• LAYANAN

      Melayani berbagai kebutuhan pembuatan aplikasi dan website yang menjangkau area UMKM hingga bisnis berskala Enterprise.

      Sistem Monitoring Internal Audit MIND ID
      MIND ID
      2022
      Aplikasi SMSCrops Syngenta
      PT Syngenta Seed Indonesia
      2018
  • TENTANG KAMI
  • PORTOFOLIO
  • KARIR
  • BERITA & INFORMASI
  • HUBUNGI KAMI

Computational Thinking: Pengertian, Tahapan, dan 4 Contohnya

Daftar Isi
Daftar Isi
Computational thinking adalah sekumpulan keterampilan dan praktik yang saling terkait untuk mengatasi masalah di berbagai bidang, baik itu dalam dunia bisnis, teknologi, maupun pendidikan.
Mengapa kita perlu mempelajari pemikiran komputasional
Mengapa Kita Perlu Mempelajari pemikiran komputasional (Foto: Unsplash.com)

Apakah kamu pernah mendengar istilah computational thinking? Computational thinking adalah sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang, baik itu dalam dunia bisnis, teknologi, maupun pendidikan.

Dalam era digital yang semakin berkembang, kemampuan untuk memecahkan masalah dengan menggunakan prinsip-prinsip terkait dengan pemrograman komputer menjadi semakin penting.

Maka dari itu, Sekawan Media akan membahas mulai dari apa itu computational thinking dan mengapa kita perlu mempelajari computational thinking? Serta 4 tahapan computational thinking  dan contohnya. Simak penjelasannya!

Apa itu Computational Thinking

Jadi, apa itu computational thinking? Dilansir dari laman Digital Promise, pemikiran komputasional merupakan sekumpulan keterampilan dan praktik yang saling terkait untuk mengatasi masalah-masalah rumit, mempelajari berbagai topik dalam berbagai disiplin ilmu, dan menjadi kebutuhan utama untuk berpartisipasi secara optimal dalam dunia komputasi.

Pada dasarnya, pemikiran ini melibatkan penggunaan algoritma, logika, dan abstraksi dalam memecahkan berbagai masalah.

Dalam konteks ini, algoritma dapat diartikan sebagai langkah-langkah terperinci yang diambil untuk menyelesaikan suatu masalah.

Sedangkan logika adalah kemampuan untuk berpikir secara sistematis dan kritis dalam mengevaluasi berbagai kemungkinan solusi.

Sementara itu, abstraksi adalah kemampuan untuk menyederhanakan masalah kompleks menjadi komponen-komponen yang lebih kecil dan terkelola.

Dengan menggunakan pemikiran komputasional, seseorang dapat mengidentifikasi dan memecahkan masalah dengan lebih efektif dan efisien.

Mengapa Perlu Mempelajari Computational Thinking

Berikut adalah beberapa poin yang menjelaskan mengapa kita perlu mempelajari computational thinking dan mengapa hal ini menjadi semakin penting di era digital saat ini.

  • Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah secara efektif dan efisien.
  • Mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara sistematis dan kritis.
  • Memperkuat kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah rumit.
  • Meningkatkan kemampuan untuk memahami algoritma dan struktur data.
  • Memperluas wawasan dalam berbagai disiplin ilmu, seperti matematika, ilmu sosial, dan sains.
  • Membantu seseorang untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mencari solusi.
  • Menjadi kebutuhan utama dalam berpartisipasi secara optimal dalam dunia komputasi.
  • Dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir logis dan kritis.
  • Memberikan manfaat dalam berbagai bidang, seperti teknologi, bisnis, dan pendidikan.
  • Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang semakin tergantung pada teknologi.

Dengan mempelajari pemikiran komputasional, seseorang dapat mengembangkan kemampuan yang sangat dibutuhkan di berbagai bidang.

Oleh karena itu, mengapa kita perlu mempelajari computational thinking? Karena, hal ini menjadi semakin penting di era digital saat ini dan di masa depan yang semakin terintegrasi dengan teknologi.

4 Tahapan Computational Thinking

Berikut ini adalah 4 tahapan computational thinking beserta penjelasan lengkapnya. Simak detailnya dibawah ini!

1. Decomposition (Pembongkaran)

Tahap pertama dalam 4 tahapan computational thinking  adalah decomposition atau pembongkaran. Pada tahap ini, masalah yang kompleks dibongkar menjadi masalah yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola.

Pemecahan masalah kemudian dilakukan dengan memecahkan masalah yang lebih kecil tersebut secara terpisah.

2. Pattern Recognition (Pengenalan Pola)

Pattern recognition atau pengenalan pola adalah tahap kedua yang termasuk dalam 4 tahapan computational thinking.

Pada tahap ini, pola atau keteraturan ditemukan dalam masalah yang kompleks dengan melihat pola dalam masalah yang lebih kecil yang telah dibongkar pada tahap pertama.

Hal ini membantu dalam memahami bagaimana setiap bagian saling berhubungan.

3. Abstraction (Abstraksi)

Tahap ketiga adalah abstraction atau abstraksi. Pada tahap ketiga ini, informasi yang tidak diperlukan dihilangkan dan hanya informasi yang penting dan relevan yang disimpan.

Tujuannya adalah untuk menyederhanakan masalah dan menjadikannya lebih mudah dipahami dan dikelola.

4. Algorithm Design (Desain Algoritma)

Tahap keempat adalah Algorithm Design atau desain algoritma. Pada tahap ini, algoritma atau serangkaian instruksi untuk menyelesaikan masalah yang telah disederhanakan dirancang.

Algoritma ini harus efisien dan efektif, sehingga masalah dapat dipecahkan dengan cepat dan akurat.

Dengan memahami 4 tahapan computational thinking, seseorang dapat memecahkan masalah yang lebih kompleks dengan lebih efisien dan efektif.

Hal ini sangat penting di era digital saat ini, di mana masalah yang kompleks semakin banyak dan teknologi semakin maju.

Oleh karena itu, mempelajari pemikiran komputasional dapat membantu seseorang untuk menjadi lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Contoh Computational Thinking

Contoh computational thinking
(Foto: Unsplash.com)

Contoh penggunaan pemikiran komputasional  tidak hanya diterapkan dalam bidang yang berkaitan dengan teknologi.

Namun, dapat juga diterapkan pada kegiatan sederhana dalam aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa contoh penerapan sederhananya. Simak!

1. Contoh Computational Thinking Untuk Membuat Rencana Belanja

  • Mengidentifikasi masalah: Kita ingin membeli barang-barang kebutuhan, namun memiliki anggaran yang terbatas
  • Analisis data: Membuat daftar barang yang diperlukan dan mencari harga terbaik dari beberapa toko
  • Desain solusi: Memilih toko dengan harga yang terbaik dan membeli barang sesuai dengan anggaran
  • Evaluasi solusi: Mengevaluasi keberhasilan rencana belanja dan membuat perubahan untuk rencana belanja di masa depan

2. Contoh Computational Thinking Untuk Memperbaiki Komputer yang Rusak

  • Mengidentifikasi masalah: Komputer tidak berfungsi dengan baik
  • Analisis data: Mencari penyebab masalah, seperti virus atau kerusakan pada hardware
  • Desain solusi: Mencari solusi yang sesuai, seperti memasang perangkat lunak antivirus atau mengganti bagian yang rusak
  • Evaluasi solusi: Menguji komputer setelah perbaikan dan memastikan bahwa masalah telah diatasi

3. Contoh Computational Thinking untuk Membuat Resep Makanan

  • Mengidentifikasi masalah: Mencari ide untuk resep makanan
  • Analisis data: Mencari bahan-bahan yang sesuai untuk resep
  • Desain solusi: Merancang resep dengan bahan-bahan yang ada
  • Evaluasi solusi: Mencoba resep dan memodifikasi bahan atau langkah-langkah yang dibutuhkan

4. Contoh Computational Thinking Untuk Membuat Jadwal Harian

  • Mengidentifikasi masalah: Tidak memiliki jadwal yang teratur
  • Analisis data: Menentukan tugas yang harus dilakukan dan waktu yang tersedia
  • Desain solusi: Merancang jadwal dengan tugas dan waktu yang disesuaikan
  • Evaluasi solusi: Mengevaluasi efektivitas jadwal dan melakukan perubahan jika diperlukan

Itulah 4 contoh computational thinking yang penerapannya masih lekat dengan kehidupan sehari-hari. Penggunaannya sederhana namun cukup efektif untuk diterapkan dalam beberapa kegiatan.

Baca Juga: Kenali Apa Itu Web Server, Contoh, Fitur, Serta Cara Kerja

Keuntungan Computational Thinking

Pemikiran komputasional adalah kemampuan untuk memecahkan masalah dan memproses informasi dengan cara yang terstruktur, logis, dan sistematis.

Ada banyak keuntungan computational thinking, di antaranya dibahas pada penjelasan dibawah ini.

1. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah

Dengan menggunakan pemikiran komputasional, seseorang dapat mengidentifikasi masalah dengan lebih efektif dan mengembangkan strategi untuk memecahkan masalah secara sistematis.

Hal ini dapat membantu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan membuat seseorang lebih produktif.

2. Meningkatkan Kemampuan Analitis

Keuntungan computational thinking selanjutnya adalah dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menganalisis data dan informasi secara sistematis.

Dengan kemampuan ini, seseorang dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih cerdas.

3. Meningkatkan Kreativitas

Salah satu keuntungan computational thinking adalah meningkatkan kreativitas. Kemampuan untuk memecahkan masalah dan menghasilkan solusi baru dapat membantu meningkatkan kreativitas dan inovasi.

4. Meningkatkan Kemampuan Berpikir Abstrak

Pemikiran komputasional dapat membantu seseorang memahami konsep yang kompleks dengan lebih baik dan berpikir secara abstrak.

Hal ini dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah yang sulit.

5. Meningkatkan Kemampuan Kolaborasi

Pemikiran komputasional dapat membantu seseorang dalam bekerja secara kolaboratif. Kemampuan untuk berpikir secara sistematis dan mengidentifikasi masalah dengan cepat dapat membantu dalam mengambil keputusan yang lebih baik dan berkolaborasi dengan orang lain.

Dapat disimpulkan bahwa keuntungan computational thinking adalah dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah, menganalisis informasi, meningkatkan kreativitas, berpikir secara abstrak, dan bekerja secara kolaboratif.

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan website terbaik di Indonesia dengan menawarkan paket pengembangan situs untuk perusahaan, instansi, dan pemerintahan.

Sumber:

  1. What is Computational Thinking?
  2. Computational Thinking Defined

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: