Audit Eksternal Adalah: Tujuan, Tahapan, Contoh, dan Biaya Layanan

Daftar Isi
Daftar Isi
Audit eksternal adalah pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan atau sistem pengendalian internal yang dilakukan oleh auditor independen. Audit ini menjadi jaminan bagi perusahaan atas kebenaran dan keakuratan laporan keuangan perusahaannya.

Apa itu Audit Eksternal?

Audit eksternal adalah proses pemeriksaan laporan keuangan oleh auditor dari pihak luar perusahaan. Audit jenis ini biasa dilakukan oleh auditor yang bekerja dalam firma akuntansi publik. 

Bertujuan memberi opini independen mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan. Mereka berperan sebagai agen yang memastikan bahwa laporan keuangan disajikan secara akurat dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. 

Dengan demikian, laporan keuangan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan manajemen perusahaan dan dapat dipercaya oleh publik maupun pemegang saham.

Perbedaan Audit Internal dan Audit Eksternal

AspekAudit InternalAudit Eksternal
Asal institusiAudit internal ditangani oleh auditor dari perusahaan yang akan diauditAudit eksternal ditangani oleh auditor independen dari luar perusahaan, seperti dari Kantor Akuntan Publik (KAP).
KualifikasiAudit internal ditangani oleh profesional dengan latar belakang yang sama dengan karyawan dalam perusahaan, yakni dari bidang akuntansi atau manajemen.Audit eksternal ditangani oleh profesional dengan latar belakang pendidikan spesifik, seperti akuntansi publik atau keuangan
Tujuan dan tanggung jawabMembantu manajemen perusahaan untuk memantau dan meningkatkan kinerja perusahaan.Memberi opini independen atas kebenaran dan kewajaran laporan keuangan perusahaan.
Ruang lingkupFokus pada pengendalian internal dan efisiensi operasional perusahaan.Fokus pada pengujian laporan keuangan dan pengendalian internal terkait laporan keuangan.
Waktu pelaksanaanTeratur dan berkelanjutanAkhir tahun atau saat perusahaan hendak melakukan sertifikasi laporan keuangan
Standar auditAturan menteri dan keputusan kepala BPKPStandar Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Apa Peran Auditor Eksternal?

Audit eksternal memiliki peran penting dalam menjaga kredibilitas laporan keuangan perusahaan. Peran tersebut meliputi:

  • Verifikasi laporan keuangan – auditor memeriksa laporan keuangan perusahaan secara mendalam dan memastikan laporan sesuai prinsip akuntansi atau standar pelaporan keuangan yang berlaku.
  • Pengujian transaksi – auditor memeriksa sampel transaksi untuk memastikan semua transaksi tercatat dengan benar dan konsisten.
  • Konfirmasi pihak ketiga – auditor mengkonfirmasi saldo dan transaksi kepada pihak ketiga untuk memastikan akurasi laporan keuangan.
  • Penilaian risiko penipuan – auditor menilai risiko penipuan untuk mendeteksi manipulasi atau penipuan dalam laporan keuangan.
  • Melaporkan opini audit – auditor menyusun laporan yang memuat opini kewajaran laporan keuangan.

Fungsi Audit Eksternal

Dalam praktiknya, fungsi audit eksternal adalah sebagai berikut.

  • Memberikan wawasan terkait laporan perusahaan.
  • Melakukan review secara berkala, seperti tahunan.
  • Memberikan penilaian mengenai kesesuaian laporan keuangan perusahaan dengan prinsip, pedoman, maupun aturan yang berlaku.

Tujuan Audit Eksternal

Tujuan utama pelaksanaan audit eksternal tidak hanya berfokus pada penilaian laporan keuangan, tetapi juga memberikan keyakinan kepada pihak eksternal. Selain itu, ada beberapa tujuan lain yang dicapai melalui jenis audit ini.

  • Menilai laporan keuangan perusahaan secara objektif.
  • Mengidentifikasi potensi risiko pada proses pengendalian internal.
  • Mengidentifikasi potensi fraud dan penyelewengan dalam kinerja perusahaan.
  • Memastikan laporan keuangan perusahaan sudah benar, layak, dan sesuai prinsip dan standar yang berlaku.
  • Menyajikan analisa sistematis terkait proses bisnis yang berlangsung di perusahaan.
  • Meninjau nilai aset yang dimiliki perusahaan.
  • Memberi rekomendasi terkait hal-hal yang perlu diperbaiki atau diubah pada laporan perusahaan.

Proses Audit Eksternal

proses audit eksternal

Perencanaan dan Persiapan

Tim audit menyusun rencana untuk proses audit yang akan berlangsung. Pada tahap ini, tim audit dapat bekerja sama dengan tim lain seperti tim keuangan untuk mendapatkan pemahaman terkait operasional perusahaan, sistem pengendalian internal, hingga area yang memerlukan perhatian khusus.

Pengumpulan dan Analisis Data

Selanjutnya, auditor mengumpulkan dokumen-dokumen yang mendukung proses audit. Seperti laporan keuangan, dokumen akuntansi, perpajakan, kontrak dan legal, dan dokumen lainnya. Dokumen-dokumen tersebut kemudian dianalisis untuk menilai kelengkapan laporan dan keakuratannya.

Evaluasi Manajemen Bisnis

Tahap ketiga audit eksternal adalah mengevaluasi efektivitas sistem pengendalian internal organisasi atau perusahaan. Auditor juga mengidentifikasi kelemahan manajemen bisnis dan area-area yang memerlukan perbaikan.

Pengujian Substantif

Pengujian substantif adalah pemeriksaan terhadap data dan transaksi keuangan yang dilakukan secara langsung. Tujuannya  untuk memastikan bahwa laporan keuangan benar, akurat, dan bebas dari kesalahan.

Pelaporan dan Rekomendasi

Auditor menyusun temuan audit secara rinci. Laporan audit juga mencakup masalah pada perusahaan dan rekomendasi perbaikan.

Tindak Lanjut dan Perbaikan

Tahap terakhir audit eksternal adalah auditor memantau tindak lanjut yang dilakukan perusahaan. Sementara perusahaan menanggapi temuan auditor dan memperbaiki kelemahan untuk menghindari masalah yang sama terulang.

Contoh Audit Eksternal di Perusahaan

Contoh studi kasus PT SDS,  perusahaan ritel yang memiliki gerai di beberapa kota.

  • Latar belakang: PT SDS berencana mengajukan pendanaan ke bank, sehingga memerlukan laporan keuangan telah diaudit oleh auditor eksternal.
  • Tujuan: pelaksanaan audit dilakukan untuk menilai kewajaran laporan keuangan sesuai standar akuntansi, memberikan keyakinan pada pihak bank dan investor, serta menilai efektivitas pengendalian internalnya terkait penjualan dan persediaan.
  • Pelaksanaan audit: pemeriksaan yang dilakukan berupa pengujian substantif terhadap transaksi penjualan dan penerimaan kas, stock opname untuk mencocokkan persediaan fisik dengan catatan sistem, rekonsiliasi bank dan penelaahan piutang usaha, serta meninjau secara analitis margin penjualan dan tren pendapatan.
  • Temuan: auditor menemukan selisih kecil persediaan akibat pencatatan yang terlambat di beberapa gerai dan prosedur rekonsiliasi stok yang belum dilakukan secara rutin.
  • Pelaporan: auditor membuat laporan dengan opini wajar tanpa pengecualian, dan rekomendasi perbaikan prosedur pengendalian persediaan.
  • Tindak lanjut: manajemen menindaklanjuti rekomendasi dengan menerapkan rekonsiliasi stok mingguan dan memperbaiki SOP pencatatan persediaan di seluruh gerai.

Biaya Audit Eksternal

Biaya audit eksternal di Indonesia dengan menugaskan auditor dari KAP cukup bervariasi. Berdasarkan Peraturan Dewan Pengurus Institut Akuntan Publik Indonesia Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Panduan Penentuan Imbalan Jasa Audit Laporan Keuangan, perhitungannya ditentukan oleh jam kerja yang dianggarkan pada setiap proses audit dan jumla tim.

Sebelum melakukan proses audit, pemimpin rekan dan atau rekan Akuntan Publik pada KAP harus menetapkan kebijakan panduan penentuan imbalan jasa. Dengan begitu, perusahaan dapat menghitung besar imbalan jasa yang harus dibayarkan pada KAP yang digunakan.

Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) juga memberikan ilustrasi dasar minimum imbalan jasa per jam yang ditetapkan berdasarkan jenjang karir auditor.

JabodetabekSelain Jabodetabek
Auditor juniorRp125.000Rp87.500
Auditor seniorRp185.000Rp155.000
SupervisorRp370.000Rp245.000
ManagerRp860.000Rp615.000
PartnerRp1.850.000Rp1.480.000

Nilai tersebut adalah nilai minimal yang dapat digunakan sebagai acuan untuk menentukan imbalan jasa. Anggota dapat menentukan nilai imbalan jasa per jam yang lebih tinggi dari nilai di atas.

Penutup

Audit eksternal adalah pemeriksaan yang dapat diandalkan oleh perusahaan. Praktiknya yang dilakukan oleh auditor dari instansi resmi seperti KAP, memungkinkan hasil audit lebih objektif dan bebas konflik kepentingan.

Selain memanfaatkan layanan audit dari instansi terpercaya, perusahaan dan auditor juga perlu menggunakan software audit yang mampu melakukan pemeriksaan dan penilaian lebih efisien, efektif, dan optimal.

Dalam konteks ini, Sekawan Media menghadirkan aplikasi audit internal dengan pendekatan risk based audit yang mampu membantu auditor mengidentifikasi objek audit paling berisiko. Dengan begitu, waktu yang digunakan dapat lebih optimal. Jadwalkan demo sekarang untuk mengetahui bagaimana aplikasi kami mempermudah pelaksanaan audit perusahaan.

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: