• LAYANAN

      Melayani berbagai kebutuhan pembuatan aplikasi dan website yang menjangkau area UMKM hingga bisnis berskala Enterprise.

      Sistem Monitoring Internal Audit MIND ID
      MIND ID
      2022
      Aplikasi SMSCrops Syngenta
      PT Syngenta Seed Indonesia
      2018
  • TENTANG KAMI
  • PORTOFOLIO
  • KARIR
  • BERITA & INFORMASI
  • HUBUNGI KAMI

Apa Itu DNS, Fungsi, Cara Kerja dan Jenis-Jenisnya

Daftar Isi
Daftar Isi
DNS (Domain Name Server) adalah sebuah protokol yang berfungsi untuk menghubungkan alamat link (URL) dengan IP (Internet Protocol) dari user. Tujuan utama dari adanya DNS adalah sebagai sarana komunikasi antara server dengan website.

Ketika Anda mengakses sebuah website yang diketik berikut dengan nama domainnya, secara tidak sadar juga memanggil IP Address-nya. Misalnya saat ingin mengunjungi Google.com, maka alamat IP yang terpanggil adalah 172.18.11.456. IP Address digunakan untuk mengidentifikasi setiap website yang dimiliki oleh setiap perangkat komputer. Proses saling terhubung dengan jaringan internet inilah yang dibantu oleh DNS.

Kepanjangan dari DNS adalah Domain Name System merupakan sistem yang mengubah URL Website menjadi IP Address. Sistem ini juga mempermudah pengguna dalam mengunjungi sebuah website. DNS menerjemahkan alamat IP menjadi nama domain, seperti Bing.com, Facebook.com, dan sebagainya. 

Dalam artikel ini, Anda akan mengetahui tentang apa itu DNS, fungsi DNS, cara kerja DNS, keunggulan dan kekurangan DNS, serta macam-macam DNS. 

Apa Itu DNS?

DNS adalah server yang menghubungkan URL dengan IP Address. Setiap website memiliki alamat IP yang berbeda. Jika tanpa DNS, Anda perlu memasukkan secara manual alamat IP untuk mengakses suatu website. IP Address ini merupakan angka yang dimiliki oleh setiap perangkat yang terhubung dengan jaringan internet. 

Pengertian DNS secara singkat dapat diartikan ketika pengguna mengetik domain di browser, DNS bertanggung jawab untuk melakukan pencarian IP Address yang sesuai dengan website tersebut untuk berkomunikasi dengan server dan mengakses informasi dari website. 

Untuk memahami proses di balik resolusi DNS, penting bagi Anda mempelajari tentang berbagai komponen perangkat yang harus dilewati oleh kueri DNS. Namun sebelum itu, Anda perlu mengetahui fungsi dari DNS terlebih dahulu.

Fungsi DNS

Setelah Anda mengetahui apa itu DNS dengan perannya sebagai translator antara pengguna dan server, terdapat juga fungsi lainnya dari DNS, yaitu: 

1. Mencari alamat host untuk memenuhi permintaan client

Pada dasarnya penggunaan DNS adalah untuk menemukan alamat host yang didapatkan dari permintaan client. DNS berperan untuk memudahkan host-host yang ada di internet untuk saling terhubung melalui IP Address. 

2. Mengamankan aktivitas transfer data

Fungsi dari DNS selanjutnya adalah mengamankan setiap aktivitas transfer data pengguna. Permintaan data yang banyak dari user selama mengakses suatu website dapat diamankan oleh server DNS dan menyimpannya di data cache.

3. Mengolah informasi URL yang disesuaikan dengan IP Address

DNS memudahkan sistem komputer saat melakukan proses identifikasi alamat website karena hanya perlu membacanya lewat IP Address. DNS juga mengolah data informasi dari URL kemudian disesuaikan dengan IP Address-nya. 

4. Memudahkan pengguna (user) mengakses situs 

Jika sebelumnya pengguna pernah mengakses sebuah situs, DNS berperan untuk mencari data tersebut di cache dan melakukan recall history sehingga memudahkan pengguna mengakses kembali situs tersebut.

5. Memfasilitasi pengiriman email 

Ketika Anda mengakses internet, DNS bekerja secara otomatis mencarikan server yang tepat untuk mengirimkan email. 

Cara Kerja DNS

Selanjutnya, cara kerja DNS adalah dengan melalui tahapan-tahapan secara sistematis. Terdapat 5 tahapan cara DNS bekerja, mulai dari DNS Query, DNS Recursor, Root Name Server, dan TLD Name Server.

Berikut ini adalah penjelasan cara kerja dari DNS:

1. DNS Query

DNS Query merupakan istilah teknis untuk mengakses IP Address. Tahapan ini dimulai saat pengguna mengetik alamat website di URL Bar. Saat melakukan pencarian, sistem akan melakukan request menuju DNS Server yang akan disalurkan oleh sistem cache. Proses dalam DNS Query dikombinasikan dari tiga jenis:

a) Recursive query

Dalam recursive query, server DNS akan merespons dengan memberikan semua informasi yang relevan dengan permintaan user melalui pencarian root server dan authoritative name server

b) Iterative query

Pada situasi ini, klien DNS akan mengizinkan server DNS Resolver untuk mengembalikan informasi yang dapat dilakukan. Jika server DNS yang diminta tidak memiliki kecocokan dengan nama kueri, maka DNS Resolver akan mencari beberapa informasi pada root server dan authoritative name server yang sesuai dengan DNS zone

c) Non-recursive query

Biasanya server DNS akan melakukan cache pada catatan DNS untuk mencegah konsumsi bandwidth. Jenis ini adalah tipe pencarian informasi yang paling cepat. Ketika user memasukkan nama hostname, server telah berhasil menemukan informasi IP Address yang tersimpan dalam cache.  

Ruang server yang membantu menghubungkan domain dan ip address melalui dns

2. DNS Recursor

DNS Recursor merupakan server yang dirancang untuk menerima kueri melalui aplikasi seperti web browser. Biasanya recursor bertanggung jawab untuk membuat permintaan tambahan untuk memenuhi permintaan dari user.

3. Root Name Server

Selanjutnya, root name server adalah langkah pertama dalam menerjemahkan hostname menjadi IP Address. Hal ini dapat dianggap seperti indeks di perpustakaan yang berfungsi sebagai referensi menuju yang lebih spesifik.

4. TLD Name Server

TLD (Top Level Domain) Name Server dapat dianggap sebagai indeks khusus yang merupakan langkah selanjutnya dalam melakukan pencarian IP Address tertentu. Dalam contoh.com, server TLD adalah “com”-nya.

5. Authoritative Name Server

Server ini dapat dianggap sebagai kamus di sebuah rak buku, yang berarti nama tertentu dapat diterjemahkan ke dalam definisinya. Authoritative name  server memiliki akses ke informasi yang diminta, kemudian hal itu akan mengembalikan IP Address untuk hostname yang diminta kembali ke DNS Recursor.

Keunggulan DNS

Setelah mengetahui fungsi DNS, Anda perlu juga mengetahui kelebihan dari DNS, yaitu:

  1. Lebih aman
  2. Lebih mudah digunakan
  3. Lebih mudah dikonfigurasi
  4. Alamat host name tidak akan berubah
  5. Lebih mudah diingat

Kekurangan DNS

Selain memiliki kelebihan, DNS juga mempunyai kekurangan yang dapat Anda pertimbangkan, seperti:

  1. DNS sangat terbatas
  2. User menjadi terbatas
  3. DNS masih tergolong sulit untuk diimplementasikan

Macam-macam DNS Records

DNS Records merupakan instruksi yang disimpan pada server DNS yang disebut Zone File. Hal ini membantu server DNS untuk mengarahkan menuju kueri yang dituju. Berikut ini adalah beberapa macam DNS yang sering ditemui:

1. A (Address) Record

Berfungsi untuk menyimpan informasi mengenai hostname dan berperan sebagai penerjemah dengan mengubah nama domain menjadi IP Address.

2. AAAA Record

Ini digunakan untuk memetakan sebuah host ke alamat IPv6.

3. CNAME Record

Selanjutnya CNAME atau Canonical name mengalihkan domain atau subdomain lain, bukan ke IP Address. 

4. NS Record

NS atau Name Server adalah sebuah catatan untuk menuliskan nama domain ke dalam dari DNS untuk domain tersebut. 

5. MX Record

Mail Exchange (MX) Record berfungsi untuk mengidentifikasi server dalam menangani email yang digunakan untuk merekam server SMTP dan digunakan untuk saling berkirim email.

6. PTR Record

PTR atau Pointer disebut juga reverse DNS yang berarti kebalikan dari A Record. Pointer mengarahkan IP Address menjadi domain atau hostname.

7. CERT Record

Memiliki fungsi untuk menyimpan sertifikat keamanan.

8. TXT Record

Text record merupakan data DNS yang berisi informasi teks ke sumber di luar domain dan menyalurkan data yang dapat dibaca oleh mesin. Contohnya seperti validasi email, memverifikasi domain, dan sebagainya.

Kesimpulan

DNS atau Domain Name System merupakan sistem yang membantu mengubah nama domain menjadi alamat IP. DNS berfungsi untuk memudahkan user dalam menggunakan jaringan internet ketika terhubung ke sebuah website. 

Selain untuk membantu user dalam menggunakan website, terdapat berbagai fungsi dari DNS seperti mengamankan aktivitas pengiriman data, mengolah informasi URL, serta memfasilitasi email. DNS juga memiliki beberapa kelebihan mulai dari mudah digunakan, lebih aman, mudah diingat dan mudah dikonfigurasikan. 

Namun selain memiliki kelebihan, DNS juga memiliki kekurangan yang bisa Anda pertimbangkan dengan mempelajari cara kerja DNS dan mengetahui macam-macam DNS Record. 

Sekawan Media menyediakan layanan pembuatan aplikasi dan website profesional untuk membantu maksimalkan bisnis secara online melalui search engine Google.

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: