang berbeda. Faktanya, sebanyak 98% audiens hanya mengunjungi website sekali dan tidak melakukan transaksi apa pun. Di sinilah strategi retargeting menjadi sangat relevan dan penting untuk dikuasai oleh setiap pelaku bisnis digital.

Artikel ini akan membahas secara lengkap apa yang dimaksud dengan retargeting, cara kerjanya, tujuan utamanya, hingga biaya yang perlu disiapkan.

Apa yang Dimaksud dengan Retargeting?

Apa yang dimaksud dengan retargeting? Retargeting adalah teknik digital marketing dengan menampilkan iklan kepada pengguna yang sebelumnya telah mengunjungi situs web Anda atau berinteraksi dengan konten Anda tetapi tidak menyelesaikan tindakan tertentu, seperti membeli produk atau mendaftar ke newsletter.

Singkatnya, retargeting adalah cara “mengejar kembali” calon pelanggan yang sudah menunjukkan minat tetapi belum mengambil tindakan. Tujuan utama retargeting adalah untuk mendorong audiens kembali ke website, sehingga mereka bisa melanjutkan tindakan konversi dari platform bisnis Anda.

Bagaimana Cara Kerja Retargeting?

Retargeting aktif dengan memanfaatkan cookie dan pixel tracking. Ketika seseorang mengunjungi website Anda, cookie akan dimasukkan ke dalam browser mereka (fajar, 2024a).

Secara teknis, retargeting merupakan sebuah metode digital marketing yang menggunakan teknologi berbasis cookie yang menggunakan kode Javascript sederhana untuk mengikuti audiens di keseluruhan website. Cara kerjanya dimulai dari meletakkan potongan kode kecil pada website (kode ini terkadang disebut sebagai pixel).

Alurnya secara umum berjalan sebagai berikut:

  • Pemasangan pixel: Pemilik website memasang kode pixel (misalnya Facebook Pixel atau Google Tag) di halaman situs mereka.
  • Pelacakan pengunjung: Setiap pengunjung yang datang akan “ditandai” oleh pixel tersebut melalui cookie di browser mereka.
  • Pengelompokan audiens: Pengunjung dikelompokkan berdasarkan perilaku mereka, misalnya: yang hanya melihat beranda, yang sudah memasukkan produk ke keranjang, atau yang sudah sampai halaman checkout.
  • Penayangan iklan: Iklan yang relevan kemudian ditampilkan kepada mereka di berbagai platform lain yang mereka kunjungi, seperti Google, Instagram, Facebook, atau situs berita.

Apa Tujuan Utama dari Retargeting?

  • Meningkatkan konversi: Banyak pengunjung situs web yang tertarik dengan suatu produk atau layanan namun tidak melakukan tindakan yang berupa konversi. Retargeting akan membantu mengingatkan mereka tentang produk tersebut sehingga meyakinkan mereka untuk melakukan transaksi.
  • Membangun brand awareness dan kepercayaan: Iklan yang terus ditampilkan kepada pengguna yang pernah melakukan interaksi dengan bisnis Anda, akan membantu meningkatkan kesadaran dan kepercayaan pelanggan. Pengguna cenderung akan memilih produk dari merek yang sudah mereka kenal dan percaya dibandingkan merek yang baru mereka ketahui.
  • Meningkatkan relevansi iklan: Menampilkan ikan kepada calon konsumen yang sudah memiliki minat sebelumnya tentu akan lebih efektif daripada menayangkannya ke khalayak luas. Sehingga, hal ini akan membuat iklan lebih relevan dan meningkatkan peluang konversi.
  • Mengoptimalkan anggaran marketing: Dengan berfokus kepada calon pelanggan yang telah menunjukkan minat, anggaran marketing akan lebih optimal penggunaannya daripada terus-menerus membayar untuk menarik pengunjung baru.
  • Menurunkan Cost Per Acquisition (CPA): Karena menargetkan pengguna yang lebih cenderung melakukan pembelian, retargeting sering kali memiliki biaya per konversi yang lebih rendah dibandingkan metode iklan konvensional.

Jenis-Jenis Retargeting yang Umum Digunakan

Jenis-jenis retargeting yang digunakan akan mempengaruhi dari mana pengunjung menemukan sebuah brand dan bagaimana cara untuk dapat memikat kembali pengunjung tersebut untuk melakukan transaksi. Berikut adalah beberapa jenis retargeting yang paling umum digunakan:

Site Retargeting

Site retargeting adalah bentuk paling sering dijumpai, di mana pemasar menargetkan pengunjung yang telah mengunjungi website dengan iklan di situs lain. Metode ini menggunakan pixel yang dipasang di halaman-halaman tertentu, sehingga iklan yang muncul bisa sangat spesifik. Misalnya hanya menampilkan produk yang benar-benar pernah dilihat oleh pengunjung tersebut.

Search Retargeting

Search retargeting menargetkan orang yang telah mencari sebuah keyword tertentu yang relevan dengan produk atau layanan. Berbeda dengan site retargeting, search retargeting dapat menjangkau orang yang belum tentu pernah mengunjungi website Anda, dengan syarat mereka pernah mencari kata kunci yang berkaitan di mesin pencari seperti Google.

Email Retargeting

Email retargeting menargetkan audiens yang telah membuka atau berinteraksi dengan email marketing, namun tidak melakukan tindakan lebih lanjut dari pesan email marketing tersebut. Misalnya, seseorang membuka email promosi Anda dan mengklik link produk, namun tidak jadi membeli. Mereka kemudian akan melihat iklan produk tersebut di platform lain.

Social Media Retargeting

Social media retargeting menggunakan platform sosial media seperti Facebook atau Instagram untuk menampilkan iklan kepada mereka yang telah berinteraksi dengan konten marketing di media sosial atau mengunjungi sebuah website bisnis. Jenis ini juga sangat populer karena platform media sosial memiliki sistem targeting yang canggih dan data audiens yang sangat kaya.

Strategi Retargeting yang Efektif

  • Segmentasi audiens secara spesifik: Jangan samakan iklan untuk semua orang. Bedakan antara audiens yang baru berkunjung dengan mereka yang sudah mengisi keranjang belanja.
  • Atur frekuensi iklan (frequency capping): Iklan yang terlalu sering, dapat membuat calon pelanggan merasa terganggu. Batasi frekuensi munculnya iklan agar tetap efektif.
  • Tawarkan insentif: Dengan adanya diskon khusus seperti gratis ongkir atau lainnya, iklan akan lebih menarik di mata calon pelanggan.
  • Lakukan A/B Testing secara konsisten: Gunakan berbagai jenis variasi iklan untuk melihat strategi mana yang paling berhasil. Gunakan data yang didapat untuk memaksimalkan iklan.
  • Manfaatkan marketing funnel: Untuk audiens yang baru mengetahui brand Anda, gunakan iklan yang memang bertujuan untuk memperkenalkan brand. Sedangkan untuk audiens yang akan melakukan pembelian, gunakan iklan yang menunjukkan penawaran insentif seperti diskon atau penawaran khusus lainnya.
  • Gunakan berbagai platform sekaligus: Setiap pelanggan pasti memiliki platform andalannya masing-masing. Dengan memperluas jangkauan, kemungkinan konversi juga akan bertambah.

Berapa Biaya Retargeting?

Jawabannya sangat bervariasi tergantung platform, industri, dan strategi yang digunakan. Retargeting umumnya mengikuti model pembayaran iklan digital yang sama, yaitu CPM (Cost Per Mille), CPC (Cost Per Click), atau CPA (Cost Per Acquisition).

CPM diukur berdasarkan jumlah biaya iklan yang dikeluarkan dibagi dengan jumlah iklan tayang sebanyak 1.000 kali. Sementara CPC adalah metrik yang menunjukkan berapa rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk setiap klik tautan.

Untuk gambaran biaya di Indonesia:

  • Meta Ads (Facebook & Instagram): Rata-rata CPM untuk Meta Ads di Indonesia sekitar Rp10.000 per 1.000 tayangan. Sedangkan CPC bisa berkisar antara Rp500 hingga Rp2.000 per klik, tergantung pada model industri dan target pasar. Budget harian bisa dimulai dari Rp15.000 hingga Rp75.000 per hari.
  • Instagram Ads: Mulai dari Januari 2024 hingga Agustus 2024, rata-rata biaya CPM Instagram Ads di Indonesia berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp24.000, dengan tren peningkatan setiap bulannya.
  • Efek retargeting terhadap biaya: Retargeting adalah strategi yang seringkali efektif dan bisa menurunkan CPM karena audiens yang ditargetkan sudah mengenal brand, sehingga kemungkinan mereka untuk berinteraksi dengan iklan tentunya lebih besar.

Selain itu, studi dari AdRoll menyebutkan bahwa strategi retargeting mampu meningkatkan rasio konversi hingga 150%, yang membuktikan bahwa retargeting adalah investasi yang sangat menguntungkan.

Kelebihan dan Kekurangan Retargeting

Kelebihan

  • Konversi lebih tinggi: Iklan menyasar orang yang sudah menunjukkan minat nyata, sehingga peluang mereka untuk kembali dan bertransaksi jauh lebih besar dibanding iklan biasa.
  • Efisiensi anggaran: Dengan retargeting ads, bisnis hanya perlu menampilkan iklan pada audiens yang sudah pernah mengunjungi website sehingga lebih potensial dalam melakukan transaksi. Hal ini dapat mengurangi biaya iklan untuk audiens yang tidak menjadi target.
  • Meningkatkan brand recall: Tampil berulang kali di hadapan calon pelanggan membuat brand Anda lebih diingat saat mereka siap membeli.
  • Personalisasi tinggi: Dynamic retargeting menampilkan iklan yang sangat personal, menampilkan produk spesifik yang pernah dilihat pengguna, lengkap dengan harga dan detailnya.

Kekurangan

  • Risiko and fatigue: Jika frekuensi iklan tidak dibatasi, calon pelanggan bisa merasa terganggu dan justru memberikan kesan negatif terhadap brand.
  • Ketergantungan pada cookie: Dengan perubahan kebijakan privasi (seperti penghapusan third-party cookies oleh browser modern), efektivitas retargeting berbasis cookie mulai menghadapi tantangan.
  • Butuh traffic awal yang cukup: Retargeting hanya bekerja jika sudah ada cukup pengunjung yang “ditandai”. Bisnis yang baru berdiri dengan traffic minim mungkin belum bisa memanfaatkan retargeting secara optimal.
  • Persaingan bidding yang semakin ketat: Semakin banyak pengiklan yang bersaing dalam lelang, semakin tinggi biaya iklan. Industri seperti keuangan, asuransi, dan perbaikan rumah cenderung memiliki biaya iklan yang lebih mahal.

Penutup

Retargeting adalah salah satu strategi digital marketing yang paling efektif untuk mengonversi pengunjung yang ragu-ragu menjadi pelanggan nyata. Dengan memahami cara kerjanya mulai dari pemasangan pixel, pelacakan pengunjung, hingga penayangan iklan yang personal dan tepat sasaran, bisnis dari skala kecil hingga besar bisa memanfaatkan strategi ini untuk memaksimalkan ROI dari anggaran marketing yang sudah dikeluarkan.

Kuncinya bukan sekadar memasang iklan retargeting, melainkan merancangnya dengan segmentasi yang tepat, frekuensi yang terukur, dan pesan yang relevan. Dengan kombinasi tersebut, retargeting tidak hanya akan meningkatkan konversi, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang yang lebih kuat antara brand dan pelanggan.

Jika bisnis Anda ingin meningkatkan efektivitas strategi digital marketing dan mengoptimalkan peluang konversi dari setiap pengunjung website, penerapan strategi retargeting yang tepat dapat membantu menjangkau kembali audiens potensial secara lebih personal dan relevan. Melalui layanan digital marketing dan pengembangan strategi pemasaran berbasis data, Anda dapat membangun kampanye iklan yang lebih terukur, efisien, dan sesuai dengan target bisnis. Konsultasikan kebutuhan digital marketing Anda bersama tim Sekawan Media dan temukan strategi pemasaran digital yang tepat untuk meningkatkan performa bisnis Anda.

Artikel Serupa

technical debt
Procurement Digital
data governance

Layanan Sekawan Media

Kami menyediakan layanan pengembangan aplikasi dan website untuk kebutuhan bisnis, mulai dari sistem custom hingga aplikasi skala enterprise.

Solusi Sekawan Media

Informasi Perusahaan

Ketahui lebih dalam tentang perusahaan kami beserta para personilnya untuk membangun kepercayaan sebelum memulai bisnis bersama kami.