Rapor Kurikulum Merdeka: Komponen, Cara Menyusun, dan Contoh Deskripsinya

Format rapor Kurikulum Merdeka terbaru memuat 12 komponen minimal, termasuk capaian kokurikuler. Ini isi tiap komponen dan cara menulis deskripsinya.
Murid berkacamata mengerjakan lembar soal dengan pensil

Foto oleh Greg Rosenke di Unsplash

Rapor adalah dokumen yang paling sering dibaca orang tua dari seluruh administrasi sekolah. Karena itu, isinya perlu jelas, adil, dan mudah dipahami, bukan sekadar deretan angka.

Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) edisi revisi 2025 dari Kemendikdasmen mengatur format laporan hasil belajar yang berlaku saat ini. Perubahan yang paling terlihat ada pada bagian penguatan karakter: capaiannya dilaporkan sebagai kokurikuler dengan acuan delapan dimensi Profil Lulusan, dan istilah P5 tidak lagi muncul pada format rapor di panduan tersebut.

Artikel ini merangkum komponen rapor, cara menulis deskripsi capaian, serta kesalahan yang sering terjadi. Seluruh rujukan mengacu pada Panduan Pembelajaran dan Asesmen edisi revisi 2025.

Ringkasan Singkat

  • Rapor SD, SMP, SMA, dan SMK memuat minimal 12 komponen, dari identitas murid sampai tanggapan orang tua.
  • Setiap mata pelajaran memiliki nilai akhir dan deskripsi capaian kompetensi yang ditulis dengan kalimat positif.
  • Capaian kokurikuler ditulis berdasarkan dimensi Profil Lulusan yang sudah diperkuat dan yang masih perlu penguatan.
  • Sekolah punya keleluasaan menentukan format dan mekanisme penyampaian rapor, asalkan memuat komponen minimal.

Apa yang Dimaksud dengan Rapor dalam Kurikulum Merdeka?

Dalam PPA 2025, hasil asesmen dituangkan dalam laporan hasil belajar yang paling sedikit memberikan informasi tentang pencapaian hasil belajar murid. Satuan pendidikan diminta melaporkannya dalam bentuk rapor.

Panduan menekankan dua sifat laporan ini: sederhana dan informatif. Rapor tidak hanya memberi tahu seberapa jauh murid menguasai kompetensi, tetapi juga memberi arah tindak lanjut bagi pendidik, sekolah, dan orang tua.

Soal waktu, rapor disampaikan sekurang-kurangnya pada setiap akhir semester. Sekolah juga menyampaikan rapor murid secara berkala melalui e-rapor atau Dapodik. Sepanjang tahun ajaran, komunikasi dengan orang tua sebaiknya tetap berjalan, dan bila mendesak dapat dilakukan sebelum masa penyampaian rapor.

12 Komponen Minimal Rapor SD, SMP, SMA, dan SMK

PPA 2025 menetapkan komponen minimal berikut untuk rapor SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK atau sederajat. Sekolah boleh menambahkan komponen lain sesuai kebutuhan.

KomponenIsi dan catatan
1. Identitas muridNama, NISN, dan data murid lain yang dibutuhkan sekolah.
2. Nama satuan pendidikanNama dan alamat sekolah atau madrasah.
3. KelasKelas serta fase yang diikuti murid.
4. SemesterSemester dan tahun ajaran.
5. Mata pelajaranSeluruh mata pelajaran yang diikuti pada semester tersebut.
6. NilaiNilai akhir tiap mata pelajaran, hasil pengolahan asesmen sumatif.
7. Deskripsi capaian kompetensiKompetensi yang sudah dicapai dan yang perlu ditingkatkan, ditulis dengan kalimat positif.
8. Deskripsi capaian kokurikulerDimensi Profil Lulusan yang sudah diperkuat dan yang masih perlu penguatan.
9. Kegiatan ekstrakurikulerKegiatan yang diikuti murid beserta keterangan capaiannya.
10. KetidakhadiranJumlah hari sakit, izin, dan tanpa keterangan.
11. Catatan wali kelasProgres perkembangan murid dan pengamatan lain yang perlu disampaikan.
12. Tanggapan orang tua/waliKomentar, kesan, dan pesan untuk sekolah atau guru.
Diagram empat kelompok isi rapor: identitas, capaian akademik, pengembangan diri, serta kehadiran dan catatan
Empat kelompok informasi dalam rapor SD sampai SMK menurut PPA 2025.

Format di atas dapat disesuaikan dengan struktur kurikulum tiap jenjang. Pada SMK, misalnya, hasil asesmen Praktik Kerja Lapangan (PKL) disampaikan pada rapor dengan mencantumkan keterangan dari dunia kerja. Rapor PAUD juga memiliki komponen minimal sendiri, termasuk perkembangan dan pertumbuhan anak serta refleksi orang tua.

Cara Menulis Deskripsi Capaian Kompetensi

Deskripsi capaian kompetensi adalah bagian yang paling banyak menyita waktu guru. Menurut PPA 2025, isinya adalah kompetensi yang sudah dicapai dan kompetensi yang perlu ditingkatkan, ditulis dengan kalimat positif dan memotivasi, berdasarkan capaian murid terhadap tujuan pembelajaran per mata pelajaran.

Langkah praktis penyusunan

  1. Kumpulkan hasil asesmen sumatif murid pada semester berjalan.
  2. Tentukan capaian tertinggi dan capaian terendah. Panduan menyarankan penandaan warna hijau untuk yang tertinggi dan merah untuk yang terendah.
  3. Tulis satu atau dua kalimat tentang kompetensi yang dikuasai dengan baik.
  4. Tambahkan kalimat tentang kompetensi yang masih perlu penguatan, beserta saran tindak lanjut singkat bila perlu.

Dua pendekatan yang dibolehkan

PPA 2025 memberi dua cara menyusun deskripsi. Pertama, berdasarkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), yaitu tiap tujuan pembelajaran yang tercapai atau belum dijabarkan. Kedua, mengambil poin-poin penting dari materi yang sudah diberikan, misalnya dari judul tiap sumatif lingkup materi.

Contoh pola kalimat (buatan sendiri, silakan sesuaikan dengan tujuan pembelajaran di sekolah Anda):

Menunjukkan penguasaan yang baik dalam menjumlahkan bilangan cacah dan mengukur panjang dengan satuan baku. Perlu pendampingan dalam menyajikan data dalam bentuk diagram gambar.

Perhatikan juga Fase A (kelas 1 dan 2 SD). Sekolah boleh menyajikan rapor tanpa nilai angka. Bila memilih opsi ini, deskripsi harus spesifik karena menggantikan fungsi angka dalam menggambarkan capaian murid.

Butuh solusi digital untuk bisnis Anda?

Hubungi Kami

Cara Menulis Capaian Kokurikuler

Kokurikuler adalah kegiatan yang menguatkan dimensi Profil Lulusan melalui pengalaman belajar di luar jam mata pelajaran biasa. Di rapor, deskripsinya cukup ringkas: tuliskan dimensi yang sudah diperkuat dan dimensi yang masih perlu penguatan, menggunakan bahasa yang positif.

Delapan dimensi Profil Lulusan yang menjadi acuannya:

  • Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME
  • Kewargaan
  • Penalaran kritis
  • Kreativitas
  • Kolaborasi
  • Kemandirian
  • Kesehatan
  • Komunikasi

Contoh pola kalimat (buatan sendiri): “Dalam kegiatan kokurikuler bertema lingkungan, Ananda menunjukkan kolaborasi yang baik saat bekerja dalam kelompok. Kemandirian dalam menyelesaikan tugas masih perlu diperkuat.”

Ekstrakurikuler, Ketidakhadiran, Catatan Wali Kelas, dan Tanggapan Orang Tua

  • Ekstrakurikuler: tulis kegiatan yang diikuti dan keterangan capaiannya.
  • Ketidakhadiran: catat jumlah hari sakit, izin, dan tanpa keterangan. Batas ketidakhadiran yang menjadi pertimbangan tidak naik kelas ditentukan oleh sekolah.
  • Catatan wali kelas: isi dengan progres perkembangan murid. Panduan juga membolehkan pengamatan di luar tujuan pembelajaran mata pelajaran, seperti tumbuh kembang dan layanan kesehatan yang perlu diperhatikan orang tua.
  • Tanggapan orang tua/wali: diisi oleh orang tua berupa komentar, kesan, dan pesan untuk sekolah atau guru.

Untuk keputusan kenaikan kelas, sekolah mempertimbangkan pencapaian kompetensi pada seluruh mata pelajaran, kokurikuler, dan ekstrakurikuler, ditambah tingkat kehadiran. Sekolah boleh menambah kriteria lain sesuai kekhasannya.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menyusun Rapor

  • Deskripsi yang sama untuk banyak murid. Rapor kehilangan fungsi informatifnya bila puluhan murid menerima kalimat yang persis sama.
  • Hanya menyebut kekurangan. Panduan meminta kalimat positif dan memotivasi, jadi sebutkan juga yang sudah dikuasai.
  • Menggabungkan nilai formatif ke nilai rapor. PPA 2025 menegaskan asesmen formatif dan sumatif tidak digabung karena fungsinya berbeda. Penjelasannya ada di artikel asesmen formatif, sumatif, dan cara mengolah nilai rapor.
  • Kokurikuler tanpa menyebut dimensi. Capaian kokurikuler seharusnya merujuk pada dimensi Profil Lulusan, bukan hanya nama kegiatan.
  • Menyalin format jenjang lain. Format dapat disesuaikan dengan struktur kurikulum tiap jenjang, misalnya keterangan PKL pada SMK.

Dari Rapor Manual ke Rapor Digital

Menyusun rapor untuk puluhan murid per kelas dengan banyak mata pelajaran memang menguras waktu. Karena itu banyak sekolah beralih ke aplikasi. Pilihannya beragam, dan masing-masing punya konteks:

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah P5 masih ada di rapor Kurikulum Merdeka?

Format rapor pada PPA edisi revisi 2025 melaporkan capaian kokurikuler berdasarkan dimensi Profil Lulusan, dan istilah P5 tidak muncul pada format tersebut. Sekolah tetap perlu mengikuti petunjuk dinas pendidikan dan aplikasi rapor yang digunakan.

Berapa komponen minimal yang harus ada di rapor SD sampai SMK?

Ada 12 komponen minimal: identitas murid, nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, nilai, deskripsi capaian kompetensi, deskripsi capaian kokurikuler, kegiatan ekstrakurikuler, ketidakhadiran, catatan wali kelas, dan tanggapan orang tua atau wali.

Apakah rapor harus memakai angka?

Format umum SD sampai SMK memuat kolom nilai akhir dan deskripsi capaian kompetensi. Khusus Fase A (kelas 1 dan 2 SD), sekolah dapat memilih rapor tanpa nilai angka dengan syarat deskripsi dibuat spesifik.

Siapa yang menentukan format rapor di sekolah?

Sekolah memiliki keleluasaan menentukan mekanisme dan format pelaporan kepada orang tua, selama komponen minimal terpenuhi dan format disesuaikan dengan struktur kurikulum jenjangnya.

Kapan rapor harus diberikan kepada orang tua?

Rapor disampaikan sekurang-kurangnya pada setiap akhir semester. Komunikasi tentang kemajuan murid sebaiknya berlangsung sepanjang tahun ajaran, dan dapat dilakukan lebih awal bila ada hal mendesak.

Sumber: Kemendikdasmen, Panduan Pembelajaran dan Asesmen edisi revisi 2025, bab Pengolahan dan Pelaporan Hasil Asesmen. Format teknis dapat berubah mengikuti kebijakan terbaru, jadi cek kembali ke dokumen resmi sebelum menetapkan format rapor sekolah.

Seberapa membantu artikel ini?
Terima kasih atas penilaian Anda.
Topik terkaitRapor Online

Punya kebutuhan aplikasi, website, atau sistem untuk bisnis Anda?

Sekawan Media menyediakan layanan pengembangan aplikasi, website, sistem informasi, hingga infrastruktur IT - dari pemetaan kebutuhan sampai implementasi. Ceritakan kebutuhan Anda, tim kami akan bantu mencarikan solusinya.

Hubungi Kami

Artikel Serupa

Grafik analitik kinerja di layar laptop
Barista memakai tablet kasir di kedai kopi
Pelanggan membayar dengan kartu di kasir