You are here:

Pengenalan Konsep Marketing Mix dan 7P dalam Pemasaran Produk Bisnis

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
marketing mix

Apakah anda saat ini masih bingung untuk memilih suatu pekerjaan atau membangun sebuah bisnis? Atau mungkin anda sudah mempunyai pekerjaan dan menjalankan bisnis namun masih bingung mengenai strategi pemasaran dan manajemen bisnis yang benar? Anda tidak perlu khawatir, karena salah satu langkah awal mengembangkan strategi bisnis yang tepat adalah dengan menggunakan prinsip marketing mix.

Bagi yang belum tahu apa itu marketing mix, pada artikel ini kami akan memberikan berbagai informasi seputar hal tersebut. Bagi anda yang sudah profesional di bidang marketing, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Namun, bagi anda yang masih awal dalam dunia marketing tidak perlu risau, anda dapat memulai dengan memahami konsep dasar dan strategi pemasaran bisnis yang tepat terlebih dahulu.

Pengertian marketing mix

Marketing mix adalah sekumpulan variabel marketing terdiri dari 4P atau 7P yang digunakan untuk tujuan pemasaran dan mencapai target pasar yang tepat. Istilah ini pertama kali disampaikan oleh Neil Borden, yang merupakan Profesor Marketing Harvard pada tahun 1948.  

Istilah tersebut sebenarnya sudah banyak digunakan oleh para pemilik bisnis di seluruh dunia untuk menciptakan usaha bisnis yang efektif dan efisien. Kemudian, konsep ini juga dapat digunakan oleh pelaku bisnis yang masih pemula ataupun yang sudah lama merintis karir.

Konsep marketing mix 7P

Setelah mengenal apa itu marketing mix, selanjutnya masuk pada pembahasan mengenai konsep marketing mix 7P. Pada awalnya, konsep ini hanya mencakup empat elemen saja. Yaitu, product, price, promotion, dan place. Namun, seiring berkembangnya zaman dan era teknologi yang ada saat ini, mengalami beberapa modifikasi dan penambahan elemen dari para ahli.

Salah saat konsep yang dikemukakan oleh para ahli adalah marketing mix 7P. Konsep ini, pertama kali dikenalkan oleh Booms dan Bitner yang berisi marketing mix 4P, dan ditambah tiga elemen baru. Sehingga menghasilkan konsep marketing mix versi terbaru. Berikut ini adalah penjelasan dari ketujuh elemen pemasaran.

      1. Product (Produk atau Jasa)

Produk merupakan segala sesuatu yang dihasilkan dari hasil produksi jasa atau layanan suatu bisnis. Produk dapat berupa barang, jasa, maupun produk visual. Di era digital saat ini, produk tidak hanya sebatas barang dan jasa. Namun, juga dapat berbentuk produk virtual, seperti website, aplikasi, software, dan lain sebagainya.

Dalam menciptakan sebuah produk, anda harus menentukan terlebih dahulu demand atau permintaan pasar terhadap produk tersebut. Kemudian, tentukan juga target pasar yang akan anda sasar. Kedua hal tersebut harus anda lakukan terlebih dahulu untuk memastikan apakah produk yang anda buat sudah tepat dan sangat dibutuhkan oleh konsumen saat ini atau tidak.

Jika anda telah melakukan riset dan produk tersebut memiliki jumlah permintaan yang tinggi, selanjutnya anda dapat melakukan riset pesaing produk tersebut. Ciptakan produk yang memang memiliki nilai jual yang bagus di pasar dan konsumen akan lebih mudah tertarik untuk mendapatkan produk tersebut.

Banyak pebisnis yang hanya mengutamakan ide subjektif, tanpa menggunakan riset terlebih dahulu. Sehingga banyak kasus seperti perusahaan rintisan atau startup yang mengembangkan aplikasi atau produk sesuai ide mereka, namun saat proses implementasi di lapangan tidak ada customer yang memakai atau membeli produk tersebut. 

      2. Price (Harga)

Elemen marketing yang berikutnya adalah harga. Disini, harga merupakan sejumlah uang yang dikeluarkan konsumen untuk membeli sebuah produk. Dalam menentukan nominal harga ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

Kita tidak bisa menentukan harga sebuah produk secara asal. Semua harus melalui tahap kalkulasi yang tepat. Sehingga harga produk tersebut tidak membawa dampak negatif bagi perkembangan bisnis sebuah perusahaan.

Dalam menentukan harga, kita tidak bisa mematok nominal yang terlalu tinggi karena dapat berpengaruh pada minat beli konsumen. Kemudian, jika kita mematok harga yang terlalu rendah juga dapat berpengaruh pada pemasukan perusahaan. 

Di dalam ilmu ekonomi, terdapat sebuah istilah yang diberi nama break even price (BEP). Yang merupakan harga terkecil yang dapat dipasang pada produk tanpa harus mengalami kerugian bisnis. 

Untuk mendapatkan nilai BEP, anda harus menggunakan rumus sebagai berikut:

BEP = (Total Fixed Cost / Production Volume) + Variable Cost Per Unit

  • Total fixed cost adalah biaya keseluruhan dalam pembuatan sebuah produk.
  • Production volume adalah jumlah produk yang telah dibuat.
  • Variable cost per unit adalah biaya pembuatan per produk.

Untuk tahap penentuan harga, digunakan untuk memastikan bisnis yang anda jalankan tidak mengalami kerugian. Jadi, anda juga harus menerapkan elemen yang lain juga untuk mendapatkan strategi pemasaran yang tepat.

      3. Place (Tempat)

Elemen marketing yang selanjutnya adalah tempat. Dalam pembuatan sebuah produk, biasanya seorang bisnis memiliki tempat atau lokasi usaha agar setiap aktivitas pekerjaan dapat dilakukan dengan lancar dan efektif.

Namun, yang harus diperhatikan disini adalah dalam menentukan tempat, perlu adanya strategi khusus untuk memilih lokasi yang benar – benar tepat dengan produk atau layanan. Dimana, kondisi wilayah yang strategis juga memiliki efek yang signifikan bagi perkembangan suatu bisnis.

      4. Promotion (Promosi)

Berikutnya, elemen promosi yang menjadi salah satu faktor penting dalam memperkenalkan sebuah produk. Saat ini, banyak sekali media promosi yang dapat anda gunakan untuk membantu mengenalkan produk atau merek kepada pihak konsumen. 

Sebagai contoh, penggunaan media sosial, website, maupun media cetak. Salah satu metode mempromosikan barang atau jasa yang murah dan tidak membutuhkan modal yang besar adalah dengan melakukan optimasi SEO. 

Banyak sekali tutorial untuk mengoptimalkan konten situs bisnis anda dengan menggunakan SEO. Kemudian, jika anda lebih tertarik pada media sosial, anda juga dapat menggunakan bantuan fitur dari Facebook Ads, Instagram Ads, serta Twitter Ads.

      5. People (Orang atau SDM)

Elemen yang berikutnya adalah orang atau sumber daya manusia. Ketika bisnis yang anda jalankan mengalami pertumbuhan dari sisi kredibilitas dan cakupan bisnis yang luas, selanjutnya adalah menentukan struktur organisasi internal perusahaan.

Dimana, anda menempatkan beberapa orang pada posisi yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian dari masing – masing SDM. Dalam mengambil rekrutmen atau karyawan baru, banyak hal yang harus diperhatikan.

Pertama, adalah dari sisi intelektual dari rekrutmen tersebut harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah berlaku. Kemudian, carilah orang yang memiliki sikap atau attitude yang baik agar dalam setiap proses pekerjaan dapat dikerjakan dengan maksimal dan konsisten. 

Dan yang terpenting adalah, memiliki pengalaman dan integritas yang baik. Karyawan yang memiliki pengalaman yang banyak dapat memberikan pengaruh yang baik bagi perusahaan.

      6. Physical Evidence (Kemasan atau Tampilan Fisik)

Setelah menciptakan dan mengembangkan sebuah produk, kita juga harus memperhatikan kemasan dari produk tersebut. Elemen marketing mix yang satu ini juga sangat penting untuk diimplementasikan pada bisnis anda.

Kemasan yang menarik dapat meningkatkan faktor penjualan produk anda. Pada umumnya, pelanggan akan memperhatikan struktur dan tampilan dari kemasan yang telah dibuat. Dan selanjutnya, pelanggan akan melihat isi dari produk tersebut.

      7. Process (Proses)

Elemen terakhir dalam marketing mix 7P yaitu proses. Maksud dari proses disini adalah prosedur, mekanisme, dan alur yang diterapkan oleh konsumen untuk menggunakan layanan yang anda buat. Jadi, elemen ini merupakan pengalaman konsumen mulai dari awal pengenalan produk hingga proses pembelian produk.

Dalam menerapkan proses pemasaran bisnis yang baik, pastikan untuk selalu menjaga konsistensi. Sangatlah penting untuk menjaga konsistensi dalam melakukan promosi produk kepada customer secara luas. 

Baca juga: 8 Strategi Pemasaran Produk Secara Online dan Efektif untuk Bisnis

Contoh marketing mix

Berikut ini merupakan contoh marketing mix yang kami ambil contoh pada sebuah software house yang mempunyai produk aplikasi berbasis website dan mobile. Kami akan mengambil contoh dari Software house Sekawan Media Informatika. 

Software house tersebut berasal dari Kota Malang. Dimana, saat ini telah berusia lebih dari 7 tahun. Setiap tahun, Sekawan Media mengalami transformasi yang banyak dari segi penambahan layanan dan karyawan. Dimana proyek aplikasi yang dikerjakan juga terus meningkat.

Mulai dari tingkat yang kecil, hingga skala produk enterprise. Marketing mix juga diterapkan pada industri digital agar target pasar yang dituju oleh perusahaan dapat tercapai dengan baik.

Strategi marketing mix yang tepat

Dalam mencapai target pasar sesuai dengan tujuan bisnis, perlu menerapkan strategi marketing mix yang efektif. Berikut merupakan beberapa tips dalam mengembangkan strategi pemasaran secara efisien.

      1. Menentukan produk dan harga yang sesuai

Pertama, anda harus menentukan terlebih dahulu produk dan harga yang tepat dengan kondisi pasar dan target market yang dituju. Jangan terlalu membebani konsumen dengan memberikan patokan biaya yang besar. Anda harus mengatur nilai jual produk atau jasa anda sesuai dengan harga rata – rata pasar.

      2. Merancang strategi promosi

Kedua, anda dapat merancang dan menyusun strategi bisnis dengan menjalankan media promosi. Saat ini, banyak sekali penggunaan media promosi melalui website dan media sosial. Selalu aktifkan dan koneksikan produk bisnis anda dengan jejaring sosial agar konsumen lebih mudah dalam mencari brand anda.

Baca juga: Manfaat Website sebagai Media Marketing bagi Pelaku Bisnis dan Usaha

      3. Menentukan lokasi bisnis

Yang ketiga, pastikan untuk memilih lokasi bisnis yang strategis dan sesuai dengan target pasar produk anda. Lokasi yang baik biasanya memiliki koneksi jaringan internet yang baik, serta memiliki letak geografis yang aman dari timbulnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

      4. Merekrut karyawan dan merancang SOP

Terakhir, setelah bisnis yang anda jalankan telah berkembang, maka anda perlu untuk menambah jumlah karyawan. Pastikan untuk memilih rekrutmen yang memiliki keahlian dan kepribadian yang baik. Selanjutnya, jangan lupa untuk membuat SOP (Standar Operasional Prosedur) perusahaan. SOP perusahaan sangat diperlukan untuk mengatur jalannya berbagai aktivitas perusahaan.

Kesimpulan

  • Marketing mix adalah kumpulan variabel yang terdiri atas 4P atau 7P untuk membantu proses pemasaran dan mencapai target pasar yang sesuai. 
  • Terdapat tujuh elemen yang biasa disebut dengan marketing mix 7P, yaitu product, price, place,  promotion, people, physical evidence, dan process
  • Dalam menentukan strategi marketing yang baik, anda perlu menentukan harga, tempat, melakukan promosi produk anda. Dan langkah berikutnya menentukan kemasan, proses, dan menambah sumber daya manusia (SDM) yang bekerja secara profesional.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi dan software custom. Kami berfokus untuk menciptakan produk berskala enterprise untuk membantu setiap kebutuhan dan permintaan klien. Anda berminat? silahkan hubungi tim marketing kami.

Artikel Lainnya

Go to Top
scroll-top