Menu Close
Close
Table of Contents
Table of Contents

Kesuksesan Google tidak dicapai dengan mudah, tentunya membutuhkan resources yang sangat besar untuk mencapai titik tertinggi sebagai search engine terbesar di dunia. Hal tersebut tidak lepas dari penerapan objectives and key results atau disingkat OKR yang telah dipakai untuk mengembangkan performa bisnis lebih baik dari tahun ke tahun.

Sehingga, seiring dengan perkembangan zaman banyak perusahaan dan startup yang mengimplementasikan penggunaan dari metode OKR untuk kebutuhan bisnis mereka. Namun, masih banyak juga perusahaan yang lazim menggunakan metode KPI atau key performance indicator. Lantas apa perbedaan dari kedua istilah tersebut?

Nah, pada artikel kami kali ini, akan membahas seputar sistem OKR dan bagaimana contoh penerapannya secara real, serta perbedaannya dengan KPI. Namun, sebelum membahas topik tersebut, ada baiknya jika anda mengenal terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan OKR.

Apa itu OKR

Definisi dari OKR atau objectives and key results adalah suatu cara yang dapat dibuat oleh individu atau tim dengan mematok target yang sifatnya ambisius dan objektif, namun tetap terukur. 

Jadi, apabila anda membuat sebuah OKR, maka target yang akan anda capai harus berdasarkan data, fakta, dan dapat diukur dengan angka. Sehingga, objective yang akan anda ambil dapat terlihat dengan jelas kinerja dari tiap parameter progress –nya secara fleksibel.

Tujuan utama mengapa OKR dijadikan sebagai metode adalah untuk mengukur aktivitas kerja perusahaan, sebagaimana tujuan dari perusahaan harus mempunyai ambisi yang besar. Namun, masih di batasan realistis dan terukur proses pelaksanaannya.

Metode OKR memiliki dua unsur, yaitu objective dan key result. Untuk objective adalah target atau tujuan utama suatu kompetisi yang hendak dicapai oleh sebuah perusahaan, personal, maupun organisasi. Sehingga, objective harus bersifat ambisius, realistis, dan cenderung lebih kualitatif.

Kemudian, key result merupakan suatu tindakan yang terukur dan data yang dihasilkan bersifat kuantitatif. Oleh karena itu, setelah objective telah ditentukan maka pimpinan dan tim perlu untuk menentukan key result dari tujuan utama tersebut. 

Yang perlu diperhatikan juga adalah key result mempunyai rentang waktu tertentu (time bound) dengan tetap memperhatikan keputusan bersama dalam perusahaan atau tim.

MBO vs OKR vs KPI

Setelah mengetahui penjelasan terkait pengertian singkat dari OKR, kita masuk pada pembahasan yang menjadi topik bahasan di beberapa kalangan pebisnis. Apa itu? Biasanya sebagian besar orang telah mengetahui istilah dari KPI dan MBO. Lantas, apa perbedaan dari ketiga istilah tersebut?

Pertama, KPI atau Key Performance Indicator merupakan alat ukur untuk mengukur pencapaian pada tingkat tertentu pada bidang aktivitas yang indikator kerjanya akan dievaluasi.

Kedua, OKR merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tujuan utama dari suatu proyek atau goals perusahaan.

Ketiga, MBO atau Management By Objectives adalah model strategi manajemen yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja sebuah organisasi dengan menetapkan tujuan atau objektif secara jelas kepada seluruh stakeholders.

Sejarah Terciptanya OKR

Sejarah lahirnya OKR terbilang cukup panjang, dimana pertama kali lahir dan dikembangkan oleh Peter Drucker pada tahun 1954. Pada awalnya, metode tersebut dikenal dengan sebutan MBO (Management By Objectives).

Kemudian, di tahun 1968, Andy Grove membangun perusahaan teknologi bernama Intel dimana saat ini menggunakan metode MBO. Dan pada akhirnya, metode tersebut hanya diadopsi dan dimodifikasi menjadi sistem OKR.  

Secara resmi, pada tahun 1974 John Doerr masuk ke perusahaan Intel dan mempelajari metode OKR secara komprehensif, serta mengimplementasikannya secara keseluruhan. Tidak berhenti disitu, John Doerr juga bekerja sebagai venture capitalist yang berinvestasi di Google pada tahun 1999.

Sehingga, sebagai seorang konsultan juga dia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan kepada founder dari Google, yaitu Sergey Brin dan Larry Page terkait OKR. Sejak saat itulah hingga sekarang, Google sukses memgembangkan bisnis dengan menggunakan metode tersebut dan telah diterapkan juga diterapkan di berbagai startup di seluruh dunia.

Cara Menyusun OKR

Setelah mengetahui sejarah singkat dari metode objective and key result, selanjutnya kita akan membahas mengenai bagaimana cara menyusun OKR yang tepat dan sesuai dengan bisnis anda.

1. Menentukan Tools yang akan Digunakan

Pertama, anda perlu untuk menentukan terlebih dahulu tools atau teknologi yang akan digunakan dalam membuat sebuah OKR. Anda dapat mulai mencoba membuat dengan menggunakan bantuan aplikasi berbasis web, mobile, atau spreadsheet yang lebih mudah.

2. Merancang OKR

Tahap kedua, anda dapat mulai merancang OKR dengan tetap memperhatikan goals utama perusahaan atau organisasi. Yang terpenting, pastikan objective yang anda targetkan terkesan ambisius dan realistis.

3. Menyusun Rancangan OKR untuk Perusahaan

Langkah selanjutnya, anda perlu untuk merancang metode OKR untuk kebutuhan perusahaan. Jadi, yang berhak untuk menentukan dan membuat adalah pimpinan (direksi) perusahaan karena mereka yang paling mengetahui seluk beluk dan goals perusahaan kedepannya.

4. Membuat Struktur OKR untuk Tim

Setelah membuat objective untuk perusahaan, langkah berikutnya adalah melakukan expand objektif menjadi sub-objektif untuk masing-masing divisi. Yang mana, nantinya dari masing-masing tim mempunyai key result yang berbeda disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

5. Membuat Struktur OKR untuk Perorangan

Langkah terakhir, menyusun objective and key result untuk perorangan dengan tetap menyesuaikan dari goals masing-masing tim. Oleh karena itu, OKR harus berjalan selaras mulai dari tingkat atau lapisan tertinggi hingga sistem terbawah.

Manfaat dari Objectives and Key Results

Terdapat beberapa keuntungan dari penggunaan OKR bagi bisnis anda, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Mampu Menyatukan Perusahaan

Manfaat pertama, OKR dapat menyatukan setiap departemen mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah dengan fokus utama pada goals perusahaan yang telah ditentukan. Sehingga, komunikasi antar tiap tim menjadi lebih selaras, efektif, dan efisien.

2. Setiap Karyawan dapat Bekerja Lebih Fokus

Keuntungan yang selanjutnya, OKR mampu meningkatkan produktivitas bagi setiap karyawan untuk tetap fokus dalam mencapai tujuan utama perusahaan. Dimana, tugas dan tanggung jawab akan dilakukan secara maksimal dengan menggunakan berbagai teknologi maupun sumber daya yang sifatnya fleksibel.

3. Terciptanya Transparansi

Keuntungan selanjutnya, transparansi menjadi poin penting mengapa perusahaan memanfaatkan metode ini. Mengapa demikian? Karena dengan mengimplementasikan OKR ke dalam bisnis, maka transparansi kerja menjadi lebih terjamin dan seluruh tim dapat termonitoring dengan baik.

Sehingga, kinerja dari setiap individu juga dapat terlihat dengan sangat jelas, serta mampu mengetahui performa masing-masing karyawan.

4. Mempercepat Hasil dengan Objectives yang Tepat

Manfaat yang terakhir, setelah transparansi OKR telah terjamin, maka hal tersebut dapat mendukung terciptanya transformasi bisnis untuk dapat menjawab objective secara cepat dan menggunakan metode yang benar. Sehingga, goals bisnis dapat tercapai dan mampu menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan bagi finansial perusahaan.

Contoh Pembuatan OKR

Setelah mengetahui beberapa hal berkaitan dengan apa saja hal yang perlu dipersiapkan dalam membangun OKR yang tepat, maka kita akan melihat contoh case study pembuatan dari objective and key result pada sebuah digital marketing agency.

Pertama, anda perlu untuk membuat OKR untuk perusahaan terlebih dahulu.

  • Objective perusahaan: meningkatkan reputasi bisnis perusahaan di tingkat nasional
  • Key result:
    • Mendapatkan revenue perusahaan sebesar 1 miliar
    • Mendapatkan kerja sama dengan 500 klien baru dalam setahun
    • Membuka 3 cabang baru di 3 provinsi berbeda di Indonesia
    • Mengurangi kesalahan dalam rilis produk sebesar 35%
    • Merilis 20 produk perusahaan dalam setahun
  •  

Kedua, dari poin-poin diatas dapat diturunkan kepada masing-masing divisi dengan skema sebagai berikut. Kami akan memberikan contoh untuk dua divisi saja, untuk berikutnya dapat anda tambahkan sendiri sesuai kebutuhan bisnis anda.

  • Objective divisi business development:  mendapatkan 200 klien baru dalam setahun
  • Key result:
    • Menghubungi 50 calon klien setiap minggunya
    • Melaksanakan pitching dengan calon klien sebanyak 10 setiap minggunya
    •  
  • Objective divisi product developer: rilis 10 produk dalam setahun
  • Key result:
    • Menambahkan 3 divisi tim untuk mobile dan web developer.
    • Merilis 2 produk baru setiap 3 bulan.
  •  

Terakhir, anda juga dapat menurunkan lagi menjadi OKR untuk perorangan dengan menyesuaikan masing-masing job desk yang dimiliki.

Kesimpulan

Metode OKR saat ini cukup efektif untuk menunjang percepatan bisnis anda menjadi lebih fleksibel dengan tetap mencapai tujuan bisnis dalam jangka waktu yang panjang. Kemudian, metode ini juga bersifat ambisius dan realistis untuk mencapai goals perusahaan dengan tetap memperhatikan hingga lini terendah. Tentukan juga untuk kapan menggunakan KPI dan kapan memanfaatkan OKR tersebut.

Sekawan Media menawarkan jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS profesional untuk membantu transformasi bisnis anda menuju era digital.

Related Article

BACK OFFICE
  • Internal Audit
  • Document Management
  • Visitor Management
  • Event Management
  • E Office
PRODUCTION
  • Production & Manufacture
  • Regulatory Affair
  • Research Development
  • Quality Control
BUSINESS & OPERATIONS
  • Fleet Management
  • Marketplace & E-Commerce
  • Inventory Planning
  • Accounting
  • Expedition & Logistic
  • Point of Sales
OTHER
  • Academic
  • Rapor Online
  • E-Learning
  • Hospital
  • Credit Union
  • Perizinan Online

Copied To Clipboard

Bagikan Ke:

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email