• LAYANAN

      Melayani berbagai kebutuhan pembuatan aplikasi dan website yang menjangkau area UMKM hingga bisnis berskala Enterprise.

      Sistem Monitoring Internal Audit MIND ID
      MIND ID
      2022
      Aplikasi SMSCrops Syngenta
      PT Syngenta Seed Indonesia
      2018
  • TENTANG KAMI
  • PORTOFOLIO
  • KARIR
  • BERITA & INFORMASI
  • HUBUNGI KAMI

Content Writer: Pengertian, Keterampilan, dan Jenisnya

Daftar Isi
Daftar Isi
Content writer adalah salah satu bidang pekerjaan yang memilki tugas dalam memproduksi dan menulis konten konten menarik seperti artikel, berita, jurnal, serta informasi dalam media sosial.

Setiap hari bahkan jam, konten dalam sebuah website dan media sosial selalu diperbarui agar bisa menyajikan informasi terkini.

Di balik semua jenis konten tersebut, terdapat orang yang menulis informasi yang disajikan. Nah, merekalah yang disebut sebagai content writer

Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih jauh pekerjaan yang belakangan menjadi populer di kalangan perusahaan atau industri berbasis digital ini.

Tanpa berlama-lama lagi, mari simak semua informasi terkait content writer dalam artikel berikut ini. Baca sampai habis, ya!

Apa itu Content Writer?

Mengenal pekerjaan content writer
Content Writer © Freepik

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, content writer adalah salah satu bidang pekerjaan yang kini banyak digandrungi oleh masyarakat, mengingat permintaannya di industri digital semakin meningkat.

Lantas, apa itu content writer? Sesuai namanya, content writer adalah penulis konten yang membuat tulisan untuk diunggah di website maupun media sosial.

Konten tersebut biasanya berupa tulisan, seperti artikel, berita, atau informasi tertulis lainnya yang ada di media sosial atau website. Bagaimana? Pekerjaannya terlihat mudah bukan?

Namun jangan salah, tanggung jawab dari seorang penulis konten tidak hanya itu saja. Ketika membuat sebuah artikel, mereka harus menyesuaikan tulisan dengan ciri khas dan visi perusahaan.

Mereka harus memastikan bahwa konten yang ditulis selaras dengan spesialisasi dan identitas perusahaan. Hal ini dilakukan agar para pembaca tertarik untuk mengunjungi serta membaca konten yang telah dibuat.

Dengan begitu, konten yang diproduksi akan mendatangkan banyak pembaca, sehingga traffic juga akan meningkat.

Perbedaan Content Writer dan Copywriter

Copywriter dan content writer adalah dua profesi yang berbeda. Meski sama-sama menulis, tapi jenis tulisan yang dihasilkan tidaklah sama.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, content writer adalah profesi yang bertanggung jawab untuk membuat konten tulisan di blog, website, atau portal berita.

Biasanya, jenis konten yang dihasilkan berupa artikel yang memuat informasi lengkap mengenai suatu topik.

Sementara itu, copywriter adalah profesi yang bertanggung jawab untuk menghasilkan tulisan pendek dan persuasif.

Ya, hasil tulisan dari copywriter ini digunakan untuk menarik pelanggan agar terdorong untuk melakukan suatu aksi, seperti membeli produk atau mulai berlangganan.

Mengingat jenis tulisan yang dihasilkan tidak sama, maka media untuk menampilkan hasil copywriter juga berbeda.

Secara umum, tulisan copywriter akan digunakan untuk posting-an di media sosial, tagline, iklan, dan slogan.

Tugas Content Writer

Dilihat dari namanya, mungkin Anda bisa menebak tugas dari seorang content writer. Ya, tugas utamanya adalah menulis konten.

Namun, tahukah Anda bahwa tugas penulis konten tidak hanya sebatas itu saja? Ini dia beberapa tugasnya.

1. Mencari Ide

Tugas pertama dari seorang content writer adalah mencari ide dan mengembangkannya. Saat mencari ide ini, penulis konten harus mampu mengaitkan topik yang didapatkan dengan spesialisasi perusahaan.

Tak lupa, penulis konten juga harus memastikan bahwa topik tersebut banyak dicari oleh pembaca. Caranya, penulis konten biasanya menggunakan bantuan dari tool SEO, sepeti Ahrefs dan SEMrush.

Nah, setelah mendapatkan ide, writer wajib mengembangkannya menjadi beberapa sub topik pembahasan.

2. Riset Topik Konten

Setelah mendapatkan ide atau topik, tugas content writer selanjutnya adalah melakukan riset konten. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan komprehensif.

Riset topik konten bisa dilakukan dengan membaca dan menganalisis artikel miliki kompetitor. Setalah itu, writer bisa menulis kontennya menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

3. Menyunting Tulisan

Selain menulis, tugas selanjutnya dari seorang content writer adalah menyunting tulisan agar sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar.

Hal ini ditujukan agar isi konten lebih mudah dibaca dan dipahami oleh para pembaca atau pengunjung website.

4. Menulis dan Mendistribusikan Tulisan

Tugas paling penting yang dimiliki oleh content writer adalah menulis dan mendistribusikan konten ke publik. Ya, tugas penulis konten tak hanya sampai di tahap menulis saja, tapi juga mendistribusikannya.

Kegiatan distribusi konten ini biasanya dilakukan menggunakan Content Management System atau CMS.

Gaji Content Writer

Sebenarnya, gaji content writer sangat bervariasi. Sebab, besarannya bergantung pada skala perusahaan, posisi, dan UMP.

Sebagai contoh, gaji penulis konten dari perusahaan besar yang terletak di Jakarta tentu akan berbeda dengan pendapatan content writer di perusahaan menengah di kota kecil. Di sisi lain, posisi atau jabatan dari seorang content writer juga bisa memengaruhi besaran gajinya.

Dalam hal ini, gaji seorang penulis konten senior dengan junior tentu akan berbeda. Pastinya, gaji seorang content writer senior akan lebih besar dari penulis konten junior.

Meski demikian, melansir dari Indeed, rata-rata gaji content writer adalah Rp 4.115.890, per bulannya. Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang content writer?

Jeni-Jenis Content Writer

Di dunia profesional, penulis konten terbagi menjadi beberapa jenis. Adapun jenis-jenis content writer adalah sebagai berikut:

1. Jurnalistik

Jenis pertama dari profesi content writer adalah jurnalistik yang sering ditemui di perusahaan media atau portal online.

Penulis konten yang termasuk dalam jenis ini memiliki tugas untuk menulis naskah berita. Tak hanya itu, mereka biasanya juga menulis konten entertainment ataupun lifestyle.

2. SEO

SEO content writer adalah penulis konten yang bertanggung jawab untuk membuat artikel sesuai dengan kaidah Search Engine Optimization (SEO).

Dalam artian, mereka harus memperhatikan hal-hal teknis, seperti penggunaan keyword, panjang judul, hingga penempatan anchor text.

Hal ini dilakukan agar artikel yang dibuat lebih mudah menduduki peringkat atas hasil pencarian search engine. Dengan begitu, maka traffic website juga akan meningkat.

Itulah kenapa, penulis konten jenis satu ini wajib memiliki pengetahuan akan SEO yang kuat.

3. Technical

Technical content writer adalah penulis yang menyajikan konten berupa panduan produk untuk para pengguna atau guide book.

Mereka bertanggung jawab untuk mengubah informasi kompleks menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami oleh pembaca.

Umumnya, technical writer ini bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang teknologi atau IT.

Sehubungan dengan itu, skill utama yang harus dimiliki oleh seorang technical content writer adalah pemahaman yang kuat akan hal-hal berbau IT.

4. Generalist

Tak seperti jenis-jenis sebelumnya, generalist writer tidak berfokus pada pembuatan konten yang spesifik.

Generalist writer lebih cenderung menulis konten dengan beragam tema yang ditujukan untuk meningkatkan brand awareness.

5. Media Sosial

Anda pasti sudah sering mendapati konten tulisan yang ada di media sosial, kan? Nah, konten tersebut merupakan hasil pekerjaan seorang social media content writer.

Social media content writer adalah penulis konten khusus untuk platform media sosial. Biasanya, jenis konten yang dihasilkan tidak hanya informatif, tapi juga interaktif.

Skill yang Dibutuhkan Content Writer

Skill yang dibutuhkan oleh content writer
Sumber: Freepik

Setelah mengetahui pengertian, gaji, dan jenis-jenis penulis konten, selanjutnya kita akan membahas mengenai skill apa saja yang harus dimiliki oleh seorang content writer.

Jika dilihat secara sekilas, pekerjaan seorang penulis konten terkesan tidaklah sulit. Namun faktanya, menjadi penulis konten tidaklah mudah dan membutuhkan beberapa skill khusus.

Pertanyaannya, apa saja skill yang dibutuhkan? Nah, skill yang dibutuhkan content writer adalah sebagai berikut:

1. Memiliki Kemampuan Menulis dan Editorial

Skill pertama yang harus dimiliki content writer adalah kemampuan menulis dan menyunting penulisan sebuah konten.

Penulis konten harus bisa menyampaikan informasi dengan jelas dan mudah dimengerti. Di mana hal ini bisa terwujud apabila writer memiliki kemampuan menulis yang baik.

Di samping itu, penulis konten juga harus mampu menyunting tulisan sesuai dengan kaidah penulisan yang benar, mulai dari penggunaan huruf kapital hingga tanda baca.

Kemampuan ini penting untuk menciptakan konten artikel yang berkualitas dan nyaman dibaca oleh para pengunjung website.

2. Paham SEO

Selanjutnya, skill yang paling dibutuhkan oleh seorang content writer adalah paham akan ilmu SEO.

Pasalnya, pengetahuan SEO bisa membantu penulis untuk menciptakan konten yang relevan dengan kebutuhan pembaca dan search engine-friendly.

Hal ini penting karena konten yang ramah untuk search engine dan pembaca memiliki kesempatan besar untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian.

3. Kemampuan Riset

Penulis konten dituntut untuk menyajikan informasi yang komprehensif serta orisinal. Maka dari itu, writer harus memiliki kemampuan riset, baik riset topik maupun kompetiror.

Melalui kemampuan ini, writer bisa menganalisis jenis konten kompetitor dan mengisi gap informasi yang ada.

Sebagai contoh, jika kompetitor hanya menyajikan informasi dengan 2 sub topik, penulis konten bisa mengembangkannya dengan menambah beberapa sub topik lainnya yang relevan.

Dengan begitu, informasi yang ditulis dalam artikel bisa lebih lengkap, sehingga bermanfaat bagi para pembaca.

Nah, yang tidak kalah penting, writer juga perlu memiliki kemampuan riset keyword untuk memastikan topik yang ditulis sering dicari oleh pembaca.

4. Peka dengan Tren

Selain itu, konten yang dibuat harus tetap up-to-date dan mengikuti tren terbaru. Dengan cara ini, Anda dapat menyajikan informasi yang menarik bagi pembaca.

Hal ini juga akan berdampak pada merek, karena engagement yang tinggi dapat dihasilkan oleh konten yang sedang jadi tren.

4. Paham Media Sosial

Media sosial merupakan platform yang bisa digunakan sebagai alat untuk promosi dan mendatangkan traffic website.

Anda bisa membagikan hasil tulisan Anda di berbagai media sosial, seperti Instagram dan X. Terlihat mudah, bukan?

Namun, kegiatan ini akan lebih maksimal apabila Anda memiliki pemahaman yang kuat akan media sosial. Dengan begitu, Anda bisa menjangkau lebih banyak pengguna.

5. Mengelola Konten di CMS

Content Management System atau CMS adalah sistem yang digunakan untuk mengelola konten dari suatu website atau blog.

Pengelolaan konten tersebut bisa mencakup aktivitas publikasi, editing, bahkan optimasi artikel. Nah, semua aktivitas ini merupakan tanggung jawab dari seorang content writer.

Sehubungan dengan itu, salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang content writer adalah mampu menggunakan CMS untuk mengelola konten.

Adapun beberapa contoh CMS yang kini banyak digunakan, yaitu WordPress, Joomla, dan Drupal.

6. Manajemen Waktu yang Baik

Menulis sebuah konten bukanlah hal yang bisa dikerjakan dalam waktu cepat. Sebab, dalam prosesnya, seorang writer perlu melakukan riset terlebih dahulu.

Riset yang dilakukan bisa mencakup riset terkait topik yang akan ditulis dan analisis konten milik kompetitor.

Tak dapat dipungkiri, aktivitas riset ini cukup memakan waktu, apalagi jika topik yang ditulis memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Maka dari itu, penting bagi seorang penulis konten untuk memiliki manajemen waktu yang baik agar bisa menyelesaikan semua tugasnya. Jika tidak, maka tugas yang dimilikinya akan terus menumpuk setiap harinya.

Jenjang Karir Content Writer

Jenjang karir content writer umumnya terdiri dari beberapa tahap, yaitu:

1. Junior Content Writer:

  • Tahap awal untuk memulai karir, biasanya berfokus pada pembuatan konten dasar seperti artikel blog, media sosial, dan website.
  • Membutuhkan kemampuan riset, penulisan, dan komunikasi yang baik.

2. Content Writer:

  • Memiliki pengalaman dan kemampuan lebih mumpuni, bertanggung jawab untuk menghasilkan konten yang lebih kompleks dan kreatif.
  • Mampu bekerja secara mandiri dan berkolaborasi dengan tim.

3. Senior Content Writer:

  • Berpengalaman luas dan memiliki keahlian khusus dalam bidang tertentu.
  • Bertindak sebagai mentor bagi junior content writer dan memimpin tim content creation.

4. Content Strategist:

  • Merancang strategi konten yang komprehensif dan selaras dengan tujuan bisnis.
  • Memiliki pemahaman mendalam tentang target audiens dan tren industri.

5. Content Director:

  • Memimpin tim content creation secara keseluruhan, memastikan strategi konten terlaksana dengan efektif.
  • Memiliki visi dan kepemimpinan yang kuat untuk membawa tim mencapai kesuksesan.

Tips Menjadi Content Writer Profesional

Setelah memahami penjelasan mengenai arti, tugas, hingga jenis-jenisnya, apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang penulis konten?

Jika iya, berikut beberapa tips menjadi penulis konten profesional untuk Anda:

1. Belajar Menulis dengan Baik

Apabila Anda ingin memulai karir menjadi seorang content writer, maka hal yang perlu dipersiapkan adalah memiliki keahlian khusus dalam bidang menulis.

Keahlian menulis yang dimaksud mencakup pemahaman dan wawasan mengenai struktur 5W + 1H, aturan PUEBI, dan lainnya. 

Jika Anda masih belum memiliki kemampuan ini, mulailah belajar dari sekarang dan jangan lupa untuk memperbanyak latihan menulis.

2. Pahami Penggunaan Teknologi

Tips berikutnya, yaitu pahami penggunaan dan penerapan teknologi atau biasa disebut dengan melek teknologi.

Pasalnya, content writer nantinya akan banyak bersinggungan dengan penggunaan teknologi atau software yang menunjang kegiatan menulis.

Maka dari itu, Anda harus bisa mengoperasikan berbagai teknologi masa kini, sehingga proses pengerjaan artikel tidak akan mengalami kendala.

3. Tetap Up to Date

Tips yang terakhir, penulis juga harus selalu mengikuti perkembangan tren dan berita yang ada. Sehingga, isi informasi dalam artikel yang dibuat lebih aktual dan terkini.

Tak hanya itu, jika Anda up to date, maka penyajian informasi akan lebih relevan dengan keadaan saat ini.

Kesimpulan

Content writer merupakan pekerjaan yang bertanggung jawab untuk menulis sebuah artikel, berita, jurnal, maupun informasi dalam media sosial atau website

Gaji yang dimiliki content writer di Indonesia berbeda-beda. Meski demikian, rata-rata gaji content writer adalah 4 juta rupiah. Namun anda juga dapat menjadi content writer secara remote di luar negeri jika ingin mendapat gaji dengan nominal yang lebih besar.

Dengan gaji yang tergolong besar, ternyata tugas dan tanggung jawabnya juga besar yaitu melakukan riset, menulis, dan menyunting konten.

Untuk menjadi content writer, anda dituntut untuk selalu mengikuti dan memahami tren, melek teknologi, dan perbanyak latihan menulis sebuah artikel. Demikian penjelasan lengkap mengenai profesi content writer? Apakah Anda sudah memahaminya? Atau bahkan Anda tertarik untuk menjadi penulis konten?

Jika Anda tertarik, untuk perdalam kemampuan menulis dan pelajari ilmu terkait Content writer. Anda dapat mengikuti program magang atau part time dari Sekawan Media. Program ini dapat membantu anda membuka dan mengembangkan jenjang karir anda dalam menjadi seorang content writer.

Dapatkan informasi seputar karier dengan menghubungi kami segera.

Copied To Clipboard

Bagikan Ke: