You are here:

Laravel vs Codeigniter: Framework mana yang terbaik?

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
laravel vs codeigniter

Laravel vs Codeigniter? Bagi seorang web developer sudah barang tentu mengenal istilah tersebut. Bagi yang masih belum tahu dan ingin mempelajari dan mengembangkan karir di dunia IT untuk membuat aplikasi berbasis website wajib untuk mengetahui istilah tersebut.

Laravel dan Codeigniter merupakan framework milik PHP. PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan bahasa pemrograman untuk membangun aplikasi berbasis website. PHP juga memiliki banyak jenis framework, tetapi yang paling populer saat ini adalah framework laravel dan framework codeigniter. 

Framework adalah suatu sistem atau kerangka kerja yang digunakan oleh para pengembang perangkat lunak agar setiap kode yang dibuat tersusun rapi dan terstruktur. Banyak sekali jenis framework yang telah dikembangkan dan tidak hanya PHP saja. Misalnya saja, framework JavaScript yaitu AngularJs, VueJs, ReactJs, dll. 

Untuk kali ini, kami memfokuskan pada framework PHP. Banyak yang masih belum mengetahui kelebihan dan fitur dari framework laravel dan codeigniter. Dari sini, kita akan mengenal setiap perbedaan dan dapat mengetahui cara kerja dari masing –  masing framework, agar untuk kedepannya anda dapat mengetahui dan menerapkan kedua framework tersebut sesuai dengan kebutuhan bisnis dan produk yang dibuat. Serta mengetahui framework terbaik, diantara Laravel vs Codeigniter.

Pengertian Laravel

Sebelum membahas mana yang lebih baik antara Laravel atau Codeigniter, anda harus mengenal terlebih dahulu apa itu Laravel. Framework Laravel adalah framework PHP yang dirilis sejak tahun 2011 dan dikembangkan untuk membantu dalam pengembangan aplikasi website agar lebih terstruktur dan lebih rapi. Laravel framework juga memberikan berbagai kemudahan dari segi fitur yang lebih menarik, elegan, dan lebih modern. 

Saat ini, banyak sekali developer yang menggunakan laravel sebagai framework untuk mendukung pengembangan produk suatu website dengan menerapkan arsitektur berpola MVC. MVC (Model, View, Controller) merupakan arsitektur dimana susunan kode akan dijalankan sesuai dengan setiap fungsinya dimana model digunakan untuk menempatkan algoritma program pada sisi backend. 

Sedangkan view digunakan untuk membuat tampilan luar yang dapat dilihat oleh client (frontend). Dan fungsi controller digunakan untuk menghubungkan antara model dan view. Setiap route dapat anda buat pada controller untuk siap dijalankan. 

Kelebihan dan fitur dari Laravel

Setelah mengenal apa itu framework laravel, selanjutnya anda harus mengenal lebih dahulu kelebihan dan fitur yang dipunyai laravel framework. Tentunya, setiap framework memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Dengan menggunakan framework yang lebih modern dan lebih kompleks, akan dapat meningkatkan produktivitas anda dalam bekerja sebagai seorang programmer. 

1. Kelebihan

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh laravel, diukur dari segi fitur dan penggunaan dari framework tersebut. 

  • Utilitas pemrograman dari framework laravel sangat membantu dalam pengembangan sebuah website. Selain itu, juga dikemas dalam modul yang baik sehingga memiliki pengaturan ketergantungan yang lengkap.
  • Waktu untuk proses development software menjadi lebih cepat dengan bantuan bantuan framework laravel yang memiliki arsitektur MVC.
  • Mendukung dari semua browser dan segala jenis perangkat yang ada sehingga, mampu meningkatkan jumlah pengunjung website.

2. Fitur

Berikut ini merupakan beberapa fitur dari laravel framework.

  • Modularity

Laravel telah menyediakan berbagai library dan modul untuk meningkatkan aplikasi web yang dibuat. Untuk proses update, telah terintegrasi dengan Composer Dependency Manager (CDM).

  • Command Line Tools

Command Line Tools yang disediakan oleh Laravel dinamakan “Artisan”. Di dalam tools tersebut menyediakan fitur untuk migrasi data, maintenance, database seeding, serve application, dll. 

  • Routing and Testing

Proses routing dalam Laravel sangat membantu developer dalam meningkatkan performa dari website. Untuk fitur testing, sangat memudahkan pengguna dalam berbagai studi kasus dan membantu pemeliharaan kode program. 

  • Blade Template Engine

Di dalam Laravel menggunakan blade template engine untuk mendesain layout, blok, serta konten dinamis yang telah ditentukan sebelumnya. Sebetulnya, kita bisa memilih untuk menggunakan template ini maupun menggunakan pure template dari PHP. 

  • ORM and Query Builder

ORM (Object Relational Mapper) merupakan fitur yang telah disediakan oleh Laravel. Untuk fitur query builder dari framework ini sangatlah powerfull dan sangat membantu dalam meng- query database dengan metode sederhana.

  • Authentication Process

Untuk proses autentikasi dengan menggunakan Laravel, anda dapat membuat sistem login yang lebih mudah dengan bantuan fitur dari Laravel. Anda tidak perlu lagi untuk membuat ulang sistem autentikasi sehingga, dapat mempersingkat proses pengembangan software.

Baca Juga: Pengenalan Apa itu Framework dan Jenisnya untuk Web Development

Pengertian Codeigniter

Setelah mengenal apa itu framework Laravel, selanjutnya kami akan mengulas apa itu Codeigniter hingga kelebihan dan fitur yang dimilikinya. Codeigniter (CI) merupakan framework PHP yang fungsinya hampir sama dengan Laravel dan bersifat open source. 

Arsitektur yang digunakan oleh Codeigniter sendiri menggunakan MVC sama dengan Laravel. Di dalam CI memiliki berbagai library dan helper yang bagus untuk pengembangan website bagi seorang web developer. 

Kelebihan dan fitur dari Codeigniter

Terdapat beberapa kelebihan dan fitur dari framework Codeigniter. Beberapa dari fitur tersebut telah banyak membantu komunitas developer Codeigniter untuk membuat aplikasi. Berikut ini beberapa hal mengenai kelebihan dari CI. 

1. Kelebihan

Kelebihan yang akan kami jelaskan disini tentunya telah kami saring sehingga anda mampu untuk membedakan antara kelebihan dari Laravel atau Codeigniter.

  • Performa yang dipunyai oleh framework Codeigniter lebih baik daripada Laravel. Karena tidak memerlukan resources yang terlalu banyak. 
  • Konfigurasi yang digunakan lebih mudah tidak terlalu kompleks apabila dibandingkan dengan Laravel.
  • Codeigniter mempunyai komunitas yang besar, sehingga sharing antar tiap developer dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. 
  • Dokumentasi yang dibuat oleh Codeigniter lebih lengkap dan dapat diperoleh dengan mudah melalui berbagai platform.

2. Fitur

Selanjutnya, kita masuk pada fitur apa saja yang dimiliki oleh Codeigniter framework. 

  • Template Engine Class

Untuk pemakaian dari template engine class hanya bersifat opsional dan tidak memaksa seorang pengembang untuk menggunakan template tersebut. Template engine sendiri tidak akan bisa menyamai kinerja dari PHP Native. 

  • Pictures Library

Dalam Codeigniter mempunyai library sendiri untuk mengatur konfigurasi dari gambar yang akan digunakan dalam sebuah website. Serta, mendukung penggunaan dari GD, Image Magick, dan NetPBM.

  • Flexible URI Routing

Fitur ini berfungsi untuk memetakan URL ke dalam resource tertentu dan memberikan nama yang berbeda pada resource tersebut. 

  • Extremely Light Weight

Sistem utama dari framework Codeigniter hanya membutuhkan library kecil, pun berbeda dari framework lain yang membutuhkan resources yang besar. Maka dari itu, framework ini terkenal ringan. Untuk library tambahan dimuat secara dinamis selama proses request, disesuaikan dengan kebutuhan pengembang.

  • Serve Class Email

Codeigniter juga menyediakan fitur khusus bagi email seperti, attachments, HTML / Text Emails, SMTP, POP, dan masih banyak lagi fitur yang lain.

  • Security and XSS Filtering

Fitur keamanan yang dimiliki oleh Codeigniter mampu menyaring adanya XSS (Cross Site Scripting) yang merupakan salah satu serangan injeksi kode berupa HTML atau Client script code.

Baca Juga: 15 Skill yang Wajib Dimiliki oleh Full Stack Developer

Laravel vs Codeigniter: mana yang lebih baik?

Setelah mengenal lebih dekat dengan framework Laravel dan Codeigniter. Sekarang, kita sudah mengetahui setiap kelebihan dan fitur yang dimiliki oleh masing – masing framework. Nah, jika ditanya mengenai manakah framework yang terbaik? Maka jawabannya adalah relatif. 

Setiap framework pasti memiliki kelebihan dan kekurangan serta penggunaan yang berbeda. Pastikan terlebih dahulu kebutuhan produk dan client sebelum mengembangkan software. Apabila anda membuat aplikasi dengan skala kecil, maka anda dapat mencoba dengan menerapkan framework Codeigniter yang memiliki konfigurasi mudah dan lebih kebutuhan resource lebih sedikit. 

Dan jika, kebutuhan produk berskala besar, maka kami merekomendasikan untuk memakai framework Laravel karena memiliki fitur yang lebih modern dan kompleks. Selain itu, waktu untuk proses pengerjaan program akan lebih cepat.

Kesimpulan

  • Laravel vs Codeigniter: Framework Laravel dan Codeigniter merupakan framework PHP yang bersifat open source untuk memudahkan pengembang dalam membuat aplikasi website lebih terstruktur. Untuk masing – masing framework memiliki kelebihan dan fitur yang berbeda.
  • Arsitektur yang dimiliki oleh kedua framework sama, yaitu menggunakan pola MVC. Untuk anda yang masih pemula dalam penggunaan framework, kami sarankan untuk mencoba belajar Codeigniter terlebih dahulu agar konsep dan pemahaman dari framework dapat tercapai.
  • Tidak menutup kemungkinan untuk anda langsung mempelajari framework Laravel, asalkan anda telah menguasai bahasa pemrograman PHP. Gunakanlah masing –  masing framework sesuai dengan kebutuhan produk yang dikembangkan serta perhatikan juga kompleksitas dan fitur dari website yang akan anda buat. 

Kami juga menyediakan jasa pembuatan website dengan menggunakan kedua framework diatas. Anda dapat hubungi lebih lanjut di kontak yang telah kami sediakan.

Artikel Lainnya

Go to Top
scroll-top