Begini Cara Kerja Observium Untuk Jaringan Anda

Daftar Isi
Daftar Isi

Tiap perusahaan tentu memiliki infrastruktur jaringan yang rumit dan cukup berat, mulai dari PC, laptop, hingga server. Oleh karenanya, para sysadmin melakukan untuk pemantauan dan pemeliharaan secara berkala melalui beragam software penunjang. Nah, salah satunya yang paling populer adalah Observium.

Di antara aplikasi monitoring network lain, keunggulan Observium terletak pada aksesibilitasnya terhadap hampir seluruh sistem operasi, seperti Cisco, Windows, Linux, hingga Juniper. Anda tidak perlu khawatir karena cukup mengecek data pada halaman monitoring dan menunggu notifikasi apabila server bermasalah.

Kali ini, kami akan membahas software monitoring ini, mulai dari pengertian, fitur utama, serta  kelebihan dan kekurangan. Pada akhir tulisan nanti, kami juga akan memberikan tutorial cara menggunakannya pula. Tanpa berlama-lama lagi, yuk simak artikel di bawah ini!

Apa Itu Observium?

Apa itu observium
© Unsplash

Observium adalah platform manajemen yang dapat mendeteksi data pada protokol dan jaringan secara otomatis. Software ini mendukung berbagai lebih dari 267 tipe OS, platform, ataupun perangkat, mulai dari Windows, Cisco, FreeBSD, Hinux, HP, NetApp, Dell, Juniper, Netscaler, dan masih banyak lagi.

Fungsi utama Observium adalah untuk mengumpulkan data performa dan metrik jaringan serta membuat representasi visual darinya untuk mengoptimalkan manajemen jaringan. Interface Observium tampak sederhana namun tetap intuitif, sehingga dapat menonjolkan visibilitas status dan kondisi jaringan.

Dengan adanya software ini, para network engineer dapat secara mudah memantau situasi dan kondisi jaringan dalam satu Dashboard saja. Singkatnya, ia menyimpan data dan history dari jaringan yang terhubung. Apabila terdapat masalah, maka ia akan langsung menotifikasi sehingga analisa lebih berlangsung secara mudah.

Ia mengumpulkan seluruh data server melalui SNMP, mulai dari running process, syslog, dan temperature, yang tampak pada tampilan web interface. Untuk proses logging dan graphing, software ini menggunakan RRDTool.

Hingga kini, Observium masih tergolong populer di kalangan lembaga pemerintah, penyedia layanan internet, hingga usaha kecil dan menengah. Bahkan, ia sudah diaplikasikan oleh perusahaan SME dan ISP. Contohnya seperti eBay, PayPal, dan Twitter dengan puluhan ribu perangkat milik mereka.

Baca Juga: Belajar Menggunakan Aplikasi Postman Untuk Testing API

Fitur Utama Observium

Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur yang handal dan bermanfaat untuk monitoring network. Sebelum Anda mencoba untuk menggunakannya, ada baiknya untuk mengenali apa-apa saja fungsinya. Berikut ringkasannya:

1. Uptime Monitoring

Melakukan pemantauan jaringan dan aplikasi secara berkala. Apabila pengguna sedang membutuhkannya, maka software ini dapat memberitahukan apakah jaringan tersedia untuk digunakan atau tidak.

2. Diagnostic Tools

Membantu melakukan pengujian terkait performa dan kinerja jaringan. Ia juga dapat menjalankan konfigurasi yang berfungsi untuk mengidentifikasi masalah pada perangkat

3. SLA Monitoring

Menangani setiap aspek penting dari kontrak Service Level Agreement (SLA), yakni kesepakatan antara klien dan pengguna, yang juga dapat menunjang pelacakan kinerja jaringan.

4. Bandwidth Monitoring

Mengukur jumlah data yang terkirim dalam waktu tertentu dan ketersediaan nyata bandwidth pada sistem lokal. Sehingga, pengguna dapat meningkatkan bandwidth dengan menggunakan strategi yang berbeda.

5. Server Monitoring

Membantu memantau sumber daya sistem server seperti jaringan, penggunaan CPU, konsumsi memori, dan lainnya supaya Anda mendapatkan user experience yang lebih baik.

6. Resource Management

Memperoleh, mengalokasikan, dan mengelola sumber daya untuk suatu proyek. Mulai dari anggaran, teknologi, material, mesin, hingga sumber daya alam. Manajemen ini diterapkan supaya semua tepat jadwal dan anggaran.

Baca Juga: Memahami Software: Data & Instruksi Terprogram dalam Komputer

Kelebihan dan Kekurangan Observium

Layaknya software lain, Observium juga memiliki hal-hal yang disukai dan kurang disukai oleh para penggunanya. Hal ini kami harap bisa menjadi pertimbangan Anda untuk memilih alat monitoring network terlepas dari fitur-fiturnya. Berikut penjelasannya:

1. Kelebihan

Ia menghasilkan grafik performa yang sederhana, menarik dan intuitif. Penindaklanjutan data-data jaringan berlangsung dengan sangat cepat, terlepas dari berapa banyak jumlah perangkat yang ada di lapangan. Data terkumpul secara sistematis dan tidak keluar jalur.

Melalui SNMP/CDP/LLDP, analisa jaringan dan konektivitas menjadi lebih mulus, terutama setelah ia memulai pemantauan dan pelacakan grafik, Hal ini berlaku asalkan Anda memiliki pengaturan yang tepat berdasarkan hubungan antara jaringan dan perangkat keras. 

Oleh karenanya, Observium terbukti hemat waktu, efektif, dan efisien. Apalagi dengan tim pengembangnya yang profesional dan responsif, sehingga memudahkan penggunanya untuk memahami alur kerja dan sistematika software ini.

2. Kekurangan

Apabila Anda masih tergolong pemula dalam mengatasi jaringan, maka Anda harus mempertimbangkan software ini. Dokumentasinya masih belum terlalu maksimal karena hanya berfungsi sebagai referensi. Selain itu, ia juga kurang dalam hal-hal menunjukkan tutorial penggunaan.  

Notifikasi yang menunjukkan kondisi naik-turun dari jaringan juga belum berjalan dengan maksimal. Kemudian, penemuan otomatis VMware tidak bisa berfungsi jika nama ESX dari VM tidak cocok dengan nama host VM. FileServer234 dapat ditemukan, namun Server234 – File and Print tidak dapat ditemukan.

Ia tidak memiliki akses untuk ekspor atau pelaporan langsung. Selain itu, Anda juga tidak dapat menambahkan perangkat hanya menggunakan alamat IP. Oleh karenanya, Observium harus meningkatkan kustomisasi yang tersedia di Dashboard.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membuat Website untuk Pribadi Maupun Bisnis?

Cara Install Observium

Apabila Anda tertarik untuk mencoba software ini tanpa melakukan instalasi, cobalah demo pada link berikut. Ia dapat terinstal pada sistem operasi Debian/Ubuntu atau RHEL/CentOs. Namun, pastikan terlebih dahulu bahwa Anda memiliki server dan perangkat lunak yang memadai. 

Ukuran instalasinya tidak akan menghabiskan lebih dari beberapa puluh MB RAM. Namun, hal ini juga bergantung pada Apache dan MySQL Anda. Untuk perangkat dengan jumlah 50-200, maka sebaiknya menggunakan server dengan RAM 8 GB dan processor core i5 dan harddisk SSD sebesar 500GB.

Sementara untuk persyaratan perangkat lunak, pastikan Anda sudah menyesuaikan versi CE dan berlangganan Observium terbaru. Rilisan terbaru dari Ubuntu, Debian, CentOS, RedHat Enterprise Linux, dan Scientific Linux telah menyertakan versi dependensi yang software ini rekomendasikan.

Jika Anda pengguna Debian/Ubuntu, akses langkah-langkah lebih lanjut di sini. Sementara jika Anda merupakan pengguna RHEL/CentOS, Anda dapat mengaksesnya di laman website resminya.

Kesimpulan

Dari pemaparan tersebut, singkatnya, Observium merupakan alat monitoring network yang ramah pengguna dan dapat berfungsi pada segala jenis perangkat dan sistem operasi. Terdapat banyak fitur yang bermanfaat yang menjadikannya platform yang unggul.

Terima kasih sudah membaca tulisan ini. Semoga pembahasan kami dapat memberikan pengetahuan bagi Anda dalam memilih alat pemantau jaringan.

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan aplikasi berbasis web profesional di Indonesia.

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: