9 Cara Membuat ERP untuk Operasional Bisnis Lebih Efisien dan Terukur

Daftar Isi
Daftar Isi
Cara membuat sistem ERP melibatkan proses kompleks dan mendetail yang membutuhkan kemampuan teknis tinggi. Dalam kondisi ini, tim pengembang ERP tidak hanya harus memiliki kemampuan IT, tetapi juga pemahaman proses bisnis yang kuat, kemampuan analisis kebutuhan, arsitektur sistem, hingga pengembangan perangkat lunak.

Dengan sejumlah kemampuan tersebut, tim pengembang ERP dapat membangun sistem sesuai kebutuhan. Selain itu, mereka juga dapat menangani masalah-masalah terkait bug, pengujian aplikasi, hingga downtime operasional yang berpotensi muncul.

Apa Itu Sistem ERP dan Mengapa Banyak Perusahaan Membutuhkannya

Sistem ERP atau Enterprise Resource Planning adalah perangkat lunak yang dirancang untuk menangani berbagai proses bisnis melalui satu sistem yang terintegrasi. Sistem ini bekerja secara otomatis untuk mencatat, menyimpan, dan menghasilkan laporan yang dibutuhkan perusahaan.

Sistem ERP telah diandalkan berbagai perusahaan untuk menangani operasional bisnis. Mulai dari keuangan, sumber daya manusia, logistik, produksi, pemasaran, hingga manajemen rantai pasok.

Dengan mengaplikasikan sistem ERP ke dalam bisnis, perusahaan memiliki database terpusat, terstruktur, dan terorganisir dengan baik. Sistem yang berjalan otomatis, memungkinkan perusahaan menyelesaikan tugas-tugas manual dengan lebih cepat.

Sistem ERP juga dilengkapi dengan alat analisis dan pelacakan kinerja bisnis secara real-time, sehingga perusahaan bisa memantau kinerja perusahaan dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat.

Bagaimana Sistem ERP Dibuat?

Sistem ERP dibuat melalui serangkaian proses teknis dan kompleks. Mulai dari perencanaan, desain, pengembangan, pengujian, implementasi, hingga pemeliharaan. Sistem ERP tersusun atas modul-modul yang saling terhubung. Seperti keuangan, manajemen SDM, manufaktur dan produksi, hingga manajemen gudang.

Setiap modul memiliki sub-sub modul atau fitur yang menjalankan proses bisnis sehari-hari. Seperti dalam modul keuangan atau financial and cost control management terdiri dari fitur enterprise accounting, asset management, account payable, account receivable, dan lain sebagainya.

Langkah-Langkah ERP dari Nol

Meskipun ada banyak vendor yang menyediakan sistem ERP siap pakai, beberapa perusahaan terkadang memilih membangun ERP sendiri untuk menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Berikut cara membuat ERP dari awal.

1. Langkah 1 – Analisis kebutuhan bisnis

Pertama, ketahui kebutuhan bisnis agar software ERP yang dibuat bisa tepat guna. Tahap ini bisa dilakukan melalui dua metode, yakni wawancara dengan pemangku kepentingan dalam perusahaan dan membuat dokumen yang berisi kebutuhan perusahaan, fitur, dan fungsi yang diinginkan.

2. Langkah 2 – Menentukan Scope & Modul ERP

Pembangunan sistem ERP bisa dilakukan secara bertahap menyesuaikan anggaran, Sumber Daya Manusia (SDM) dan timeline. Setelah mengetahui kebutuhan bisnis, tim pengembang ERP dapat menentukan batasan ruang lingkup proyek dan modul-modul inti yang akan masuk dalam sistem. Misalnya, finance & accounting, inventory & warehouse, sales & distribution, dan lain sebagainya.

3. Langkah 3 – Menentukan Arsitektur Sistem

Kemudian tim menentukan arsitektur sistem ERP. Perencanaan arsitektur sistem ERP tersebut mencakup beberapa hal sebagai berikut.

  • Apakah modul ERP dibangun dalam satu aplikasi utuh (monolithic) atau dibangun menjadi layanan yang berdiri sendiri (microservices).
  • ERP dijalankan di server internal perusahaan (on-premise), cloud, atau mengombinasikan keduanya.
  • Data dalam setiap modul disimpan secara terpusat atau terpisah.
  • Sistem lain yang diintegrasikan dengan sistem ERP apa saja.

4. Langkah 4 – Pemilihan Teknologi (Backend, Frontend, Database)

Tahap keempat adalah memilih teknologi yang akan digunakan untuk membangun, menjalankan, dan memelihara sistem ERP, termasuk backend, fronted, dan database. Contoh teknologi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

  • Backend: Java (Spring Boot), Node.js, Python (Django atau FastAPI)
  • Fronted: React, Vue, Angular
  • Database: PostgreSQL, MySQL, SQL Server

5. Langkah 5 – Desain Database & Alur Data

Cara membuat ERP selanjutnya adalah mendesain database dan alur data. Pada tahap ini, tim mengidentifikasi data apa saja yang dipakai perusahaan, menentukan relasi antar modul ERP, alur datanya real-time atau batch, dan standar agar data yang tersimpan konsisten.

6. Langkah 6 – Pengembangan Modul ERP

Selanjutnya, tim mengimplementasikan sistem ke dalam kegiatan operasional perusahaan. Hal ini dilakukan secara bertahap mulai dari pengembangan modul sesuai prioritas, business logic sesuai SOP perusahaan, pembangunan fitur utama, dan menggabungkan modul agar data untuk menghindari duplikasi.

7. Langkah 7 – Testing & Quality Assurance

Pada tahap pengujian, tim bisa melakukan beberapa pengujian. Diantaranya sebagai berikut.

  • Unit testing: menguji bagian terkecil sistem untuk memastikan setiap modul bekerja sesuai logika
  • Integration testing: menguji interaksi antar modul untuk memastikan data prosesnya mengalir dengan benar antar modul.
  • User Acceptance Testing (UAT): menguji seluruh sistem dari sudut pandang pengguna bisnis untuk memastikan sistem sesuai kebutuhan dan alur kerja perusahaan.
  • Security testing: menguji keamanan sistem untuk memastikan sistem aman dari akses tidak sah, kebocoran data, dan celah keamanan lainnya.
  • Performance testing: menguji performa sistem untuk memastikannya stabil, cepat, dan responsif saat banyak user yang menggunakannya.

8. Langkah 8 – Deployment & Go-Live

Cara membuat ERP selanjutnya adalah menerapkan sistem ke operasional sehari-hari. Pada tahap ini, tim pengembang melakukan migrasi data dari sistem lama, melatih pengguna, melakukan pendampingan penggunaan, dan menentukan strategi go-live (penerapan ERP ke dalam operasional langsung secara penuh atau per departemen).

9. Langkah 9 – Maintenance & Pengembangan Lanjutan

Setelah ERP digunakan dalam jangka waktu tertentu, tim pengembangan melakukan maintenance. Mulai dari memonitor performa sistem, memperbaiki bug, menyesuaikan dengan perubahan bisnis, menambah modul atau fitur baru, dan mengoptimalisasikan dengan teknologi lanjutan seperti AI.

Bisakah Saya Membuat ERP Sendiri?

Sistem ERP dapat dibuat sendiri oleh perusahaan, terlebih ketika perusahaan ingin memiliki fungsi unik yang tidak dimiliki oleh sistem ERP siap pakai. 

Perusahaan yang membangun sistem ERP sendiri, biasanya memiliki proses bisnis yang sangat spesifik, tidak cocok dengan dengan sistem ERP umum, dan ingin kontrol penuh terhadap sistem.

Kendati demikian, pembangunan sistem ERP tidak selalu cocok untuk semua skala bisnis. Sebab, proses pengembangannya cukup kompleks dan memakan waktu lama. Perusahaan harus membuat tim IT internal dengan keahlian signifikan agar bisa mendesain sistem sekaligus menangani risiko bug yang berpotensi muncul.

Bisakah AI Membangun Sistem ERP?

Pembangunan sistem ERP menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) memerlukan penelitian lebih lanjut. Sebab, sistem ERP memiliki kompleksitas tinggi yang berdampak signifikan pada operasi bisnis. Apabila sistem ERP gagal menangani proses bisnis dengan akurat, dampak yang ditimbulkan bisa sangat fatal.

Mulai dari mengganggu operasional harian, menimbulkan kerugian finansial, hingga menurunkan kredibilitas perusahaan. Sistem ERP harus memiliki sejumlah komponen fundamental yang tidak boleh terlewat. Seperti basis data terpusat, modul-modul fungsional, proses bisnis yang terintegrasi, hingga antarmuka yang mudah dipahami.

Dalam aplikasi atau software, AI lebih banyak hadir sebagai fitur pendukung dibanding alat yang membangun sistem. Keberadaannya bukan sekadar pendukung, tetapi memperkuat fungsi dalam aplikasi atau software terkait.

Penutup

Membangun sistem ERP yang efektif adalah langkah penting untuk meningkatkan efisiensi dan integrasi proses bisnis secara menyeluruh, dari manajemen data hingga operasional harian perusahaan. Dengan pemahaman yang tepat tentang proses perencanaan dan pengembangan ERP, Anda dapat menyiapkan sistem yang kuat dan tepat guna sesuai kebutuhan bisnis.

Untuk solusi sistem yang sesuai kebutuhan operasional Anda, kunjungi halaman Beranda kami atau segera hubungi tim kami melalui Kontak untuk mendapatkan konsultasi dan dukungan yang profesional.

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: