Menu Close
Close
Table of Contents
Table of Contents

Apakah anda pernah memikirkan jika ada suatu aplikasi dimana dapat membantu pekerjaan programmer tanpa harus membuat komponen dari awal? Pastinya, dapat sangat membantu pekerjaan agar lebih efektif dan cepat dalam proses pengembangannnya. API adalah solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Saat ini banyak sekali pengembang maupun perusahaan besar sekelas Google maupun Facebook yang menggunakan dan membuat API mereka sendiri. Pada artikel kali ini akan membahas lebih dalam mengenai fungsi, jenis, arsitektur, cara kerja, hingga contoh dari API itu sendiri.

Pengertian API

Application Programming Interface atau API adalah sebuah antarmuka yang digunakan untuk menghubungkan antara satu aplikasi dengan aplikasi yang lain. Peran dari API adalah untuk sebagai perantara yang menghubungkan aplikasi berbeda, baik dari platform yang sama maupun lintas platform.

Kami akan analogikan seperti anda ingin membeli barang pada situs platform jual beli online. Nah, agar anda dapat membeli dan memilih barang serta dapat melakukan transaksi pembelian, tentu anda akan mengakses situs platform penyedia layanan jual beli online seperti ecommerce. Jadi API disini adalah sebagai sebuah ecommerce atau perantara untuk menghubungkan pemilik toko atau barang dengan konsumen.

API juga digunakan sebagai alat untuk melakukan kegiatan komunikasi dengan developer menggunakan berbagai jenis bahasa pemrograman. Developer tidak perlu untuk menyediakan data sendiri, namun cukup dengan mengambil data dan informasi dari platform melalui API.

Kemudian, API juga dapat mengembangkan sebuah website dengan berbagai kemudahan fitur yang dimilikinya. Sebagai contoh apabila anda sering menggunakan WordPress, pasti banyak menjumpai fitur yang memudahkan dalam mengintegrasikan suatu API ke dalam sebuah situs dan platform miliknya.

Jenis – jenis API

Selanjutnya, kita akan masuk pada pembahasan mengenai jenis – jenis dari API. Menurut penggunaannya, API terbagi menjadi empat jenis sesuai dengan hak aksesnya. Berikut merupakan penjelasan dari keempat hak akses tersebut.

      1. Private API

Jenis API pertama yaitu Private API, dimana hak akses jenis ini penggunaannya tidak terbuka secara umum dan cenderung dibatasi. Biasanya, penggunaan Private API digunakan dalam ruang lingkup yang lebih kecil. Sebagai contoh, API dari back end untuk menghubungkan informasi kepada front end melalui platform website, serta API pada aplikasi untuk mengembangkan aplikasi mobile.

      2. Public API

Yang kedua merupakan kebalikan dari Private API, dimana Public API ini dapat digunakan oleh setiap orang tanpa dibatasi penggunaannya. Cakupan dari penggunaannya sangat luas dan bersifat open source. Sebagai contoh, Google Maps API juga menerapkan hak akses Public API. Cukup hanya dengan mendaftarkan saja pada platform tersebut untuk dapat mengakses data dan sumber informasinya.

      3. Partner API

Yang ketiga, hampir sama dengan Public API. Namun, terdapat sebuah aturan khusus dimana yang dapat menggunakan interface ini adalah user yang sudah mendaftarkan diri terlebih dahulu dan memiliki izin penggunaannya. 

     4. Composite API

Dan yang terakhir, merupakan jenis hak akses untuk dapat menyimpan data pada berbagai server di dalam satu tempat saja. Tentunya, dengan menggunakan hak akses ini, memiliki beberapa kemudahan dalam kecepatan dan fleksibilitas akses data, serta menghemat waktu pengguna.

Fungsi API

Setelah mengetahui jenis dari API, berikutnya kita akan masuk pada pembahasan mengenai fungsi API. Di dalam proses penerapannya, API memiliki berbagai kemudahan dan keuntungan yang dapat dirasakan oleh setiap Developer. Berikut merupakan beberapa fungsi utama dari penggunaannya.

      1. Membantu beban kerja dari server

Fungsi pertama dari API sendiri adalah untuk membantu tugas dari server. Dimana, dengan menggunakan sebuah antarmuka khusus ini, maka server tidak perlu mencari dan menyimpan semua data. Cukup dengan memanggil atau meminta API untuk mendapatkan data dari server asal.  Dengan kondisi tersebut, server yang anda gunakan tidak akan terbebani tugas terlalu berat.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Apa itu Data Center di Dunia IT

      2. Mengembangkan aplikasi lebih cepat dan efektif

API memberikan kemudahan dan manfaat dari sisi pengembangan aplikasi. Anda tidak perlu melakukan menghubungkan dua aplikasi untuk melakukan komunikasi. Cukup dengan menggunakan bantuan API, maka komunikasi dapat terjalin dengan baik.

Kemudian, proses integrasi dan penambahan beberapa fitur pada aplikasi akan menjadi lebih cepat. Anda tidak perlu lagi untuk meng –update beberapa fitur secara manual. Dengan bantuan API, permasalahan tersebut dapat teratasi dengan cepat dan tepat. 

Baca juga: Jenis Aplikasi Berbasis Web Beserta Contoh Penerapannya

      3. Menciptakan aplikasi yang bersifat fungsional

Manfaat lain dari penggunaan API ini adalah menciptakan aplikasi yang lebih fungsional dan memiliki struktur yang kompleks. Maksudnya, dalam menambahkan informasi tidak perlu melakukan input secara manual. Cukup dengan menggunakan bantuan API dapat menampilkan fitur yang sama dengan aplikasi tujuan.

Sebagai contoh penerapannya pada platform layanan transportasi seperti Gojek dan Grab. Kedua platform tersebut tidak perlu untuk membuat fitur untuk menampilkan peta pada aplikasi. Cukup dengan mengintegrasikan dengan Google Maps API, seluruh data terkait pemetaan wilayah dapat terakses secara otomatis melalui platform tersebut.

Arsitektur API

Sama seperti bangunan, API juga memiliki unsur pembentuk suatu pondasi agar bangunan yang dibuat dapat bertahan dengan cukup lama. Setidaknya, terdapat tiga macam arsitektur yang sering dipakai pada API.

      1. RPC (Remote Procedure Call)

RPC merupakan salah satu teknologi yang digunakan untuk membantu kinerja dari client side dan server side dalam hal komunikasi, serta dapat dilakukan dengan konsep yang sederhana. 

RPC sendiri memiliki dua jenis, yaitu XML-RPC dan JSON-RPC. Perbedaan dari kedua jenis terletak pada media perpindahan datanya. Jika XML-RPC menggunakan media berupa XML (Extensible Markup Language). Sedangkan JSON-RPC menggunakan JSON (JavaScript Object Notation) sebagai media untuk memindahkan suatu data.

      2. REST (Representational State Transfer)

REST merupakan salah satu jenis arsitektur API yang cukup populer sekarang. Kelebihan dari REST tidak membutuhkan coding yang panjang dalam proses pengembangannnya. REST memiliki bentuk data berupa JSON, dimana memiliki keuntungan dari sisi performa aplikasi yang lebih ringan jika menggunakan JSON. 

      3. SOAP (Simple Object Access Protocol)

Dan arsitektur API yang berikutnya adalah SOAP, dimana bentuk data yang digunakan berupa XML. Jadi, dengan menggunakan XML data yang disimpan dapat berupa dokumen.

Perbedaan Web API dan Web Service

Setelah membahas berbagai hal seputar API, anda juga harus mengetahui perbedaan dari dua istilah ini. Sehingga dalam proses penerapannya, anda dapat menggunakan sesuai dengan kebutuhan pengembangan aplikasi anda.

Web API adalah aplikasi atau antarmuka untuk menghubungkan aplikasi satu dengan aplikasi yang lain pada sebuah sistem berbasis website. Sedangkan web service adalah bentuk layanan yang diberikan melalui platform berbasis website untuk menghubungkan aplikasi yang berbeda. Berikut merupakan pemaparan dari perbedaan kedua istilah tersebut.

  • Setiap jenis web service menggunakan API, akan tetapi tidak semua jenis API menggunakan web service.
  • Web service berperan untuk memfasilitasi untuk proses interaksi antara dua perangkat atau aplikasi melalui jaringan. Sedangkan API berperan untuk menghubungkan komunikasi antara dua aplikasi yang berbeda platform baik dengan membutuhkan jaringan maupun tidak. 
  • API dapat menggunakan arsitektur jenis apapun, sedangkan web service hanya menggunakan tiga arsitektur (REST, SOAP, XML-RPC).
  • API tidak membutuhkan jaringan dalam proses pengoperasiannya, sedangkan web service sangat bergantung pada sebuah jaringan.

Perbedaan API, Rest API, dan RESTful API

Seperti penjelasan yang sudah tersampaikan, API adalah aplikasi atau antarmuka yang berfungsi sebagai penghubung antara aplikasi satu dengan aplikasi yang lainnya. Rest API adalah salah satu jenis dalam desain arsitektur pada API itu sendiri.

Sedangkan RESTful API adalah REST client yang akan melakukan akses data pada REST server di dalam masing – masing server. Data atau resource tersebut akan dibedakan dalam sebuah URLs atau global ID.

Baca juga: Server: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Manfaat

Cara kerja dari API

Berikut merupakan beberapa poin terkait dengan bagaimana cara kerja dari API itu sendiri.

  • Aplikasi mengakses sebuah API
  • API melakukan request atau permintaan kepada Server berkaitan dengan data
  • Server memberikan respon atau tanggapan kepada API
  • Kemudian, API menyampaikan respon berupa data atau informasi kepada aplikasi 

Contoh API

Berikut ini merupakan contoh API yang paling sering digunakan oleh para pengembang perangkat lunak untuk meningkatkan performa aplikasi mereka.

      1. Google Maps API

Google Maps juga menyediakan API untuk membantu dalam memberikan data berupa peta. Yang mana, memungkinkan untuk kita dapat mengakses berbagai lokasi dengan cakupan wilayah yang sangat luas.

Dengan menggunakan fitur yang disediakan Google Maps tersebut, kita tidak perlu untuk membuat aplikasi penampil peta lagi. Cukup dengan menggunakan Google Maps API, segala macam informasi terkait lokasi dapat ditampilkan secara akurat.

      2. Facebook API

Facebook juga memiliki API sendiri, dimana terdapat berbagai fitur untuk menyimpan data pengguna, hasil postingan, games, hingga data pembayaran. Semua fitur tersebut dapat anda manfaatkan sebaik mungkin untuk dapat digunakan pada website anda.

Salah satunya dengan memanfaatkan kemudahan tersebut dengan menampilkan profil Facebook pada situs milik anda. Dengan adanya profil lengkap anda, mampu untuk meningkatkan personal branding anda dan dapat lebih dikenal oleh pengunjung.

Kesimpulan

  • API adalah suatu aplikasi atau interface yang berfungsi untuk menghubungkan platform satu dengan platform yang lain dengan menggunakan jaringan maupun tidak. Terdapat empat jenis API sesuai hak aksesnya, yaitu private, public, partner, dan composite.
  • Manfaat yang dimiliki oleh API adalah mampu untuk mengurangi beban kerja server, menciptakan aplikasi yang fungsional, dan dapat mengembangkan aplikasi secara efektif.
  • Terdapat setidaknya tiga arsitektur populer, yaitu RPC, SOAP, dan REST. Banyak sekali contoh penggunaan API, yang paling sering digunakan adalah Google Maps API dan Facebook API.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi dan software custom di Kota Malang. Jam buka kantor kami pada hari Senin sampai Jum’at mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Jika anda memiliki proyek, silakan hubungi tim kami.

Related Article

BACK OFFICE
  • Internal Audit
  • Document Management
  • Visitor Management
  • Event Management
  • E Office
PRODUCTION
  • Production & Manufacture
  • Regulatory Affair
  • Research Development
  • Quality Control
BUSINESS & OPERATIONS
  • Fleet Management
  • Marketplace & E-Commerce
  • Inventory Planning
  • Accounting
  • Expedition & Logistic
  • Point of Sales
OTHER
  • Academic
  • Rapor Online
  • E-Learning
  • Hospital
  • Credit Union
  • Perizinan Online

Copied To Clipboard

Bagikan Ke:

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email