Insentif Bikin Semangat Kerja Karyawan Makin Tinggi

Table of Contents
Table of Contents

Demi meningkatkan semangat kerja yang tinggi, perusahaan akan memberikan insentif kepada karyawannya. Hal ini dilakukan sebagai wujud apresiasi dari apa yang telah dilakukan karyawan untuk memaksimalkan pekerjaannya. Jika karyawan mampu melampaui target, maka mereka berhak untuk mendapatkan imbalan. Insentif merupakan bentuk penghargaan dari perusahaan secara langsung kepada karyawannya secara finansial.  

Apa Itu Insentif?

Samsudin menjelaskan bahwa insentif adalah pemberian upah atau gaji yang berbeda dan tidak berdasarkan evaluasi jabatan melainkan karena perbedaan prestasi kerja.  Hal ini dilakukan sebagai pendorong agar karyawan dapat meningkatkan kualitas kerjanya. Pada umumnya uang ini akan diberikan sebagai pemacu produktivitas dan efisiensi perusahaan dengan memanfaatkan kinerja karyawan yang memiliki kinerja tidak optimal. Oleh karena itu, adanya pemberian insentif diharapkan dapat membuat karyawan bekerja dengan baik untuk perusahaannya. Pemberiannya harus diperhatikan oleh setiap perusahaannya.

Semangat tidaknya karyawan dapat dipengaruhi dari besar kecilnya insentif yang diperoleh. Jika yang diterima tidak sesuai pengorbanannya dalam bekerja maka karyawan akan tidak bersemangat dan bermalas-malasan. Melalui kebijakan pemberian sistem insentif, sistem pemberian kompensasi diharapkan mampu menciptakan hubungan timbal balik dimana karyawan dapat memperoleh keadilan berupa pemberian kompensasi yang akan meningkatkan produktivitas dan motivasi kinerjanya, sedangkan perusahaan akan meningkatkan produktivitas usahanya. 

Tujuan Pemberian Insentif

bonus
Bonus ©Unsplash
  • Mempertahankan karyawan yang berprestasi untuk tetap dalam perusahaan, 
  • Memberikan kegairahan untuk menaikkan produktivitas, 
  • Memberikan perangsang dalam usaha mencapai kedisiplinan kerja karyawan yang utuh, 
  • Untuk meningkatkan OutPut
  • Menambah penghasilan dari pada karyawan. 

Jenis-jenis Insentif 

1. Bonus tahunan

Umumnya perusahaan mengganti peningkatan pendapatan karyawannya berdasarkan pada jasa pemberian bonus kerja di setiap tahunnya, setengah tahun, triwulan. Secara umum, pembagian bonus ini dilaksanakan 1 kali tiap tahunnya. 

2. Insentif langsung 

Bonus langsung tidak didasarkan pada rumus, tujuan ataupun kriteria kinerja secara khusus. Imbalan ini disebut juga bonus kilat yang diberikan dengan tujuan untuk mengakui konstribusi luar biasa karyawannya.

3. Insentif individu 

Insentif individu diberikan sebagai wujud pembayaran Bonus langsung terpopuler dan paling tua. Dalam hal ini, standarisasi kinerja individunya ditetapkan serta dikomunikasikan sebelumnya dan penghargaannya berdasarkan output individu. 

4. Insentif tim 

Keberadaan insentif tim yaitu di antara program semua organisasi dan program individu contohnya pembagian laba dan hasil. Sasaran kinerjanya sesuai dengan suatu hal yang perlu dilakukan tim kerjanya. Secara strategis, hal ini mengaitkan tujuan individu dengan kelompok kerja (umumnya maksimal 10 orang) yang saat gilirannya dikaitkan dengan berbagai tujuan finansial. 

5. Pembagian keuntungan 

Program pembagian laba mencakup 3 kategori. Pertama, program distribusi saat ini menyediakan presentase guna dibagi setiap tahunnya atau per triwulan pada karyawannya. Kedua, program distribusi ditangguhkan menempatkan penghasilan pada dana titipan untuk pemberhentian, cacat/kematian, maupun pensiun. Ketiga, program gabungan kisaran 20% perusahaan dengan program pembagian laba memiliki program gabungan. 

6. Bagi hasil 

Program gainsharing atau bagi hasil umumnya melibatkan seluruh karyawan di suatu perusahaan.

Baca Juga: Mengenal Bisnis Startup: Perkembangan, Peluang, dan Ide

Faktor yang Mempengaruhi Insentif

1. Kedudukan atau Jabatan 

Orang yang kedudukannya atau jabatannya lebih tinggi di perusahaan maka tentunya lingkup kerja dan tanggung jawabnya lebih besar serta memengaruhi roda kegiatan perusahaannya. Oleh karenanya pada pemberiannya, suatu perusahaan diharuskan melihat besarnya tanggung jawab serta tugas seorang karyawan yakni jika jabatannya lebih tinggi maka perusahaannya memberi insentif lebih besar.

2. Prestasi Kerja

Karyawan berprestasi dalam bekerja akan mendapat jumlah yang lebih besar dibanding karyawan yang prestasinya kurang menonjol. Oleh karenanya, karyawan yang prestasinya kurang akan lebih bersemangat dan giat dalam bekerja supaya perusahaannya bisa memberikan dengan jumlah yang lebih besar. 

3. Laba Perusahaan 

Perusahaan yang memberi insentif terhadap karyawannya akan mendapat keuntungan. Dengan demikian perusahaannya akan memberikannya terhadap karyawan berprestasi sebab bisa meningkatkan keuntungan untuk perusahaan tersebut.

Dasar Pemberian Insentif

A. Kinerja 

Melalui cara ini sistem insentifnya langsung menghubungkan besarnya jumlah uang yang akan diterima dengan kinerjanya yang sudah diperlihatkan oleh karyawannya. Hal ini berarti banyaknya bonus yang diberikan menyesuaikan dengan sedikit banyaknya hasil yang tercapai selama bekerja. Cara ini bisa diimplementasikan jika hasil kerja dilakukan pengukuran secara kuantitatif, sehingga dapat memberi dorongan terhadap karyawannya yang kurang produktif supaya lebih produktif dalam melakukan pekerjaannya. Selain itu sangat menguntungkan bagi karyawannya yang bisa bekerja secara cepat serta mempunyai kemampuan tinggi. Sebaliknya sangatlah tidak favourable untuk karyawan yang bekerjanya lamban ataupun telah lanjut usia. 

B. Lama Kerja 

Penentuan besarnya insentif berdasar pada lamanya karyawan menyelesaikan pekerjaannya. Cara menghitungnya bisa per bulan, per minggu, per hari, maupun per jam. Secara umum cara yang diimplementasikan jika terdapat kesulitan selama mengimplementasikan cara pemberiannya dilakukan berdasarkan pada kinerjanya. 

C. Senioritas 

Sistem insentif berdasar pada senioritas atau masa kerja karyawan disuatu organisasi. Pemikirannya didasari oleh karyawan senior, memperlihatkan tingginya kesetiaan seorang karyawan terhadap organisasi di tempat kerjanya. Karyawan yang semakin senior maka loyalitas terhadap organisasinya semakin tinggi, serta semakin tenang dan mantap. Dalam cara ini terdapat kelemahan yakni belum tentu senior berkemampuan tinggi ataupun menonjol, sehingga memungkinkan karyawan juniornya yang kemampuannya menonjol dipimpin oleh karyawan seniornya, namun tidak menonjolkan kemampuannya. Senior sebagai pimpinan bukan dikarenakan kemampuan yang dimilikinya tetapi disebabkan masa kerjanya. Di situasi tersebut bisa memunculkan karyawan junior yang energik serta dapat keluar dari suatu perusahaan.

D. Kebutuhan 

Teknik ini memperlihatkan insentif karyawannya didasarkan terhadap tingkat urgensi kebutuhan hidup secara layak dari karyawan. Hal tersebut artinya pemberiannya wajar jika bisa dipakai dalam memenuhi sebagian kebutuhan pokoknya, tidak kurang ataupun berlebihan. Hal tersebut memungkinkan karyawannya bisa bertahan di suatu instansi/perusahaan.

E. Keadilan dan Kelayakan 

Keadilan pada sistem insentif tidak diharuskan sama secara merata, namun wajib berkaitan dengan hubungan antara input (pengorbanan) dengan outputnya. Semakin tingginya pengorbanan maka bonys yang diinginkannya juga semakin tinggi, sehingga yang wajib dilakukan penilaian ialah pengorbanan yang dibutuhkan oleh jabatannya.  Input dari jabatan diperlihatkan oleh spesifikasi yang wajib dipenuhi seseorang sebagai pemangku jabatannya. Oleh sebab itu output yang diharapkannya juga semakin tinggi. Output diperlihatkan oleh bonus yang diperoleh karyawannya, dimana didalamnya mengandung keadilan yang wajib diperhatikan oleh karyawan sebagai penerima. 

F. Evaluasi Jabatan

Evaluasi jabatan sebagai upaya dalam penentuan dan perbandingan nilai jabatan dengan nilai jabatan lainnya pada organisasi. Artinya dalam menentukan harga/nilai relatif jabatan tertentu untuk melaksanakan penyusunan ranking pada penentuan bonus.

Hubungan Insentif dengan Semangat Kerja

semangat kerja
Semangat Kerja ©Unsplash

Dorongan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat seseorang diharuskan untuk bekerja. Jika perusahaan dapat memenuhi kebutuhannya, maka hal ini akan membuat karyawan semakin rajin  bekerja. Bonus ini diberikan untuk mendorong semangat kerja karyawan agar dapat bekerja diatas standar dan melebihi target. Jika perusahaan memberikannya berupa material maupun non material yang layak, maka karyawan pastinya akan meningkatkan hasil kinerjanya. Terdapat hubungan erat antara pemberian bonus dengan semangat kerja karyawan, insentif memberikan dampak positif bagi perusahaan karena karyawan akan lebih giat dalam bekerja. Namun sebaliknya, jika perusahaan memberikannya dengan jumlah yang sedikit atau bahkan tidak memberikannya sama sekali kepada karyawannya, maka mereka akan bekerja seadanya dan bermalas-malasan. Tentunya hal ini akan mempengaruhi produktivitas perusahaan. 

Pemberian insentif sangatlah berpengaruh pada tingkat semangat kerja karyawan. Adanya sistem pemberian bonus ini bertujuan untuk mendorong karyawan untuk meningkatkan kualitas kerja dan melampaui targetnya. Insentif juga menjadi bentuk apresiasi perusahaan terhadap karyawannya yang memiliki prestasi tinggi dalam bekerja. Jadi, bersemangatlah dalam bekerja dan dapatkan insentif kalian!

Sekawan Media membuka layanan jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS profesional dengan berbagai segmen bisnis dan target market sesuai dengan kebutuhan Anda.

Related Article

LAYANAN

Melayani berbagai kebutuhan pembuatan aplikasi dan website yang menjangkau area UMKM hingga bisnis berskala Enterprise.

Timah Electronic Office
PT. Timah Tbk
2018
Sistem Manajemen Transportasi
PT. Wijaya Putra Santosa
2019

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: