You are here:

Penjelasan Lengkap Mengenai Kriptografi dan Teknis Pengembangannya

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
kriptografi

Keamanan sebuah data menjadi hal terpenting untuk selalu dijaga kerahasiaannya. Karena sebuah informasi yang terbuka atau bocor tanpa ada kontrol yang jelas, dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu dengan tujuan yang membahayakan. Untuk itulah saat ini telah dikembangkan berbasis sistem keamanan pada jaringan komputer (cyber security). Dimana, salah satu tools yang banyak digunakan sekarang adalah kriptografi.

Untuk itulah, kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai penggunaan dari kriptografi dan teknik implementasinya dalam dunia cyber security. Sehingga, anda mendapatkan insight baru dan lebih memperhatikan kesehatan komputer anda dari sisi sistem keamanan data secara berkala.

Pengertian Kriptografi

Apa sebenarnya definisi umum dari kriptografi sendiri? Kriptografi berasal dari kata bahasa Yunani, yang berarti kryptos dan graphein. Kryptos berarti rahasia atau tersembunyi, sedangkan graphein artinya menulis. Jadi, secara umum kriptografi merupakan proses menulis atau menyampaikan pesan secara rahasia dan tersembunyi.

Namun, jika kita kaitkan dengan penggunaan teknologi digital, maka kriptografi adalah disiplin ilmu yang mempelajari teknik enkripsi naskah asli (plaintext) yang tersusun acak, dengan memanfaatkan kunci enkripsi sehingga naskah tersebut berubah menjadi teks yang sulit terbaca (ciphertext) oleh user yang tidak memiliki kunci dekripsi.

Selanjutnya, ada istilah kriptografi klasik merupakan teknik cryptography yang pembuatannya tidak memerlukan bantuan komputer dan biasanya menggunakan alat bantu pena, batu, kertas, dan alat tradisional lainnya.

Sejarah Singkat Kriptografi

Dalam sejarah, kriptografi cukup terkenal pada masa kejayaan bangsa Yunani sekitar tahun 400 SM. Alat yang digunakan untuk membuat pesan tersembunyi di masa peradaban Yunani dinamakan scytale. Bentuk dari scytale sendiri adalah batangan silinder dengan terdiri atas kombinasi dari 18 huruf.

Dan di masa kepemimpinan Julius Caesar dari Kerajaan Romawi, penerapan kriptografi menjadi lebih banyak dikarenakan pertimbangan dari stabilitas negara. Sehingga, berdasarkan kedua aspek tersebut, baik klasik maupun modern, cryptography mempunyai tujuan yang sama, yaitu sistem keamanan.

Jenis – Jenis Kriptografi

Selanjutnya, kita akan membahas mengenai jenis dari kriptografi sendiri berdasarkan penggunaanya.

1. Hash Function

Pertama, hash function dipergunakan untuk meringkas data serta mengirimkan penjelasan yang telah dirangkum. Jenis cryptography ini menggunakan persamaan matematika, dimana algoritma akan mengambil nilai numerik sebagai input yang kemudian akan diringkas oleh hash system.

Apabila anda menggunakan metode ini, maka anda tidak memerlukan kunci, dikarenakan fungsi telah disesuaikan dengan tahapan skenario pengiriman data berbasis satu arah (direct).

2. Public Key Cryptography

Public key cryptography adalah konsep perlindungan data yang bersifat revolusioner dalam kurung waktu 300 hingga 400 tahun terakhir, dimana istilah ini sering disebut dengan kunci publik. Public key ini memanfaatkan dua kunci yang saling berhubungan, yaitu kunci publik dan privat.

Public key cryptography dianggap lebih aman jika dibandingkan dengan symmetric key. Pada jenis kriptografi ini sering menggunakan metode RSA, dan beberapa contoh metode yang lain terdapat DSA, PKC, dan teknik kurva elips.

3. Symmetric Key Cryptography

Jenis symmetric key cryptography disebut juga dengan kunci rahasia, yang berarti penerima dan pengirim informasi hanya menggunakan satu kunci untuk melakukan enkripsi data. Jenis kriptografi yang digunakan menggunakan AES (Advanced Encryption System). Pendekatan yang dilakukan oleh symmetric key dianggap lebih efisien daripada menggunakan metode yang lainnya. 

Teknik dan Algoritma Kriptografi

Teknik yang digunakan dalam cryptography adalah metode scrambling, yaitu teknik pengubahan teks biasa menjadi teks sandi. Teknik scrambling tersebut dikenal dengan istilah enkripsi dan dekripsi. Yang mana, terdapat tiga fungsi dasar di dalam algoritma kriptografi sendiri, yaitu key, encryption, dan decryption.

Enkripsi adalah proses penyembunyian sebuah data pesan, dengan cara mengubah plaintext menjadi ciphertext. Dekripsi merupakan kebalikan dari enkripsi, yang berarti bertujuan untuk memahami pesan yang ada agar dapat dibaca oleh user dengan baik. Untuk pengertian dari kunci sendiri berarti teknik yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi data.

Terdapat berbagai perubahan yang terjadi disesuaikan dengan prioritas teknik yang digunakan untuk melindungi data privasi secara kontinu. Istilah yang sering digunakan adalah modern cryptography

Baca juga: Mengenal Tugas dan Fungsi Seorang Quality Control dalam Bisnis

Modern Kriptografi

Berikut ini terdapat beberapa petunjuk untuk kebutuhan kriptografi yang dapat dilakukan oleh para kriptografer, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Authentication

Autentikasi merupakan proses dimana pengirim dan penerima dapat mengetahui identitas dari masing – masing sumber data (data source) yang digunakan.

2. Confidentiality

Confidentiality adalah fitur informasi yang terlindungi, dimana apabila ada pihak atau user yang mengakses, sistem tidak dapat diproses atau terkendala dalam hak akses atau wewenang.

3. Integrity

Integritas merupakan fitur dimana pihak pengirim dan penerima tidak dapat merubah data tanpa sepengetahuan kedua belah pihak yang bersangkutan.

4. Non – Repudiation

Non-repudiation adalah keadaan dimana pengirim dan penerima tidak dapat menyangkal atau mencegah tujuannya (goals) untuk mengubah atau menciptakan sebuah informasi.

Baca juga: Mengenal Profesi Data Scientist dalam Mengelola Data

Kesimpulan

  • Kriptografi adalah teknik menyampaikan pesan secara tersembunyi dengan memanfaatkan fitur enkripsi data.
  • Jenis – jenis dari kriptografi antara lain hash function, symmetric dan public key cryptography. Beberapa state yang berada pada modern cryptography adalah authentication, confidentiality, integrity, serta non-repudiation.
  • Gunakan sistem kriptografi untuk keamanan data anda saat mengakses informasi pada jaringan internet. Sehingga, data anda lebih aman dan tetap terjaga dari adanya spamming atau peretasan informasi secara ilegal.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan website profesional dan terpercaya di Malang. Layanan produk yang kami kembangkan adalah website company profile, ecommerce, blog, landing page, web portal, dan custom website.

Artikel Lainnya

Go to Top
scroll-top