Auditee Adalah: 4 Perbedaan dengan Auditor, Tugas, dan Tanggung Jawab yang Wajib Diketahui

Daftar Isi
Daftar Isi
Dalam praktik audit, istilah auditor dan auditee merupakan dua peran yang saling berkaitan. Pemahaman mengenai auditee menjadi salah satu aspek penting yang perlu diketahui oleh perusahaan sebelum melakukan audit. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya mampu menyelesaikan masalah, tetapi juga memahami proses audit dan tugas-tugas yang diemban oleh setiap pihak yang terlibat.

Auditee adalah pihak dari organisasi atau perusahaan yang akan diaudit oleh auditor. Dalam konteks audit, auditee tidak hanya menjadi klien auditor. Namun juga pihak yang menjalin kerja sama dengan auditor demi kelancaran proses audit.

Apa Itu Auditee?

Auditee adalah klien auditor atau seseorang dari perusahaan yang akan diaudit dan telah melaporkan dugaannya kepada auditor maupun Kantor Akuntan Publik (KAP) tertentu. Auditee tidak hanya seorang individu, tetapi juga dapat merujuk pada perusahaan, departemen, organisasi, atau lembaga lainnya.

Berkaitan dengan proses audit, auditee berperan sebagai penyedia informasi yang diperlukan auditor. Dengan demikian, proses audit bisa berjalan lancar, transparan, dan memiliki sumber komunikasi yang terbuka.

Perbedaan Auditor dan Auditee

AspekAuditor Auditee 
PeranPihak yang melakukan audit (pemeriksaan atau penilaian) terhadap organisasi atau perusahaan.Klien atau pihak yang diaudit dan berasal dari organisasi atau perusahaan yang diaudit.
Fokus Menilai dan memberikan saran perbaikan.Menyediakan informasi, memastikan kepatuhan, dan melakukan perbaikan sesuai dengan rekomendasi auditor.
Independensi Independen (bebas kepentingan) dan objektif.Pihak dari organisasi yang diaudit dan memiliki kepentingan terhadap hasil audit.
Tujuan Memberikan penilaian objektif dan profesional.Meningkatkan proses internal melalui perbaikan yang direkomendasikan auditor.

Tugas Auditee dalam Proses Audit

Menyiapkan Data dan Keperluan Administrasi 

Salah satu tugas auditee adalah menyiapkan data dan keperluan administrasi yang berhubungan dengan perusahaan atau dugaan sebelum audit dimulai. Dengan demikian, data-data dari auditee dapat menjadi bahan bagi auditor memahami perusahaan maupun dugaan yang dirasakan klien.

Memberikan Akses ke Informasi yang Relevan

Auditee juga bertugas memberikan informasi dan akses ke informasi yang dibutuhkan auditor. Baik informasi lisan, informasi dari dokumen, catatan, maupun sistem yang diperlukan untuk audit. Dalam konteks ini, auditee harus memberikan informasi maupun bukti yang relevan dan akurat.

Memiliki Pemahaman Mengenai Proses Audit

Proses audit tidak hanya harus dipahami auditor, tetapi juga auditee. Dengan demikian, auditee dapat mengetahui data apa yang dibutuhkan, meminimalisir adanya kesalahpahaman, hingga memastikan temuan audit relevan dan kontekstual.

Bekerja Sama dengan Tim Audit

Tugas auditee lainnya adalah memastikan bahwa auditor dan auditee memiliki komunikasi yang baik, terbuka, saling menghormati, dan mau membangun solusi bersama.

Identifikasi Risiko dan Kelemahan

Auditee adalah pihak yang paling mengerti kondisi perusahaannya, sehingga ia memahami aktivitas harian, alur kerja, maupun praktik operasional di unitnya. Dengan pemahaman ini, auditee dapat membantu auditor mengidentifikasi risiko melalui titik-titik yang rawan salah, proses yang rentan fraud maupun aktivitas yang bergantung pada individu tertentu.

Selain itu, auditee juga dapat menilai kelemahan pada sistem pengendalian internalnya. Caranya adalah dengan mengungkap prosedur yang belum terdokumentasi, pengendalian yang berjalan tidak konsisten, dan pemisahan tugas yang tidak memadai.

Mempertahankan Jejak Audit yang Lengkap dan Akurat

Ketika audit selesai dilaksanakan dan laporan telah diterbitkan, auditee bertugas menyimpan semua dokumen secara lengkap dan terorganisir. Dengan demikian, hasil audit tersebut dapat menjadi rujukan bagi perusahaan ketika terjadi hal serupa.

Berkolaborasi Mengembangkan Rencana Remediasi

Selama proses audit, auditee dapat menyumbangkan wawasan, pengetahuan, dan keahliannya untuk mengoptimalkan audit. Auditee dapat berkolaborasi dengan auditor untuk memastikan bahwa tindakan perbaikan sudah efektif dan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Menerapkan Tindakan Korektif

Ketika proses audit selesai, audit bertugas menerapkan tindakan korektif yang direkomendasikan auditor. Hal ini dilakukan berdasarkan tenggat waktu yang telah ditetapkan dan disetujui.

Tanggung Jawab Auditee terhadap Hasil Audit

Setelah semua proses audir selesai, auditee memiliki tangung jawab untuk menindak lanjuti audit secara terukur, seperti:

Menerima dan Memahami Temuan

Salah satu tanggung jawab auditee adalah mempelajari secara menyeluruh. Dengan demikian, auditee memiliki pemahaman mengenai akar permasalahan yang ditemukan, dampak risiko terhadap perusahaannya, dan alasan di balik rekomendasi yang diberikan auditor.

Diskusi dan Klarifikasi

Apabila ada hal-hal yang kurang jelas, auditee dapat mendiskusikan dengan auditor. Seperti, mengklarifikasi temuan yang belum dipahami, meluruskan kemungkinan perbedaan interpretasi data, dan mencari solusi perbaikan yang lebih sesuai dengan kondisi operasional.

Menandatangani Dokumen

Auditee juga perlu menandatangani Laporan Hasil Audit (LHA) sebagai bentuk pengakuan bahwa auditee telah menerima dan memahami hasil audit. Jadi, penandatanganan ini adalah simbol dari penegasan kesepakatan atas proses dan hasil audit, bukan pembenaran seluruh kondisi.

Menyusun Rencana Perbaikan

Dari rekomendasi auditor, auditee dapat menyusun rencana perbaikan yang akan dilakukan perusahaan. Rencana ini menjadi acuan dari tindak lanjut temuan audit.

Melaksanakan Tindakan

Setelah rencana telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam perusahaan, auditee dapat melakukan tindak perbaikan sesuai jadwal yang disepakati. 

Memantau Tindak Lanjut

Meskipun perbaikan di lapangan tidak dilakukan secara langsung oleh auditee, auditee tetap harus memantau proses tindak lanjutnya. Dengan demikian, dapat dilihat efektivitasnya dan dilakukan evaluasi apabila kurang sesuai dengan kondisi perusahaan.

Penutup

Auditee adalah subjek pemeriksaan auditor atau subjek yang akan diaudit. Dalam proses audit, auditee berperan penting menunjang kelancaran pemeriksaan. 

Sebagai pihak yang mengetahui seluk-beluk organisasi atau perusahaan yang akan diaudit, auditee mampu membantu auditor menyediakan beberapa hal yang dibutuhkan. Mulai dari data, dokumen, hingga informasi lisan. Dengan demikian, proses audit dapat berjalan dengan semestinya dan sesuai tujuan.

Pastikan setiap proses audit terdokumentasi dan termonitor dengan aplikasi audit internal. Wujudkan proses audit yang lebih terarah melalui pemanfaat aplikasi audit andal Audithink. Software terbaik dengan fitur-fitur komprehensif  yang mampu membuat audit lebih cepat dan akurat. Pelajari lebih lanjut implementasi aplikasi audit melalui sesi demo gratis.

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: