Contoh Tagline, Definisi, Jenis, serta Tips Membuatnya!

Daftar Isi
Daftar Isi
Tagline adalah salah satu strategi marketing untuk meningkatkan brand awareness suatu bisnis. Dengan menciptakan tagline branding yang menarik dapat menarik perhatian masyarakat. Arti tagline sendiri adalah kalimat singkat untuk mempromosikan sebuah brand secara tepat.

Tagline branding yang unik dapat meninggalkan kesan tersendiri sehingga customer mampu mengingat produk ataupun layanan bisnis dalam jangka waktu yang lama. Penggunaannya menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan brand ataupun menyampaikan keunikan dan identitas dari suatu produk kepada customer

Artikel dibawah ini akan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai contoh tagline, definisi, jenis, fungsi, serta bagaimana membuat tagline keren. Dengan memahami arti tagline beserta tips membuatnya, pelaku bisnis bisa menerapkan untuk membuat tagline branding yang efektif yang berguna untuk bisnis Anda.

Contoh Tagline Keren dari Brand Terkenal 

Berikut ini beberapa contoh tagline dari brand terkenal yang dapat dijadikan referensi untuk membuat tagline untuk brand Anda. 

  • “I’m lovin it” –  McDonalds 
  • “Impossible is nothing – Adidas
  • “Think Different” – Apple
  • “Open Happiness” Coca Cola
  • “Because you’re worth it” – L’Oreal
  • “Connecting People” – Nokia
  • “LG – Life’s Good”
  • “Just Do It” – Nike
  • “The happiest place on earth” – Disneyland
  • “Have it Your way” – Burger King
  • “Make Believe”  –  Sony
  • “Ideas for Life” – Panasonic
  • “Play On” – Lego

Apa itu Tagline?

Tagline adalah kalimat singkat untuk mengkomunikasikan pesan produk atau jasa dari sebuah brand yang dikemas secara menarik dan mudah diingat. Tagline yang efektif  mampu menyampaikan pesan produknya dengan tepat kepada customer

Perusahaan biasanya menggunakan tagline dan slogan untuk berkomunikasi dengan customer tentang brand mereka dan menciptakan kesan yang tak terlupakan. Keduanya harus punya ciri khas, mudah diingat, dan menggunakan kata yang simple. Berbeda dengan slogan, tagline dibuat untuk mewakili brand/bisnis secara keseluruhan. Umumnya ditempatkan berdampingan dengan logo brand untuk menunjukkan keunikan brand dan membedakannya dengan kompetitor. Sementara slogan dibuat untuk memperkenalkan produk spesifik dari suatu bisnis. Sebuah brand biasanya memiliki satu tagline dan lebih dari satu slogan sesuai dengan macam produk yang dipasarkan. 

Agar lebih paham mengenai perbedaannya, simak contoh tagline dari brand Apple. Apple memiliki tagline yang sudah mendunia yaitu “Think Different”, namun untuk setiap produknya mempunyai slogan berbeda, contohnya untuk produk Macbook memiliki slogan “Light. Years Ahead”, dan produk Ipad air memiliki slogannya sendiri yaitu “The Power of Lightness”

Apple memiliki slogan yang berbeda untuk setiap produknya
(Foto: Pexels)

Fungsi tagline dan slogan saling melengkapi karena sama-sama untuk memperkuat branding sebuah brand. Apabila tagline yang menjelaskan bisnis Anda secara keseluruhan maka slogan akan melengkapi dengan menonjolkan produk maupun jasa.

Jenis-jenis Tagline

Berdasarkan fungsi dan ciri khas masing-masing, tagline terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

1. Tagline Deskriptif

Tagline deskriptif berisi deskripsi mengenai produk atau layanan suatu brand. Deskripsi yang dimaksud umumnya menjelaskan keunggulan atau ciri khas dari produk tersebut. Contoh tagline dari Bank HSBC “World’s Local Bank” dan  Walmart dengan “Save Money, Live Better”.

2. Tagline Imperative

Tagline Imperative mempunyai ciri khas menggunakan kata kerja. Jenis ini menggunakan kata ajakan untuk mengajak customer melakukan tindakan yang berhubungan dengan produk atau jasa dari bisnis tersebut. Contoh tagline dari Nike “Just Do It” atau Sanken “Santai, ada Sanken”.

3. Tagline Provokatif

Tagline Provokatif menggunakan kata-kata ajakan atau tantangan untuk mempersuasi calon customer.

Gambaran orang sedang melakukan hal yang mengudang persuasi kepada masyarakat
(Foto: Pexels)

Saat ini marak menggunakan kata-kata provokatif pada tagline supaya masyarakat tertarik. Contoh tagline “Impossible is nothing” dari Adidas atau “Orang pintar minum tolak angin” dari Sidomuncul.

4. Tagline Spesifik

Lebih menonjolkan satu keunggulan tertentu dari produk yang tidak dimiliki kompetitornya adalah ciri dari jenis tagline ini. Contoh tagline Relaxa “Permen wangi ya Relaxa”, atau “Apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro” dari Sosro”.

5. Tagline Superlative

Ciri khas dari jenis ini menyampaikan keunggulan produk dengan kata-kata yang berani dan menantang. Jenis ini memiliki kesamaan dengan tagline provokatif karena memiliki kata-kata penegas sehingga terdengar lebih provokatif. Contoh tagline Kapal Api “Jelas Lebih Enak”, atau Yamaha “Semakin di Depan”.

Fungsi Tagline Untuk Bisnis 

Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa tagline berfungsi untuk meningkatkan branding produk atau layanan dari sebuah bisnis dan mempengaruhi keputusan calon customer untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. 

Berikut ini beberapa fungsi mengapa tagline diperlukan untuk branding bisnis, antara lain: 

1. Mewakili Visi dan Misi Bisnis

Artinya, tagline yang dibuat merupakan gambaran dari bisnis Anda. Menggunakan tagline branding menjadi cara yang tepat untuk meggambarkan visi misi bisnis anda kepada customer. Contoh tagline dari Toshiba, yaitu “Leading innovation”, Toshiba ingin menyampaikan bahwa visi dan misi yang mereka bawa adalah selalu membuat berbagai inovasi terbaru di setiap produknya.  

2. Untuk Membedakan Brand dengan Kompetitor

Setiap industri pasti banyak yang bergerak di bisnis yang sama. Oleh karena itu, salah satu fungsinya dapat membedakan bisnis anda dengan para kompetitor sejenis. Contoh tagline dari Wardah “Feel The Beauty”, yang ingin disampaikan adalah keunggulan produknya sebagai produk kecantikan halal pertama.

3. Menjadi Identitas Bisnis

Selain untuk membedakan bisnis yang sama dengan kompetitor, tagline adalah salah satu cara efektif dan tepat untuk memperkuat dan meningkatkan identitas bisnis. Hal ini bisa dibentuk karena adanya keterikatan secara emosional antara bisnis dan customer. Contoh tagline dari McDonald “I’m Loving It” yang dianggap mampu mendekatkan brand mereka dengan customernya bahwa mereka menyukai semua menu yang ditawarkan oleh McD.

10+ Tips Membuat Tagline yang Menarik 

Setelah mengetahui jenis-jenis dan fungsinya, selanjutnya akan mempelajari tips membuat tagline keren!

1. Mengetahui Unique Selling Point (USP) dari Produk

Tagline produk yang dibuat harus sesuai dengan keunggulan atau ciri khas dari produk maupun jasa yang ditawarkan. Sehingga dapat menyampaikan pesan produk dengan tepat juga bisa menjadi solusi untuk customer.

2. Memahami Target Audience

Selain mengetahui unique selling point, dalam membuat tagline produk juga harus disesuaikan dengan target audience. Hal ini juga menjadi cara untuk memainkan sisi emosional customer. Selain itu, juga agar para audiens tahu apakah produk Anda ditujukan untuk mereka atau bukan.

3. Melakukan Brainstorming

Membuat tagline keren juga membutuhkan brainstorming dengan mengumpulkan ide-ide berkaitan dengan brand dan produk Anda kemudian dibentuk dengan penyampaian yang tepat.  

Gambaran sekelompok orang sedang melakukan brainstorming dan mengumpulkan ide untuk membuat contoh tagline
(Foto: Pexels)

4. Fokus pada Manfaat dari Produk 

Dalam membeli produk, customer akan fokus pada manfaat yang ditawarkan dari produk yang dijual, begitupun pada pemilihan tagline produk. Oleh karena itu, penting untuk membuat tagline yang bisa menyampaikan informasi dan manfaat mengenai produk atau layanan kepada customer.

5. Sesuaikan dengan Produk atau Layanan yang Ditawarkan

Tagline adalah kalimat singkat, namun pemilihan katanya harus mewakili suatu brand. Hal ini untuk memudahkan customer dalam mengenali produk atau layanan yang ditawarkan. Seperti contoh tagline “The happiest place on earth”, Disneyland ingin menjelaskan bahwa bisnis mereka merupakan tempat rekreasi terbaik di dunia.

6. Bersifat Mengajak/ Persuasif

Membuat tagline branding yang bersifat mengajak customer supaya mudah mengingat produk atau layanan yang ditawarkan. Contoh tagline milik Dirtjen Pajak yang berbunyi “Orang Bijak Taat Pajak”. Tujuan Dirtjen untuk mengajak para wajib pajak untuk membayar pajak tepat waktu.

7. Menunjukkan Kepribadian Brand

Tagline produk yang bagus mampu menyampaikan kepribadian dari brand terkait. Contohnya, jika kepribadian brand Anda adalah kekeluargaan, maka saat membuat tagline bisa dicantumkan makna kekeluargaan didalamnya.  

8. Singkat dan Jelas

Tagline branding yang efektif  mampu menjelaskan pesan dari semua aspek bisnis mulai dari produk, keunggulan, manfaat, hingga tujuan bisnis Anda secara tepat lalu dikemas dengan kalimat singkat dan mudah dipahami. 

9. Memberi Kesan pada Customer

Tagline produk yang menarik mampu memberikan kesan tersendiri bagi customer. Dengan mengatur struktur dan ritme supaya kalimat yang dibuat bisa menyampaikan keunikan brand dan mudah diingat oleh masyarakat.

10. Jujur

Ingin menonjolkan keunggulan brand adalah hal yang wajar. Namun lebih baik menghindari kata-kata yang berarti klaim sepihak, seperti termurah, terbaik, supaya tidak disalahartikan oleh customer sebagai janji pada brand anda. Akibatnya jika klaim tidak terbukti benar maka akan menyebabkan kekecewaan pada customer yang akan mempengaruhi citra brand

11. Membuat Tagline yang Autentik

Tagline produk harus dibuat secara autentik, bukan dengan plagiasi milik kompetitor lain  Hindari untuk meniru atau menggunakan yang sudah ada, hal ini akan merusak citra brand

12. Dilengkapi dengan Logo

Umumnya tagline ditempatkan berdampingan dengan logo brand. Adanya logo dapat membantu untuk memaksimalkan tagline produk yang dibuat. Hal ini dikarenakan customer lebih tertarik saat melihat visual daripada tulisan. Namun, sebaiknya logo brand harus seirama dengan tagline produk supaya lebih menonjol dan tidak membuat bingung customer

Kesimpulan 

Tagline adalah kalimat singkat untuk mengkomunikasikan pesan produk atau jasa dari sebuah brand yang dikemas secara menarik dan mudah diingat. Tagline keren mampu menyampaikan produknya dengan tepat kepada customer

Tagline berfungsi untuk meningkatkan branding produk atau layanan dari sebuah bisnis dan mempengaruhi keputusan calon customer untuk membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Selain itu ada beberapa fungsinya untuk branding bisnis diantaranya mewakili visi dan misi bisnis, untuk membedakan brand dengan kompetitor, dan menjadi identitas bisnis.

Tagline keren dibuat dengan kalimat yang jelas dan singkat juga menyesuaikan target audience hingga bersifat persuasif. Seperti salah contoh tagline dari brand McD “I’m Lovin it” yang dianggap mampu mendekatkan brand mereka dengan customernya bahwa mereka menyukai semua menu yang ditawarkan oleh McD. Intinya bagus atau tidaknya tagline tergantung bagaimana pemilihan kata-kata tersebut mampu menyampaikan pesan dari keseluruhan dari brand mulai dari produk, manfaat, keunggulan, dan ciri khas dari brand tersebut. 

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan website profesional untuk membantu proses optimasi bisnis Anda pada Search Engine Google.

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: