You are here:

Mengenal AngularJS: Pengertian, Fitur, dan Komparasi dengan ReactJS

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
pengertian angularjs

AngularJS merupakan kerangka framework yang dibentuk serta dikembangkan pada tahun 2009 oleh Misko Hervery dan Adam Arbrons. Saat ini urusan maintain atau pengelolaan dilakukan oleh Google. Menjadi framework banyak peminat menjadikan AngularJS populer.

Kemudahan penggunaan serta pengembangan yang menjadikan jenis framework JavaScript ini terus berkembang. Hingga saat ini terbukti bahwa telah memiliki versi terbaru yaitu versi 10.1.4.

Pengertian AngularJS

Lalu apa itu AngularJS? AngularJS merupakan salah satu jenis framework dari JavaScript yang menggunakan metode MVC (Model View Controller) dan saat ini dikelola oleh Google. Dimana metode MVC tersebut memiliki fungsi sebagai metode yang dapat memudahkan aplikasi untuk dikembangkan serta dilakukan pembersihan.

Dapat diartikan jug bahwa AngularJS adalah kerangka framework bersifat terbuka atau open source dalam penggunaannya bebas dikembangkan serta diterapkan oleh siapa saja. Oleh sebab itu banyak developer di seluruh dunia menggunakan framework ini sebagai pengembangan aplikasi atau website.

Pengelolaan dilakukan oleh Google menjadikan framework ini terpercaya serta memiliki performa tinggi, selain itu juga memiliki situs resmi untuk memberikan kemudahan pengguna dengan memberikan panduan atau petunjuk penggunaan. AngularJS menjadi front-end framework yang digunakan membangun aplikasi bersifat single page application.

Memiliki sifat dinamis yang memudahkan penerapan serta pengembangan HTML menjadi lebih luas. Penerapannya dalam aplikasi atau website memerlukan directive atau penanda elemen Document Object Model.

AngularJS memiliki bagian-bagian utama yang mempengaruhi prose kerja dari framework tersebut, bagian utama tersebut berupa

Ng- App pada bagian ini memberikan pengarahan definisi dan link dari aplikasi ke HTML.

Ng- Model memberikan arahan data aplikasi ke input kontrol HTML.

Ng- Bind menunjukan arahan ke tag HTML.

Fitur-fitur AngularJS

Dalam melakukan kerjanya  tentu AngularJS memiliki berbagai fitur yang mudah dipelajari menjadikan proses lebih singkat dilakukan. Fitur tersebut memiliki dua jenis yaitu fitur utama serta fitur core atau inti.

Fitur utama AngularJS antara lain:

  1. Framework dengan bahasa pemrograman JavaScript yang efisien untuk membangun Rich Internet Applications (RIA).
  2. Menggunakan metode MVC (Model View Controller) yang memudahkan dalam melakukan penulisan aplikasi atau pilihan pengembang pada sisi atau sudut pandang dari klien.
  3. Membaca kode JavaScript secara otomatis yang memudahkan dalam melakukan penyesuaian terhadap web browser yang akan digunakan.
  4. AngularJS framework gratis yang memiliki banyak peminat dan pengguna dan memiliki komunitas besar.

Fitur inti atau core dalam AngularJS adalah:

1. Data Binding

Berfungsi untuk sinkronisasi atau penyesuaian antara Model dan View pada AngularJS.

2. Scope atau Lingkup

Berguna untuk menempelkan antara Controller dan View yang berbentuk objek mengacu pada Model.

3. Controller

Kumpulan fungsi-fungsi JavaScript yang dibuat pada AngularJS.

4. Service atau Layanan

Pelayanan pada AngularJS yang berbentuk objek tunggal sekali pakai di sebuah aplikasi untuk membuat XMLHttpRequests. 

5. Filter

Pilihan item pada array yang dapat diterapkan serta menghasilkan array baru.

6. Directive atau Arahan

Directive atau penanda elemen Document Object Model, dapat digunakan sebagai kustom pembuatan tag pada HTML.

7. Template

Tampilan informasi dari Controller dan Model dan pada satu halaman memiliki beberapa tampilan.

8. Routing

Proses perpindahan tampilan atau switching.

9. Model View Whatever

Pembagian kerja serta memiliki tanggung jawab masing-masing yang akan memudahkan proses kerja. Dengan menerapkan pembagian kerja berupa Model, Controller, dan View (MCV) serta ke metode lebih dekat menjadi MVVM (Model-View-Viewmodel).

10. Deep Linking

Pemberian izin untuk melakukan encode aplikasi dalam URL dan dapat dilakukan bookmark yang mampu melakukan restore pada kondisi terakhir pada URL.

11. Dependency Injection

Memiliki ketergantungan injeksi sehingga memudahkan seorang developer dalam melakukan uji coba serta mengembangkan aplikasi atau website.

Baca Juga: Pengenalan Apa itu Framework dan Jenisnya untuk Web Development

Fungsi AngularJS

Fungsi yang dimiliki oleh AngularJS adalah dengan menjadi sebuah framework yang diterapkan pada website, dengan menggunakan kode dari JavaScript. Memiliki banyak fungsi untuk melakukan pengembangan, pembuatan, serta maintain dari website tersebut. 

Kemudahan dalam pengelolaan yang membantu pekerjaan developer dengan mudah mengelola website. Oleh karena dalam penerapannya juga secara bebas dan gratis yang akan memudahkan siapapun yang ingin mengelola website mudah menerapkan ke dalam website.

Kelebihan AngularJS

Dalam menggunakan AngularJS tentunya memiliki kelebihan atau keuntungan serta memiliki kekurangan atau kelemahan. Mari kita bahas kelebihan atau keuntungan penggunaannya dalam sebuah website.

  1. Memudahkan developer untuk melakukan pembuatan aplikasi karena mampu melakukan pengelolaan SIngle Page Application secara mudah.
  2. Tingkat interaksi dengan HTML tinggi karena memiliki kemampuan melakukan data binding pada HTML.
  3. Memiliki komponen yang dapat digunakan kembali.
  4. Memiliki sifat Dependency Injection yang membantu pekerjaan developer dalam melakukan penulisan komponen atau kode yang terpisah satu sama lain.
  5. Kemudahan dalam melakukan pembuatan kode sehingga menghasilkan cara yang lebih singkat dan efisien.

Diantara kelebihan serta keunggulan yang dimiliki, tentunya memiliki kelemahan atau kekurangan berupa:

  1. Keamanan kurang, sehingga keamanan harus terus menerus dijaga. Terutama pada server dan autentifikasi aplikasi atau website.
  2. Tingkat ketergantungan dengan web browser tinggi, hal ini disebabkan karena pada web browser 

Baca Juga: Framework JavaScript: Pengertian, Kelebihan, dan Framework Terbaik 

AngularJS vs ReactJS

AngularJS menjadi pilihan framework oleh banyak developer saat mulai dikembangkan pada tahun 2010, penggunaan metode MVC dengan pengambilan data dua arah yang memudhkan dalam melakukan pengumpulan data serta kode data terdokumentasi dengan baik. 

Namun AngularJS juga memiliki kekurangan berupa kelemahan dalam melakukan kinerjanya. Sehingga munculah ReactJS yang dikabarkan sebagai framework JavaScript yang lebih baik daripada AngularJS. Mari kita lakukan perbandingan diantara kedua framework tersebut.

Perbedaannya dapat diketahui dari berbagai fitur atau layanan-layanan tampilan pada framework itu sendiri. 

Data Binding

AngularJS menggunakan dua langkah dalam melakukan data binding yang terhubung dengan Document Object Model (DOM) yang menjadikan interaksi dapat dilakukan oleh pengguna dalam melihat hasil dari view dan model. Dimana data binding yang dilakukan dua arah dapat meningkatkan risiko dari terjadinya error dalam website. 

ReactJS melakukan data binding dengan penerapan satu langkah yang akan memudahkan dalam melakukan implementasi, serta memiliki tingkat ketergantungan rendah yang akan mengurangi terjadinya error pada website.

Jenis tampilan

AngularJS menerapkan tampilan metode MVVM (Model-View-View-Model) yang memiliki tool lengkap seperti data link, navigasi, dan implementasi HTTP.

Sedangkan pada ReactJS harus menggunakan kode lain seperti REdux dan Flux sebagai controller untuk navigasi.

Performa

AngularJS memiliki performa yaitu memberikan layanan berupa kecepatan membuka website sehingga mampu mempersingkat loading pada website. Karena memiliki pelayanan tampilan pada sisi klien, sehingga meningkatkan kecepatan pada pembukaan pada website.

ReactJS menggunakan layanan DOM yang dilampirkan pada performa website sehingga akan mempercepat loading halaman pada website.

Directives dan Template

AngularJS menggunakan directive untuk bekerja dengan DOM, seperti directive pada umumnya yaitu ng-bind, ng-app dan lainnya. Dalam hal ini juga mampu menciptakan directive baru.

ReactJS tidak memiliki template yang sering digunakan pada website, sehingga template yang dibuat ditentukan dari penulisan secara langsung tersebut.

Tingkat skalabilitas 

AngularJS memiliki kemudahan dalam melakukan tingkat skalabilitas pada website.

ReactJS sedangkan pada tingkat skalabilitas framework ini sama dengan framework VueJS yang mudah untuk dilakukan tes website. 

Dari penjelasan serta perbandingan yang sudah dijelaskan di atas menjadi perbandingan serta referensi dalam melakukan pemilihan framework yang akan diterapkan pada website yang dimiliki. Tentunya kedua framework tersebut memiliki keunggulan masing-masing dalam melakukan kerjanya.

Kesimpulan

  • AngularJS merupakan framework JavaScript yang memiliki fungsi serta keunggulan tersendiri.
  • Memiliki fitur utama serta fitur inti untuk membantu kerjanya.
  • Dalam pemilihan framework ini sering digunakan oleh banyak developer di seluruh dunia.
  • Perbandingan dengan framework lainnya, AngularJS berbanding dengan ReactJS.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi mulai dari skala kecil hingga berskala enterprise. 

Artikel Lainnya

Go to Top
scroll-top