Menu Close

Cara Menghitung Rasio Profit Margin

Table of Contents
Table of Contents

Margin perusahaan perlu dihitung untuk mengetahui apakah penjualan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan mendapatkan keuntungan atau tidak. Margin merupakan segala sesuatu yang berkaitan dengan keuntungan. Margin sering disebut juga dengan profit, pada umumnya margin digambarkan dalam bentuk presentase. 

Definisi Margin

Margin adalah tingkat selisih antara biaya produksi dengan harga jual pasar. Pada dunia investasi, margin diartikan sebagai deposit investor untuk pembayaran harga beli saham atau komoditas. Kasmir menyebut bahwa rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan untuk mencari keuntungan. Rasio ini menunjukan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Rasio profitabilitas digunakan untuk menunjukkan efisiensi perusahaan. 

Pada dunia investasi trading, margin memiliki beberapa istilah lainnya seperti margin call dan margin account. Margin call atau permintaan margin merupakan suatu usaha yang dilakukan investor untuk menutupi kerugian saat harga saham mengalami penuruna secara drastis hingga mencapai harga dibawah harga awal membeli. Sedangkan margin account atau margin akun merupakan akun yang dibuat dalam manajer investasi yang digunakan sebagai akun untuk membeli saham.

Fungsi Margin

profit margin
Profit Margin ©unsplash
  1. Menentukan Jumlah Produk

Pihak manajemen perusahaan akan menghitung proyeksi margin produk atau jasa yang dihasilkan perusahaannya yang telah berhasil terjual. Jika proyeksi tersebut telah dihitung secara rinci, maka perusahaan dapat menentukan jumlah produk yang akan dipasarkan. Penghitungan kuantitas ini dilakukan agar proyeksi margin tidak meleset sehingga dapat meminimalisir kerugian. 

  1. Menentukan Pemasaran

Margin juga berfungsi untuk menentukan pemasaran, jika margin yang diperoleh sangat sedikit, maka perusahaan akan berpikir ulang dan mencari alternatif lain untuk memasarkan produknya dengan melakukan strategi pemasaran lainnya yang lebih murah. Perusahaan akan menghindari pemasangan iklan di media elektronik karena akan membutuhkan biaya yang lebih besar. Sebagai gantinya, perusahaan akan memasarkan produk atau jasanya di media sosial dan website penjualan agar penjualannya maksimal.

  1. Menentukan Harga

Harga merupakan variabel penting dalam dunia bisnis. Margin menjadi panduan perusahaan dalam menetapkan harga produk atau jasa yang dijual. Jika perusahaan tidak mengetahui proyeksi margin, maka dikhawatirkan penentuan harga produk berseiko tinggi akan meleset dan terjadi kerugian.

  1. Mengetahui Laba yang Didapat dalam Satu Periode

Setelah perusahaan mengetahui keuntungan yang didapatkan, selanjutnya pihak manajemen akan menyusun strategi lainnya mulai dari ekspansi bisnis untuk membuka cabang baru dan strategi bisnis lainnya.

  1. Mengetahui Perkembangan Laba dalam Jangka Waktu Tertentu

Margin juga berfungsi untuk mengetahui perkembangan laba dalam jangka waktu tertentu. Hal ini menjadi tolok ukur keberhasilan perusahaan dalam memasarkan produk atau jasanya apakah sudah sesuai dengan target pemasarannya.

Jenis Rasio Profit Margin

  1. Profit Margin on Sales

Ratio Profit Margin atau margin laba atas penjualan merupakan salah satu rasio yang digunakan untuk mengukur margin laba atas penjualan. Cara pengukuran rasio ini adalah dengan membandingkan laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih. Rasio ini juga dikenal dengan nama profit margin. Terdapat dua rumus profit margin, yaitu sebagai berikut:

  1. Margin Laba Kotor 

Margin laba kotor menunjukkan laba yang relatif terhadap perusahaan, dengan cara penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan. Rasio ini merupakan cara untuk penetapan harga pokok penjualan. Rumus untuk menghitung margin laba kotor yakni sebagai berikut:

Profit margin = penjualan bersih – harga pokok penjualan : Sales  

  1. Margin Laba Bersih

Margin laba bersih merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan pendapatan bersih perusahaan atas penjualan. Rumus untuk menghitung margin laba bersih yakni sebagai berikut:

Net profit margin = Earning After Interest and Tax (EAIT) : Sales

  1. Hasil Pengembalian Investasi (Return on Investment/ROI) 

Hasil pengembalian investasi atau lebih dikenal dengan nama Return on Investment (ROI) atau Return on Total Assets merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam 17 perusahaan. ROI juga merupakan suatu ukuran rentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya. Di samping itu hasil pengembalian investasi menunjukkan produktivitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri. Semakin kecil (rendah) rasio ini, semakin kurang baik, demikian pula sebaliknya. Artinya rasio ini digunakan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. Rumus untuk menghitung Return on Investment/ROI yakni sebagai berikut:

Return of Invenstment = Earning After Interest  and Tax :Total Assets

  1.  Hasil Pengembalian Ekuitas (Return on Equity

Hasil pengembalian ekuitas atau Return on Equity  atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih setelah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini akan menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Makin tinggi rasio maka akan semakin baik yang artinya posisi pemilik perusahaan akan semakin kuat, begitu pula sebaliknya. Rumus Return on Equity sebagai berikut: 

Return on equity = Earning After Interest  and Tax:  Equity 

  1.  Laba Per Lembar Saham Biasa (Earning per Share of Common Stock) 

Rasio laba per saham biasa atau biasa disebut juga rasio nilai buku merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Rasio yang rendah berarti manajemen belum berhasil untuk memuaskan pemegang saham, sebaliknya dengan rasio yang tinggi, kesejahteraan pemegang saham meningkat. Dengan pengertian lain, tingkat pengembalian yang tinggi. Keuntungan bagi pemegang saham adalah jumlah keuntungan setelah dipotong pajak. Keuntungan yang tersedia bagi pemegang saham biasa adalah jumlah keuntungan dikurangi pajak, dividen, dan dikurangi hak-hak lain untuk pemegang saham prioritas. Rumus untuk mencari laba per lembar saham biasa adalah sebagai berikut:

Laba Per Saham =         Laba Saham Biasa : Saham Biasa yang Beredar

Cara Menghitung Rasio Profit Margin

Misalnya pada sebuah pabrik sepatu kulit berhasil menjual sebanyak 10 ribu tas dalam jangka waktu satu bulan dengan harga Rp 200.000 per pasang. Biaya produksi dan pemasaran yang dibutuhkan memakan dana sebesar Rp 150.000. Berapakah margi n yang dihasilkan perusahaan tersebut?

Margin = Rp 50.000   :  Rp 150.000 x 100%= 33%

Maka rasio profit margin yang didapatkan oleh perusahaan sepatu kulit tersebut yakni sebesar 33% dar penjualan selama satu bulan. Perlu diingat bahwa suatu perusahaan yang memiliki rasio profit margin yang tinggi, maka pendapatan yang didapat akan berbanding lurus. 

Rasio profit margin perlu dihitung untuk mengetahui apakah penjualan pada saat itu mengalami keuntungan ataukah tidak. Penghitungan rasio profit margin juga diperlukan untuk menentukan harga jual produk atau jasa. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir adanya kerugian.

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan website profesional dengan berbagai jenis situs sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Related Article

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: