Menu Close
Close

Mengenal Kegunaan dari Cache dan Berbagai Jenis-Jenisnya

Table of Contents
Table of Contents

Apakah anda pernah merasakan ketika mengakses sebuah halaman situs pada browser, kemudian anda membuka halaman tersebut kembali dan merasakan perbedaan yang besar saat membuka web tersebut. Cache adalah teknologi yang mempengaruhi perubahan pada proses membuka halaman situs tersebut sehingga lebih cepat dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

Teknologi ini sangat membantu aktivitas anda untuk mengakses setiap hal di dalam jaringan internet. Selain itu, dengan semakin cepat suatu halaman web dibuka, akan sangat berpengaruh pada nilai dari SEO dan dapat meningkatkan kepuasan bagi pengguna (user). Pada artikel kali ini, kita akan membahas setiap hal tentang cache mulai dari definisi, cara kerja, jenis, hingga manfaatnya.

Pengertian Cache

Pada umumnya, sebuah website akan dilihat hingga puluhan, ratusan, hingga ribuan kali dalam sehari saja. Dan biasanya juga, setiap browser mengirimkan request pada halaman web, server tersebut harus melakukan sebuah perhitungan atau kalkulasi data yang sangat rumit.

Hal tersebut terjadi karena website akan mengambil postingan terbaru, mulai dari header, footer, hingga widget. Akan tetapi pada suatu kondisi, hasil dari perhitungan yang telah dilakukan akan menghasilkan data yang sama. Maka dari itu, proses tersebut yang dinamakan dengan caching.

Dari segi istilah, cache adalah proses menyimpan data sementara, dimana browser, situs, atau aplikasi tidak perlu untuk mengunduh data secara berulang atau terus – menerus. Kita dapat menganalogikan dengan user yang mengunjungi sebuah situs web pertama kali, maka browser secara otomatis akan menyimpan informasi yang membantu perangkat (device) dalam mengakses situs website dengan lebih efisien pada kunjungan yang berikutnya.

Cara Kerja Cache

Setelah anda mengetahui apa itu cache, selanjutnya kita akan masuk pada pembahasan mengenai bagaimana proses jalannya program cache untuk menampilkan situs pada browser. Ketika pengunjung pertama kali memasuki homepage (beranda) anda, mereka akan masuk dengan menggunakan cara yang biasa. 

Mulai dari permintaan yang diterima, kemudian dilakukan pemrosesan data pada database server, dan halaman web diubah menjadi format file HTML yang selanjutnya akan dikirim menuju browser dari web pengunjung. Dikarenakan cache proses caching diaktifkan, maka server akan menyimpan file HTML dalam RAM (Random Access Memory) yang dapat membaca data dengan cepat.

Dan ketika pengunjung website anda membuka kembali menu beranda, server tidak perlu untuk melakukan pemrosesan dan konversi data menuju HTML. Namun sebaliknya, mereka hanya akan mengirimkan format file HTML yang telah dipersiapkan sebelumnya ke dalam sebuah browser. 

Baca juga: Server: Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Kerja dan Manfaat

Jenis Caching

Secara umum, terdapat dua jenis proses caching yang terletak di browser dan server. Browser caching berada di client-side, sedangkan server caching berada di server-side. Mari kita lihat perbedaan dari kedua jenis caching tersebut. 

1. Client-Side Caching

Untuk client-side caching dapat digunakan untuk menyimpan file data yang dapat dimanfaatkan oleh user pada personal komputer masing – masing. Salah satu jenis caching yang paling sering dibahas dan familiar adalah browser cache.

  • Browser Cache

Browser cache sangat membantu dalam membuat loading website anda menjadi lebih cepat. Dengan melakukan proses caching, maka anda tidak perlu lagi untuk membuat permintaan dan transmisi data untuk menampilkan halaman website pada browser. 

Semua jenis browser seperti Google Chrome, Mozilla, Safari, dan yang lainnya sudah melakukan browser caching. Selain itu, anda juga dapat mengubah setting dan mengkonfigurasi ulang untuk mengatur penggunaan dari cache memory sesuai dengan kebutuhan anda.

2. Server-Side Caching

Selain client-side caching, terdapat teknologi cache yang digunakan dalam server-side caching. Dimana, nantinya data terkait file dan gambar yang anda lihat dari internet juga akan masuk ke dalam sebuah server. 

  • Object Cache

Object cache dapat menyimpan data suatu objek secara lokal tidak perlu untuk diambil secara konstan. Object cache sendiri sangat membantu dalam meningkatkan kecepatan dan kinerja dari aplikasi web. 

Objek merupakan kumpulan data berisi dokumen yang mencakup teks, gambar, dan video. Apabila objek dilakukan proses cache, maka dapat segera ditransfer langsung pada cache lokal, daripada meminta langsung melalui server.

  • Database Cache

Jika anda pernah membuat sebuah aplikasi berbasis web, tentu anda tidak asing lagi dengan database cache untuk menghasilkan data dari situs website dengan basis data. Hal ini dilakukan untuk mencapai kinerja yang optimal dengan skalabilitas yang lebih tinggi.

Caching database sendiri memberikan banyak keuntungan bagi para pengembang website. Mulai dari dapat mengurangi akses disk, mengurangi penggunaan dari CPU, serta mempercepat dalam pemrosesan data. 

  • Page Cache

Untuk page cache sendiri hampir sama dengan cache yang lain, dimana page cache dapat menyimpan halaman web secara lengkap untuk ditampilkan di lain waktu kepada user. Data tersebut akan disimpan dalam RAM yang tidak terpakai. 

Salah satu manfaat dari pemakaian page cache yaitu dapat meningkatkan waktu kecepatan sebuah loading halaman web dan memberikan UX (User Experience) kepada pengguna dengan lebih baik dan menarik.

  • Opcode Cache

Jika anda seorang backend developer, tentu tidak asing lagi dengan bahasa pemrograman PHP. Untuk meningkatkan kinerja dari bahasa PHP ini adalah dengan menggunakan opcode cache. Selanjutnya, opcode cache akan menyimpan salinan dari opcode PHP pada memori server untuk waktu yang diperlukan. 

Opcode cache merupakan salah satu metode untuk meningkatkan performa PHP dan sangat direkomendasikan untuk semua environment produksi. Salah satu program opcode cache yang pertama kali dikembangkan oleh PHP adalah Zend. 

  • Content Delivery Network (CDN) Cache

CDN cache adalah sebuah bentuk penyimpanan data secara luas. Dengan menggunakan cache jenis ini, maka setiap konten dalam situs web statis dapat ditambahkan ke server proxy yang telah didistribusikan secara luas (global).

Kelebihan dari CDN caching yaitu dapat membantu dalam mengurangi biaya, menghilangkan tekanan (pressure) dari server, hingga berfokus untuk menempatkan server lokal yang lebih kecil. Nantinya, pengunjung tersebut dapat mengakses data tersebut secara lokal (konvensional).

Baca juga: Pengertian Internet, Sejarah, Perkembangan, dan Manfaatnya

Cara Menghapus Cache Memory

Selain kelebihan yang dimiliki oleh sebuah cache, tentunya juga terdapat kelemahannya apabila anda menggunakan proses caching dalam jangka waktu yang lama. Semakin lama anda menggunakan memori cache, maka alokasi penyimpanan pada perangkat internal anda akan semakin besar dan membuat device anda semakin lambat dan memproses berbagai aplikasi.

Kami akan memberikan tips bagaimana cara menghapus sebuah cache memory pada browser Google Chrome. Pada umumnya setiap browser memiliki cara yang hampir sama dalam menghapus dan membersihkan paket cache. Yang pertama harus dilakukan adalah membuka browser Google Chrome anda. Selanjutnya masuk pada menu “setting” dan pilih menu yang bertuliskan “privacy and security”.

Kemudian, pilih pada menu “clear browsing data” dan anda dapat memilih pilihan untuk menghapus history, cache, cookies, dan lain sebagainya. Setelah cache berhasil terhapus, maka secara otomatis browser anda akan me-reset dan menghapus informasi dan data terkait situs yang pernah anda kunjungi.

Manfaat Caching

Manfaat utama dari adanya caching adalah dapat membuat aplikasi atau browser menjadi lebih cepat, efisien disebabkan sistem yang menyimpan data secara lokal. Sehingga, browser anda tidak perlu untuk mengulang permintaan secara terus – menerus terkait data halaman website yang sudah pernah anda kunjungi sebelumnya. 

Manfaat yang berikutnya adalah menambah nilai konversi dan traffic, dimana semakin cepat sebuah website dibuka, maka semakin nyaman juga user untuk masuk dan mengeksplorasi situs web tersebut. Sehingga nilai konversi dan optimasi SEO menjadi lebih baik lagi. Dan yang terpenting, pengalaman pengguna juga menjadi nilai tambah yang dapat membantu business campaign anda.

Kesimpulan

Cache adalah salah satu teknologi untuk menyimpan data sementara supaya dapat ditampilkan dalam sebuah aplikasi, browser, atau situs tanpa perlu mengulang – ulang kembali dalam pemrosesan data. Jadi, pastikan anda bijak dalam menggunakan sebuah cache. Lakukan pembersihan cache secara berkala agar tidak membuat perangkat anda menjadi lambat.

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS profesional di Kota Malang. Jika anda berminat, silakan hubungi tim kami untuk cek penawaran lebih lanjut.

Related Article

PRODUCTION
  • Regulatory Affair
  • Research Development
  • Quality Control
BUSINESS & OPERATIONS
  • Accounting
  • Expedition & Logistic
  • Point of Sales

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: