You are here:

15 Tool Populer untuk Mengembangkan Aplikasi Android

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
tool aplikasi android

Aplikasi android menjadi salah satu platform yang saat ini digemari oleh setiap developer dalam mengembangkan perangkat lunak berbasis mobile. Android merupakan sistem operasi (OS) yang berjalan dibalik layar dan dibuat oleh Google. Saat ini, di Google Play Store telah terdaftar lebih dari 2.2 juta aplikasi. 

Pengguna perangkat mobile saat ini juga mengalami peningkatan yang signifikan. Pengguna dari android sendiri di dunia lebih banyak daripada IOS. Dalam dunia programmer, developer android masih lebih banyak daripada developer IOS. 

Banyak sekali faktor yang menyebabkan pengguna perangkat mobile lebih memilih android daripada IOS. Faktor terbesar, customer lebih memilih perangkat mobile berbasis android yaitu faktor resource serta keuangan. Android sendiri memiliki banyak sekali aplikasi yang open source

Berbeda dengan IOS yang kurang memiliki banyak dukungan vendor. Tetapi, keunggulan yang paling utama dari IOS sendiri adalah dari segi keamanannya. Untuk sekarang, sangat sulit untuk menemukan letak kesalahan dan bug dari aplikasi yang berjalan di IOS. 

Di dalam pengembangan aplikasi mobile, terbagi menjadi tiga jenis. Pertama adalah aplikasi native, kedua adalah aplikasi hybrid dan terakhir adalah aplikasi web. Dalam aplikasi android sendiri memiliki ketiga jenis tersebut. Developer android tentu saja memiliki beberapa tool untuk membuat sebuah aplikasi yang berjalan dalam satu platform maupun cross platform. 

Berikut ini merupakan beberapa tools yang dapat digunakan untuk pengembangan aplikasi mobile berbasis android, baik dari segi native, hybrid, dan web.

Tool pada Aplikasi Native

Seorang developer pemula yang ingin belajar pengembangan aplikasi mobile, biasanya akan mempelajari aplikasi native. Aplikasi native sering disebut dengan original mobile app. Merupakan aplikasi mobile yang dikembangan dengan menggunakan bahasa pemrograman yang berjalan pada perangkat tertentu dengan sistem operasi Android, IOS, dan mobile OS yang lain. 

1. Android Studio

Android Studio merupakan IDE (Integrated Development Environment) yang diluncurkan oleh perangkat lunak raksasa, yaitu Google pada tahun 2013. Android studio memiliki kelebihan dalam proses testing (pengujian) yang dilakukan secara langsung dan tidak perlu menggunakan perangkat aslinya. 

Proses debugging dalam Android Studio dapat dilakukan secara langsung dengan bantuan Android Device Manager. Kemudian tampilan dari software dapat membantu kinerja dari setiap developer. Kelemahan dari IDE ini adalah dari sisi kebutuhan resources yang besar. 

Jika anda menggunakan IDE ini, maka harus menyiapkan spesifikasi hardware yang cukup besar. Dengan minimum RAM 4GB serta membutuhkan penyimpanan yang cukup besar untuk setiap assets nya. Tools ini tersedia dalam Windows, Linux, dan Mac OS. 

2. Android NDK

Android NDK (Native Developer Kit) merupakan assets yang menawarkan penggunaan library yang memungkinkan pengguna memanfaatkan bahasa C dan C# untuk mengembangkan aplikasi android. Kelebihan dari tools ini adalah memungkinkan pengembang dalam menyusun ulang kode program dan dapat diperbarui untuk proses pembuatan aplikasi. 

Selain itu, tujuan dari tools ini adalah untuk meningkatkan jumlah developer android yang menggunakan bahasa C dan C#. Android NDK juga dapat diintegrasikan dengan Eclipse IDE dan Visual Studio. 

3. Eclipse

Eclipse juga merupakan IDE sama dengan Android Studio. Fungsi utama dari penggunaan Eclipse sendiri adalah untuk mengembangkan aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman Java. Dalam Eclipse sendiri juga terdapat banyak sekali jenis plugin untuk mengembangkan aplikasi dengan bahasa pemrograman yang lain. 

IDE ini juga berfungsi untuk membuat aplikasi android dengan menggunakan Java. Banyak developer di seluruh dunia yang telah mengenal konsep OOP (Object Oriented Programming). Konsep tersebut sangat berhubungan dengan bahasa pemrograman Java sendiri.

4. Visual Studio Code

Siapa yang tidak mengenal IDE yang satu ini. Banyak sekali kelebihan yang dimiliki oleh visual studio code. Tampilan UI yang mempermudah developer dalam menyusun kode program dengan variasi warna yang diberikan pada setiap kode. Selain itu Visual Studio juga terbilang software yang memiliki spesifikasi rendah dan bersifat open source.

Kekurangan dari software ini adalah saat anda ingin menggunakan bahasa pemrograman harus menginstall terlebih dahulu plugin dan assets dari setiap bahasa. Selain itu,  proses penyimpanan pada IDE ini dan update yang dilakukan membutuhkan koneksi internet yang stabil agar program dapat tersimpan dengan baik. 

5. Longrange

Tool aplikasi android selanjutnya adalah Longrange. Longrange adalah native mobile app development tool yang memiliki berbagai komponen. Komponen tersebut meliputi tab, navigasi, form dan commands. Semua komponen tersebut membutuhkan instalasi dari LongRange serve

Fitur yang dimiliki oleh tools ini adalah tidak membutuhkan pengembangan aplikasi dengan bahasa JavaScript, HTML, atau CSS. Namun, hanya menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Java, C, dll. 

6. App Inventor

App Inventor merupakan tools yang digunakan untuk membuat aplikasi android oleh developer. Pemilik dari tools ini adalah MIT yang sebelumnya hanya dipakai oleh developer pemula. Banyak sekali tutorial mengenai tool ini, dan diharuskan anda telah mengenal lebih dalam mengenai algoritma dan struktur data. 

Aplikasi ini memungkinkan pengguna dalam meng- drag and drop untuk membuat objek visual pada aplikasi android. Oleh karena itu, tools ini juga disebut dengan visual block programming.

7. Buddy

Buddy merupakan tools yang digunakan tidak hanya untuk pengembangan aplikasi android, akan tetapi juga dapat diintegrasikan dengan website. Para pengembang GIT juga dapat membangun dan menyebarkan situs web dengan bantuan GitHub, GitLab, dan BitBucket.

Buddy juga terintegrasi dengan AWS (Amazon Web Service), Google, Azure, dan WordPress. Selain itu, kelebihan yang lain adalah memiliki tampilan UI / UX yang intuitif dan menarik. Dan mendukung berbagai bahasa pemrograman populer.

Baca Juga: 20 Bahasa Pemrograman Mobile yang Banyak Digunakan

Tool pada Aplikasi Hybrid

Setelah mengenal apa itu aplikasi native, selanjutnya dalam mobile app juga mengenal metode hybrid. Aplikasi hybrid sendiri adalah aplikasi mobile yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman web dengan bantuan SDK (Software Development Kit) Native melalui platform android, IOS, dll. Yang nantinya setiap aplikasi dapat berjalan diberbagai platform. 

8. React Native

Saat ini banyak sekali developer yang menggunakan aplikasi hybrid agar aplikasi mobile yang dikembangkan dapat berjalan di setiap platform. React Native menjadi salah satu pilihan dari pengembang untuk mengatasi problematika dalam pembuatan aplikasi dari web menjadi mobile. 

React Native merupakan framework JavaScript yang memudahkan pengguna dalam membuat aplikasi serasa menggunakan aplikasi native. Terdapat beberapa komponen yang dapat digunakan secara bersamaan antara android OS dan IOS. Jadi, programmer dapat membuat aplikasi mobile android dan IOS secara bersamaan. 

9. Ionic Framework

Ionic Framework adalah framework aplikasi mobile menggunakan HTML5 untuk mengembangkan mobile app dengan teknologi web. Pengembang tidak perlu bersusah payah untuk belajar mengenai bahasa java, kotlin, Objective – C, dll. Karena dengan tool ini, anda dapat mengembangkan aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman web. 

Dari sisi logic, Ionic menggunakan framework frontend dari JavaScript, yaitu AngularJS. Dengan menggunakan AngularJS, maka akan dibuat berjalan seperti halnya pada aplikasi native.

10. Xamarin

Xamarin merupakan IDE untuk membuat aplikasi mobile berbasis Android, IOS, dan Windows Phone. Xamarin juga telah terintegrasi dengan dua IDE lain, yaitu Xamarin Studio dan Microsoft Visual Studio. Jika anda pengguna Mac OS, dianjurkan untuk untuk menggunakan Xamarin Studio. 

Xamarin juga menjadi solusi bagi developer C# dalam mengembangkan perangkat lunak. Sehingga, untuk kedepannya dapat mengembangkan aplikasi multi-platform

11. Apache Cordova

Apache Cordova merupakan platform untuk membuat aplikasi mobile dengan menggunakan bahasa HTML, CSS, dan JavaScript. Tools ini juga didukung oleh sistem operasi berbasis Android, IOS, Windows Phone, dan Blackberry. Dalam Cordova sendiri juga disediakan API (Application Programming Interface) Plug – in untuk memudahkan pengembang dalam beberapa fungsi penting pada mobile.

12. PhoneGap

Tools ini hampir sama dengan Apache Cordova yang menggunakan bahasa pemrograman web. PhoneGap tidak hanya digunakan pada aplikasi android saja. Namun, juga dapat digunakan diberbagai platform seperti IOS, Blackberry serta windows phone.

13. Appcelerator

Appcelerator memperbolehkan untuk membuat aplikasi dengan penulisan kode yang singkat. Tool ini juga mendukung sistem operasi windows, IOS, Android, dan HTML5 Browser. Kelebihan dari Appcelerator adalah meningkatkan kinerja dalam mobile app development serta memiliki kapasitas penyimpanan cloud yang besar. 

14. Flutter

Flutter merupakan framework yang saat ini cukup dikenal di dunia mobile developer. Flutter juga didukung oleh Google dengan menggunakan bahasa Dart. Dengan menggunakan, flutter anda dapat membuat aplikasi Android maupun IOS dengan lebih mudah dan struktur bahasa yang digunakan sangat user friendly.

15. NativeScript

NativeScript merupakan tools yang menggunakan jenis codebase website (JavaScript dan CSS) untuk membangun aplikasi android dan IOS. Tool ini bersifat open source dan menggunakan framework JavaScript yaitu VueJs dan AngularJs. Selain itu juga menggunakan bahasa pemrograman seperti TypeScript.

Baca Juga: Mengenal AngularJS: Pengertian, Fitur, dan Komparasi dengan ReactJS

Tool pada Aplikasi Web

Dalam pengembangan aplikasi mobile, kita juga bisa menggunakan bahasa pemrograman dari web. Aplikasi web (Web App) sepenuhnya menggunakan bahasa dari web, dan untuk tampilan UI / UX nya dapat diatur sedemikian rupa sehingga mirip dengan aplikasi native pada umumnya. 

Terdapat fitur responsive untuk memudahkan tampilan dari website diubah menjadi tampilan yang sesuai dengan layout mobile. Kekurangan dari web app sendiri tidak dapat di publish ke dalam Appstore.

Kesimpulan

  • Dalam pengembangan aplikasi mobile berbasis Android memiliki berbagai macam tool yang dibagi atas menjadi 3 bagian. Yaitu, aplikasi native, aplikasi hybrid, dan aplikasi web. Setiap jenis memiliki fungsi dan peran yang berbeda.
  • Aplikasi native dapat berjalan pada perangkat OS tertentu. Aplikasi hybrid dapat berjalan diberbagai platform seperti Android, IOS, maupun Windows Phone. Dan aplikasi web dapat berjalan baik dari sisi website dan dari tampilan mobile.
  • Setiap developer tentu memiliki keahlian yang berbeda. Untuk penggunaan tools pada pembuatan aplikasi android ini, anda dapat menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang anda kembangkan.

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan aplikasi mobile di Malang untuk membantu kebutuhan bisnis dan menunjang produk software pada perangkat mobile.

Artikel Lainnya

Go to Top
scroll-top